Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Feb 12, 2018

Penanganan Bayi Kuning Karena Hiperbilirubin

Bagikan


Hiperbilirubin merupakan penyakit dimana kadar bilirubin di dalam darah meningkat dengan nilai yang melampaui batas normal.

Peningkatan tersebut terjadi akibat polycelietnia, ecchymosis atau gangguan fungsi hati, isoimmune hemolytic disease, kelainan enzim dan struktur dalam sel darah merah, hemoilosis ekstravaskuler, keracunan obat (kortikosteroid, salisilat, klorampenikol), cephalhematoma, jaundice ASI, obstruksi empedu atau atresia biliari, defisiensi glukoronil transferase, masalah inetabolik, infeksi serta galaktosemia hypothyroidisme.

Mengapa Hiperbilirubin Bisa Terjadi Pada Bayi?

Penyebab bayi kuning atau hiperbilirubin adalah karena kadar bilirubin yang ada dalam darah bayi terlalu banyak. Bilirubin tersebut diproduksi akibat terjadinya kerusakan pada sel darah merah. Bagi bayi, membuang bilirubin merupakan hal yang sulit dilakukan. Hal tersebut menyebabkan bilirubin dalam darah mereka semakin menumpuk.

Bilirubin pada dasarnya menjadikan mata, kulit, maupun jaringan lainnya pada bayi cenderung berwarna kuning (jaundice). Hiperbilirubin pada bayi secara umum sudah dapat diketahui ketika bayi baru lahir. Sebagian besar kasus hiperbilirubin juga ditemukan pada bayi lahir prematur.

Apa yang Menyebabkan Hiperbilirubin Terjadi Pada Bayi?

Selama masa kehamilan, plasenta menghilangkan bilirubin dari dalam darah bayi. Namun, pada saat bayi lahir, hati mulai mengambil alih pekerjaan tersebut. Sehingga beberapa faktor yang menyebabkan kadar bilirubin tinggi pada bayi baru lahir di antaranya:

  • Ikterus fisiologis
  • Kadar normal bilirubin pada bayi baru lahir atau yang masih mendapatkan ASI penuh, sekitar 2% di antaranya terjadi akibat adanya zat yang terdapat dalam ASI itu sendiri.
  • Hemolisis
  • Lemahnya fungsi hati

Pengobatan atau Penanganan Hiperbilirubin Pada Bayi

Penanganan bayi kuning secara khusus akan ditentukan oleh dokter yang menanganinya. Moms akan mendapatkan rekomendasi pengobatan untuk si kecil berdasarkan:

  • Usia kehamilan Moms, kesehatan secara menyeluruh, riwayat medis
  • Tingkat atau stadium hiperbilirubin yang diderita si kecil
  • Toleransi si kecil terhadap jenis obat, terapi, atau prosedur pengobatan tertentu
  • Perkembangan hiperbilirubin pada bayi

Pengobatan juga dilakukan berdasarkan penyebab hiperbilirubin. Tujuannya untuk menjaga kadar bilirubin agar tidak meningkat menuju level berbahaya. Secara medis, ada beberapa pilihan untuk menangani hiperbilirubin:

  • Fiberoptic blanket,
  • Transfusi untuk menggantikan darah bayi yang sudah rusak dengan darah segar,
  • Hidrasi yang cukup dengan memberikan ASI (baik langsung maupun ASI pompa),
  • Mengobati akar penyebab hiperbilirubin, seperti infeksi.

Penanganan hiperbilirubin pada bayi juga bisa Moms lakukan dengan menjemur bayi atau yang dikenal dengan istilah fototerapi. Namun, usahakan untuk menghindarkan mata bayi dari pancaran langsung sinar matahari.

Selain itu, untuk menangani hiperbilirubin, si kecil juga harus berjemur selama 30 hingga 60 menit setiap hari antara pukul 8-9 pagi. Saat mengajak si kecil berjemur, lepaskan semua pakaiannya.

Sayangnya, mencegah bayi kuning atau hiperbilirubin tidak bisa sepenuhnya Moms lakukan. Pengenalan dini sekaligus pengobatan yang tepat merupakan satu-satunya jalan untuk membantu bayi mencegah kadar bilirubin melampui batas normal atau menyentuh level berbahaya.

Penting untuk Moms ketahui bahwa bayi didiagnosis hiperbilirubin ketika kadarnya melampaui angka 10. Terlebih lagi jika kadar tersebut ditemukan pada bayi yang usianya baru tujuh hari.

 

Kasus hiperbilirubin cukup banyak ditemui pada bayi baru lahir. Apakah anak Moms juga mengalaminya?

 

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.