3-12 bulan

28 Juli 2020

Kepala Bayi Terbentur, Begini Gejala dan Cara Menanganinya

Jangan anggap sepele saat kepala bayi terbentur!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Si Kecil yang saat ini aktif bergerak akan mengekplorasi seluruh sudut rumah.

Meski telah mengubah rumah menjadi lebih ‘ramah anak’ dengan memindahkan banyak barang yang berpotensi bahaya, tetap saja Moms akan mendapati Si Kecil mengalami insiden.

Salah satu kecelakaan yang paling ditakutkan Moms adalah saat kepala bayi terbentur. Biasanya, Moms akan langsung panik saat melihat Si Kecil tergeletak sambil menangis kencang.

Tetap tenang Moms. Biasanya sebagian besar benjolan saat bayi terjatuh tidak memerlukan perhatian medis.

Namun, Moms harus memperhatikan beberapa hal guna memastikan Si Kecil tetap baik-baik saja setelah kepalanya terbentur.

Kondisi Kepala Bayi Terbentur

Kepala Bayi Terbentur Apa yang Harus Dilakukan -1.jpg

Foto: rileychildrens.org

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Brain Pathology tentang jatuh pada anak kecil, hanya sekitar 2 sampai 3 persen yang menyebabkan fraktur tengkorak linier sederhana, dan sebagian besar tidak menyebabkan masalah neurologis.

Moms harus mewaspadai gejala cedera otak traumatis, termasuk gegar otak yang dapat terlihat dalam 24 hingga 48 jam setelah kecelakaan.

Jika bayi menunjukkan gejala-gejala seperti perdarahan yang banyak, terdapat lekuk atau titik lunak pada tengkorak, pembengkakan, muntah lebih dari satu kali, kantuk yang tak tertahan, kehilangan kesadaran atau tidak menanggapi suara dan sentuhan, serta kejang, Moms harus segera menghubungi rumah sakit terdekat.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Benjol di Kepala Balita Akibat Terbentur

Penanganan Kepala Bayi Terbentur

bagaimana penanganan kepala bayi terbentur?

Foto: parents.com

Selain menunggu adanya gejala lanjutan, sebagai pertolongan pertama Moms bisa melakukan beberapa hal ini:

  • Menenangkan Si Kecil
  • Memberikan obat pada bagian kepala yang luka
  • Mengoleskan krim untuk mengempeskan benjolan
  • Bersihkan dan balut semua luka kecil atau lecet pada kulit
  • Periksa perubahan ukuran benjolan
  • Pantau bayi saat tidur siang dan malam hari
  • Membatasi aktivitas bayi
  • Menghubungi dokter jika Moms merasa khawatir

Baca Juga: Bayi Terjatuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Tanda Cedera Kepala Saat Kepala Bayi Terbentur

tanda-tanda cedera saat kepala bayi terbentur

Foto: goodhousekeeping.com

Istilah ‘cedera kepala’ mencakup seluruh rentang cedera, dari benjolan kecil dahi hingga cedera otak traumatis.

Cedera kepala ringan biasanya tidak melibatkan fraktur tengkorak atau cedera otak yang mendasarinya.

Dilansir dari Kids Health, berikut beberapa tanda cedera kepala yang mungkin dialami bayi saat kepalanya terbentur:

1. Perdarahan

Jika bayi jatuh dan mengakibatkan luka atau laserasi, mungkin ada perdarahan signifikan yang memerlukan perhatian medis seperti harus membersihkan dan menjahit luka, bahkan jika tidak ada cedera otak atau tengkorak.

2. Benjolan

Dalam kasus ini, pembengkakan dan benjolan besar atau memar pada kulit dapat muncul tanpa gejala lebih lanjut.

Setelah ada benjolan di kepala, bayi bisa mengalami sakit kepala dan rasa tidak nyaman.

Namun, pada usia ini, sulit bagi mereka untuk mengomunikasikan perasaan ini. Ini mungkin akan muncul sebagai peningkatan kerewelan atau kesulitan tidur.

3. Fraktur Tengkorak yang Luka

Untuk cedera kepala sedang sampai berat biasanya akan melukai atau merusak fraktur tengkorak, memar, gegar otak, pendarahan di otak atau sekitar lapisan yang mengelilinginya, dan gegar otak. Ini adalah jenis cedera otak traumatis yang paling umum dan paling parah.

Meskipun sangat langka, cedera yang lebih parah dapat melibatkan fraktur tengkorak, yang dapat menekan otak dan juga menyebabkan pembengkakan, memar, atau pendarahan di sekitar atau di dalam otak. Ini adalah keadaan paling serius yang memerlukan perhatian medis darurat.

4. Gegar Otak

Gegar otak dapat memengaruhi banyak bagian otak dan menyebabkan masalah pada fungsi otak.

Tanda-tanda gegar otak pada anak-anak dapat meliputi: sakit kepala, hilang kesadaran, perubahan kewaspadaan, dan mual juga muntah.

“Jika Anda melihat salah satu dari gejala ini, hubungi dokter anak Anda. Atau langsung menuju ke ruang gawat darurat jika anak Anda kehilangan kesadaran,” saran Avinash Mohan, M.D., co-chief bedah saraf pediatrik di Rumah Sakit Anak Maria Fareri di Westchester Medical Center, di Valhalla, New York.

Biasanya, dokter akan mengevaluasi bayi untuk berjaga-jaga dan melakukan catatan medis.

Saat mengevaluasi cedera kepala, dokter anak atau dokter gawat darurat kemungkinan akan bertanya tentang bagaimana cedera terjadi, apa yang dilakukan bayi sebelum cedera, dan gejala apa yang dialami bayi setelah cedera.

Dokter mungkin juga melakukan serangkaian pemeriksaan neurologis seperti melihat mata dan melihat respons bayi terhadap suara dan sentuhan, dan juga pemeriksaan fisik umum.

Jika dokter melihat ada hal yang serius, dokter dapat meminta tes pencitraan seperti CT scan.

Baca Juga: Kenali Gejala Gegar Otak Pada Balita

Risiko Saat Kepala Bayi Terbentur

ternyata ini risiko yang akan terjadi ketika kepala bayi terbentur

Foto: todaysparent.com

Sebuah studi tahun 2016 di Swedia, menyimpulkan adanya kemungkinan korelasi antara cedera otak traumatis (termasuk gegar otak ringan) saat kecil, dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental, cacat, dan bahkan kematian saat dewasa.

Anak-anak yang terlalu sering mengalami cedera kepala akan memiliki risiko jangka panjang yang lebih besar.

American Academy of Pediatrics melakukan studi pada anak-anak yang didiagnosis cedera otak traumatis dari ringan hingga parah.

Hasilnya, 39 persen mengembangkan gejala neuropsikiatrik hingga 5 tahun setelah cedera, seperti sakit kepala, gangguan mental, cacat intelektual, depresi/kecemasan, kejang, atau kerusakan otak.

“Kebanyakan orang menganggap gegar otak hanya sebagai benjolan di kepala dan menganggap semuanya akan baik-baik saja,” kata Carol DeMatteo, profesor klinis terapi okupasi di School of Rehabilitation Science di McMaster University, di Hamilton, Ontario.

Baca Juga: Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak

Faktanya, gegar otak secara teknis adalah cedera otak traumatis (TBI), meskipun ini tidak berarti bahwa akan ada kerusakan permanen. "Sekalipun ringan, berhati-hatilah dan awasi anakmu dengan cermat," sarannya.

Kapan Harus ke Dokter?

kapan harus ke dokter saat kepala bayi terbentur?

Foto: Orami Photo Stock

Meski tidak terjadi perdarahan atau luka yang serius, Moms sebaiknya tetap memeriksakan Si Kecil ke dokter saat bayi mengalami benturan di kepala.

Untuk benturan yang tidak terlalu parah, dokter akan menjelaskan cara melakukan perawatan di rumah.

Oleh sebab itu, Moms harus membawa buah hati menemui dokter untuk dievaluasi.

Umumnya, dokter harus mengetahui apakah ada perubahan kebiasaan setelah kepalanya terbentur atau mengecek apakah ada infeksi di bagian kepala yang terbentur.

Pertanyaan yang umum ditanyakan oleh dokter adalah:

  • Bagaimana kejadiannya saat kepala terbentur dan kapan terjadinya?
  • Bagaimana benjolan terlihat saat kepalanya baru terbentur dan apa gejala lain yang timbul?
  • Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda rewel lebih dari biasanya, pingsan, masalah ingatan, muntah, kejang, atau jadi lebih mengantuk?

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Si Kecil. Bila jawaban Moms atas pertanyaan-pertanyaan di atas mengkhawatirkan atau pemeriksaannya menunjukkan tanda-tanda yang berbahaya, dokter akan merekomendasikan agar Si Kecil melakukan evaluasi mendalam untuk mewaspadai cedera kepala yang serius.

Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes neurologi, melihat mata dan respon bayi terhadap suara dan sentuhan, atau bahkan CT scan untuk mengetahui apakah ada cedera yang lebih dalam. Namun, CT Scan biasanya hanya dilakukan saat ada cedera parah pada otak.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan satu atau dua hari untuk Moms mewaspadai tanda-tanda lain yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Waspada! Bayi Rentan Jatuh dari Kasur di Fase Pertumbuhan Ini

Oleh sebab itu, tingkatkan kewaspadaan saat menemani Si Kecil bermain. Karena Moms tidak tahu kapan kepala bayi terbentur bisa terjadi.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait