Kesehatan Umum

2 Oktober 2021

Kenali Penyebab Penebalan Dinding Rahim Serta Gejalanya

Setiap bulan endometrium akan tumbuh dan menebal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Amelia Puteri

Penebalan dinding rahim atau yang biasa disebut endometrial hyperplasia. Kondisi ini membuat pendarahan dan abnormal ketika menstruasi.

Endometrial merupakan kondisi di mana jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim sehingga menimbulkan gejala yang menyakitkan.

Umumnya ditandai dengan tumbuhnya sel-sel endometrium di luar rongga rahim.

Melansir Cleveland Clinic, penebalan dinding rahim bisa meningkatkan risiko kanker endometrium dan juga kanker rahim.

Jenis Penebalan Dinding Rahim

penebalan dinding rahim

Foto: Orami Photo Stock

Terdapat dua jenis utama penebalan dinding rahim.

Jenis ini tergantung pada sel yang tidak biasa, dikenal sebagai atipia.

  • Hiperplasia endometrium tanpa atipia. Jenis ini tidak melibatkan sel yang tidak biasa. Artinya, sel yang tampak normal dan kemungkinan kecil berubah menjadi kanker rahim.
  • Hiperplasia endometrium atipikal. Jenis ini ditandai dengan pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang tidak biasa dan dianggap prakanker. Prekanker berarti ada kemungkinan bisa berubah menjadi kanker rahim tanpa pengobatan.

Dengan mengetahui jenis penebalan dinding rahim, Moms dapat lebih memahami risiko kanker dan segera melakukan pengobatan yang paling efektif.

Baca Juga: Selain Hamil, Ini 6 Penyebab Telat Menstruasi yang Harus Diwaspadai

Penyebab Penebalan Dinding Rahim

penebalan dinding rahim

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa kondisi yang diyakini menjadi penyebab penebalan dinding rahim.

Nah, penyebab yang paling sering dialami yaitu karena kelebihan estrogen. Ketidakseimbangan hormon ini sering kali dikaitkan dengan penyebab kanker rahim.

Jadi tak heran kasus penebalan dinding rahim ini sering kali dianggap sebagai kondisi yang bisa menimbulkan kanker.

Karenanya, Moms harus mengetahui penyebab penebalan dinding rahim nih. Yuk disimak!

1. Menjelang Waktu Menopause

Menopause adalah waktu ketika siklus menstruasi bulanan pada wanita berhenti. Ini terjadi karena saat wanita bertambah usia. Ketika Moms mendekati masa menopause, ovulasi bisa menjadi tak teratur.

Terlebih ketika sudah melewati masa menopause, risiko penebalan dinding rahim hadir pun semakin besar. Hal tersebut dikarenakan hormon progesteron sudah tak lagi diproduksi oleh tubuh.

Baca Juga: 6 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Seks Menjelang Menopause

2. Mengalami Menstruasi yang Tidak Teratur

Perempuan yang mengalami menstruasi tidak teratur memiliki risiko lebih tinggi mengidap penebalan dinding rahim.

Terutama untuk mereka yang berhubungan dengan sindrom ovarium polikistik atau tidak subur.

3. Pernah Menjalani Terapi Estrogen

Ketika seorang perempuan pernah mengonsumsi obat-obatan yang bisa menjadi pengganti estrogen atau menjalani perawatan kanker payudara, kemungkinan tingkat risiko terkena penebalan dinding rahim semakin tinggi.

4. Kegemukan atau Obesitas

Ketika Moms mengalami berat badan yang berlebih, hal ini berpengaruh pada hormon dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan Moms mengalami gangguan hormonal.

Salah satunya adalah gangguan pada produksi hormon progesteron dan estrogen yang menjadi penyebab kondisi penebalan dinding rahim.

5. Kelebihan Estrogen

Estrogen dan progesteron merupakan hormon di ovarium yang mengontrol pertumbuhan dan pelepasan lapisan rahim. Estrogen menyebabkan pertumbuhan lapisan rahim dan progesteron mengimbangi pertumbuhan ini.

Terlalu banyak estrogen dan kekurangan progesteron dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang melapisi rahim. Kondisi ini mengakibatkan penebalan dinding rahim.

Perempuan yang menjalani terapi hormon estrogen tanpa menggunakan progesteron apa pun berisiko mengalami penebalan dinding rahim dan kanker.

6. Mengalami Sindrom Ovarium Polikistik

Melansir National Library of Medicine, 70 persen perempuan dengan PCOS tidak mengalami gejala.

Sindrom ovarium polikistik merupakan kelainan yang melibatkan gangguan hormon yang mengakibatkan munculnya beberapa kista kecil di satu atau kedua ovarium atau tidak.

Umumnya, sindrom ini mengalami gangguan menstruasi sehingga terjadi penebalan dinding rahim.

Lalu, apa saja gejala dan hal yang dirasakan bila mengalami kondisi ini? Simak lebih dalam di sini!

Baca Juga: Bisakah Hamil Setelah Menopause? Ini Penjelasan Lengkapnya

Gejala Penebalan Dinding Rahim

penebalan dinding rahim

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms bingung mengenai kondisi ini, sebaiknya Moms mengenali gejalanya agar dapat mengantisipasi dan segera ditangani oleh dokter.

Umumnya, penebalan dinding rahim bisa saja tidak mengalami keluhan.

Meski demikian, sebagian perempuan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Lamanya periode menstruasi.
  • Darah menstruasi yang keluar terlihat lebih deras atau lebih banyak dari biasanya.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Pendarahan dari vagina meski sudah dalam masa menopause.

Tak hanya itu, gejala penebalan dinding rahim bahkan bisa menyerupai gejala penyakit lain seperti kanker rahim.

Jadi agar lebih jelas, Moms perlu memeriksakan diri ke dokter agar bisa mengetahui kondisi sebenarnya dan mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Baca Juga: 6 Bahan Alami untuk Mengurangi Gejala Menopause

Wanita yang Rentan Terkena Penebalan Dinding Rahim

penebalan dinding rahim

Foto: Orami Photo Stock

Melansir American College of Obstetricians and Gynecologists, penebalan dinding rahim memang bukanlah kanker. Meski demikian, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa memicu kanker rahim.

Jadi, Moms perlu berhati-hati dan mengetahui apa saja pemicu atau kondisi seperti apa yang rentan mendapatkan kondisi ini.

Sama seperti penyakit lainnya, terdapat beberapa keadaan khusus yang membuat perempuan lebih rentan terkena penebalan dinding rahim.

Nah, berikut faktor yang bisa membuat Moms terkena kondisi ini;

  • Pengobatan kanker payudara tertentu.
  • Diabetes.
  • Perempuan dengan menstruasi dini atau sedang menopause.
  • Perempuan yang punya riwayat kanker rahim.
  • Perempuan yang sedang terapi hormon.
  • Perempuan yang belum pernah hamil.
  • Obesitas.
  • Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS.
  • Perempuan yang merokok.
  • Perempuan dengan thyroid.
  • Perempuan dengan ras kulit putih.
  • Punya riwayat menstruasi yang tak teratur dan lama tak menstruasi.

Baca Juga: Apakah Sakit Perut Hebat Saat Menstruasi Bisa Mengganggu Program Hamil?

Cara Mengatasi Penebalan Dinding Rahim

konsultasi

Foto: Orami Photo Stock

Nah, Moms sudah mengetahui perempuan yang rentan terkena penebalan dinding rahim.

Jika Moms masuk ke dalamnya, atau merasakan gejalanya, hal yang paling baik adalah dengan tidak melakukan diagnosa sendiri. Untuk mengatasi hal ini, Moms tentunya perlu untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Agar diagnosisnya tepat, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti USG transvaginal, tes darah, histeroskopi dan biopsi untuk dinding rahim.

Jika hasil diagnosanya sudah tepat, dokter akan melakukan penanganan sesuai dari penyebab penebalan dinding rahim yang Moms alami.

Ada beberapa cara yang akan dilakukan oleh dokter agar bisa sembuh dari kondisi ini. Biasanya hal yang akan dilakukan oleh dokter adalah:

1. Melakukan Terapi Hormon Progesteron

Ketika dinding rahim menebal, hal tersebut biasanya terjadi karena tubuh kekurangan hormon progesteron.

Karena alasan tersebut, dokter pun memberikan terapi hormon melalui pil KB progesteron, IUD yang mengandung hormon progesteron atau melakukan suntik hormon.

2. Melakukan Histerektomi atau Operasi Pengangkatan Rahim

Tindakan ini tidak bisa langsung dilakukan. Biasanya operasi pengangkatan rahim akan dilakukan jika terapi hormon tak berhasil mengobati dinding rahim yang menebal atau kondisinya dicurigai karena adanya pertumbuhan kanker rahim.

Metode ini pun bisa menjadi pilihan untuk menangani penebalan dinding rahim pada perempuan yang sudah menopause.

Perlu diketahui, kondisi ini tidaklah berbahaya jika bisa disembuhkan.

Namun seperti yang sudah disebutkan, kadang kondisi ini bisa menyerupai penyakit lain yang membahayakan.

Baca Juga: Semua Perempuan Wajib Tahu Penyebab Kanker Rahim

Makanan yang Perlu Dihindari

daging merah

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa penelitian ternyata menunjukkan bahwa kondisi rahim yang menebal bisa dipicu oleh makanan yang dikonsumsi, Moms!

Ketahui makanan yang perlu dihindari agar tidak terjangkit kondisi.

1. Makanan Mengandung Lemak Jenuh

Lemak jenuh biasanya ditemukan di makanan yang berminyak seperti gorengan atau makanan cepat saji. Lemak jenuh bisa menyebabkan peradangan yang lebih parah.

Nah dengan mengkonsumsi nya, Moms juga bisa menambah rasa sakit dan ketidaknyamanan endometriosis sebanyak 48 persen. Hati-hati ya, Moms!

2. Daging Merah

Daging merah merupakan jenis makanan yang paling sering disantap.

Namun, beberapa penelitian menemukan daging merah secara signifikan meningkatkan kemungkinan penebalan dinding rahim.

3. Alkohol

Alkohol diketahui bisa meningkatkan protein estrogen dalam tubuh. Nah, estrogen yang meningkat dan berlebih bisa menjadi penyebab penebalan dinding rahim nih, Moms!

Bagaimana informasi mengenai penebalan dinding rahim yang sudah diulas Moms? Jika Moms mengalami gejalanya, jangan ragu untuk langsung periksakan diri ke dokter ya!

  • https://www.healthgrades.com/right-care/womens-health/endometrial-hyperplasia
  • https://www.acog.org/womens-health/faqs/endometrial-hyperplasia
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19910321/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16569-atypical-endometrial-hyperplasia
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait