Bayi

BAYI
12 September 2020

Kondisi Dads saat Pra-Konsepsi Memengaruhi Kesehatan Bayi?

Perhatikan kondisi ayah saat prakonsepsi jika dapat berpengaruh pada kesehatan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak calon ibu yang tahu bahwa kesehatannya dapat mempengaruhi kesehatan bayi, bahkan sebelum hamil yang juga disebut kesehatan pra-konsepsi, dilansir Womenhealth. Saat ini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan pra-konsepsi ayah juga dapat mempengaruhi kehamilan dan bayi.

Salah satunya dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet .

"Ini adalah penilitan yang sangat penting kembali membangun pentingnya perawatan pra-konsepsi agar meningkatkan kualitas hasil kelahiran dan meningkatkan kesehatan pada anak-anak," kata Milton Kotelchuck, profesor pediatri di Harvard Medical School dan seorang ilmuwan senior di Rumah Sakit Umum Massachusetts, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Kapan 'Pra-Konsepsi' Itu?

Apakah Kondisi Ayah Berpengaruh Pada Kesehatan Bayi? -1

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, calon ayah dan ibu tidak menyadari bahwa kondisi kesehatannya juga dapat berpengaruh pada kesehatan bayi.

"Tiga hingga enam bulan sebelum Anda berusaha untuk hamil benar-benar harus difokuskan pada peningkatan kesehatan yang berkualitas," kata Dr. Haywood Brown, profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Duke dan presiden dari American College of Obstetricians dan Gynaecologists, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Berdasarkan perspektif publik, periode prakonsepsi akan mencakup bulan atau tahun yang diperlukan untuk mengatasi faktor risiko pra-konsepsi yang berkaitan dengan diet, gaya hidup dan penyakit kronis seperti obesitas atau diabetes.

“Misalnya, pria yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penurunan jumlah sperma," kata Haywod.

Pada perempuan, obesitas adalah faktor risiko cacat bawaan lahir terkait dengan cacat jantung bawaan. Obesitas juga meningkatkan risiko hal-hal seperti berisiko preeklampsia dan diabetes yang mempengaruhi kesehatan bayi.

"Kami juga tahu bahwa orang yang memiliki berat badan sangat rendah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk bayi menjadi kecil,” jelasnya.

Baca Juga: Konseling Prakonsepsi, Perlu atau Tidak?

Lebih dari Sekedar Sperma

Apakah Kondisi Ayah Berpengaruh Pada Kesehatan Bayi? -2

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Milton, ada lebih banyak hal tentang kesehatan pra-konsepsi untuk calon ayah daripada kualitas spermanya.

"Gen ayah juga sangat penting dalam perkembangan plasenta dan apakah plasenta dipelihara dengan cukup baik," jelasnya.

Jadi selama periode pra-konsepsi dan kehamilan, kesehatan kedua orang tua dapat memengaruhi keturunan, bahkan juga dapat melibatkan risiko jangka panjang pada bayi karena mengandung risiko masalah kardiovaskular, metabolisme, kekebalan, dan neurologis.

Para peneliti menganalisis periode pra-konsepsi dan risiko penyakit di empat bidang: berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas ibu, kekurangan berat badan ibu, faktor ayah dan penggunaan bantuan perawatan reproduksi.

Para peneliti menulis ada bukti yang cukup bahwa periode pra-konsepsi adalah jendela kunci di mana fisiologi ibu dan ayah yang buruk, komposisi tubuh, metabolisme, dan diet dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kronis pada keturunannya seumur hidup/

Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa calon ayah dapat berisiko mengalami gejala depresi jika merasa stres atau jika kesehatannya buruk ketika bayi belum lahir.

"Jika Anda melakukan perawatan pra-konsepsi untuk perempuan karena tertarik pada kesehatan tidak hanya bayi tetapi juga perempuan selama masa hidupnya, Anda juga harus berbicara dengan ayah dengan cara yang sama," jelas Haywood.

Baca Juga: 5 Mitos Prakonsepsi Untuk Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Pasangan Harus Bekerja Sama

Apakah Kondisi Ayah Berpengaruh Pada Kesehatan Bayi? -3

Foto: Orami Photo Stock

Hasil dari studi tersebut menyatakan bahwa kondisi ayah juga ikut andil dalam mempengaruhi kesehatan bayi.

"Studi ini menunjukkan bahwa kesehatan ayah sebelum konsepsi harus dipertimbangkan, karena dapat mempengaruhi hasil kehamilan untuk anak dan ibu," kata pemimpin peneliti Dr. Alex Kasman. Dia adalah dokter residen di departemen urologi di Rumah Sakit Universitas Stanford di Stanford, California.

Secara khusus, ayah dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, kanker atau depresi memiliki peluang 19% lebih tinggi untuk memiliki bayi prematur, peluang 23% lebih tinggi untuk memiliki bayi berat lahir rendah dan 28% peluang lebih tinggi untuk memiliki bayi yang diperlukan tinggal di NICU.

Rahul Gupta, kepala petugas medis dan kesehatan di March of Dimes, mengatakan ada kemungkinan bahwa kesehatan ayah adalah isyarat bahwa sang ibu juga berada dalam kesehatan yang buruk.

“Sebagai contoh, seorang pria gemuk mungkin lebih mungkin bersama perempuan gemuk, sehingga konsekuensi kesehatan dari obesitas seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi kedua pasangan,” kata dia.

Rahul juga sepakat bahwa kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ayah dan berpengaruh pada bayi. Melibatkan kedua orang tua dalam kesehatan prenatal berpotensi untuk menghasilkan bayi yang lebih sehat.

"Sudah waktunya bagi ibu dan ayah untuk membentuk, sebelum mengandung anak tetapi juga selama kehamilan," kata Gupta.

Baca Juga: Prakonsepsi, Saatnya Mempersiapkan Kehamilan

Memiliki perencanaan kehamilan merupakan pilihan terbaik karena terbukti bahwa kondisi ayah dapat berpengaruh pada kesehatan bayi.

Artikel Terkait