Trimester 1

24 Juni 2021

Pengentalan Darah Saat Hamil, Ini Hal yang Perlu Moms Ketahui

Gejalanya sedikit, tapi sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Thrombophilia atau pengentalan darah adalah suatu kondisi di mana darah wanita yang sedang hamil kekurangan cairan dan mengandung protein ACA (Anticardiolipin Antibody) yang tinggi.

Melansir Postgraduate Medical Journal, selama kehamilan faktor pembekuan meningkat, sehingga meningkatkan berpotensi menghasilkan fibrin. Wanita hamil berisiko enam kali lebih tinggi terkena pengentalan darah.

Pengentalan darah saat hamil ini biasanya terjadi saat usia kehamilan memasuki tiga bulan dan dapat berlanjut 6 bulan setelah melahirkan.

Moms perlu mengetahui penyebab, risiko, dan cara mengatasi pengentalan darah saat hamil berikut ini.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil

Penyebab Pengentalan Darah Saat Hamil

Ketahui Mengenai Pengentalan Darah Saat Hamil.jpg

Foto: m3india.in

Pengentalan darah adalah gumpalan darah yang terbentuk ketika darah berubah dari cair menjadi padat. Tubuh biasanya membuat gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan setelah goresan atau luka.

Kondisi kehamilan sendiri merupakan kondisi dan situasi di mana darah sedikit mengental. Hal ini berfungsi untuk melindungi ibu hamil dan janin dari risiko perdarahan.

Namun apabila ibu hamil memiliki trombofilia, dapat menimbulkan kondisi medis yang berbahaya terhadap ibu ataupun janinnya.

Menurut dr. Merwin Tjahjadi, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah–Bintaro Jaya, pengentalan darah dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari yang bersifat genetik (inherited) hingga yang didapat (acquired) atau muncul saat pasien berusia dewasa.

"Penyebab genetik misalnya mutasi faktor 5 leiden, defisiensi protein C, defisiensi Protein S, defisiensi Antitrombin 3. Lalu penyebab yang didapat karena penyakit dan faktor risiko tertentu misalnya sindrom antiphospholipid, obesitas, penggunaan obat-obat tertentu seperti hormon KB dan kehamilan." Jelas dr. Merwin.

Menurut The American Society of Hematology, ciri-ciri pengentalan darah cenderung terjadi di area jantung, otak, paru-paru, lengan dan perut.

Pengentalan darah saat hamil di area jantung akan membuat wanita hamil merasakan sakit yang luar biasa di bagian dada.

Moms akan merasakan napas yang menjadi pendek, pusing, mual dan muntah, keringat mengucur, dan tidak nyaman di tubuh bagian atas.

Sementara jika darah mengental di bagian otak, wanita hamil akan mengalami masalah penglihatan, kesulitan berbicara, sakit kepala yang luar biasa, dan pelemahan di area wajah dan lengan.

Pengentalan darah saat hamil juga dapat menyerang bagian paru-paru dengan gejala napas pendek, jantung yang berdetak lebih cepat, demam, dan batuk darah.

Jika pengentalan darah pada lengan, ibu hamil akan mengalami nyeri, bengkak, dan rasa panas tiba-tiba di area lengan.

Moms juga perlu mengetahui bahwa pengentalan darah dapat terjadi di bagian perut ditandai dengan rasa sakit dengan intensitas yang sering, diare, dan muntah-muntah.

Baca Juga: Ketahui Ragam Cara Menunda Kehamilan, Dari yang Alami Hingga Pil KB

Risiko Pengentalan Darah

Ketahui Mengenai Pengentalan Darah Saat Hamil 3.jpg

Foto: guiainfantil.com

Kerap tidak bergejala, pengentalan darah saat hamil dapat mengakibatkan kematian pada janin dalam kandungan.

Risiko ibu hamil dengan trombofilia:

  • Trombosis tungkai, kaki bengkak, nyeri diakibatkan terjadinya penggumpalan darah pada daerah tungkai.
  • Penggumpalan darah di plasenta sehingga menyebabkan fungsi plasenta tidak optimal, kondisi ini dapat menyebabkan janin tidak berkembang secara optimal.
  • Keguguran, kondisi darah yang terlalu kental dapat menyebabkan keguguran janin di trimester 1 dan 2.
  • Meningkatkan risiko preeklampsia pada ibu hamil .
  • Pada proses persalinan baik per vaginam maupun operasi sesar, dapat menyebabkan lepasnya gumpalan darah menuju paru-paru ataupun jantung yang dapat berakibat fatal pada ibu yang baru melahirkan.

Selain itu, pengentalan saat hamil dapat mengakibatkan stroke dan gangguan fungsi pada pembuluh darah nadi, karena pengentalan darah akan menyumbat pembuluh darah.

Ibu hamil juga akan rentan terhadap anemia, leukopenia, dan memicu pembekuan darah.

Kemudian pengentalan darah ini dapat meningkatkan risiko bayi terlahir prematur yang disebabkan aliran darah tidak teratur.

Aliran darah yang lambat akan memengaruhi plasenta, maka akan menyebabkan jalur makan bayi tidak dapat bekerja secara optimal dan membahayakan kelangsungan hidup bayi dalam kandungan.

Baca Juga: Pendarahan setelah Berhubungan Seks saat Hamil, Normalkah?

Cara Mengatasi Pengentalan Darah

Minim gejala, sebaiknya ibu hamil tidak boleh mengabaikan, karena dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Ada beberapa langkah yang dapat Moms lakukan untuk mengurangi risiko pembekuan darah.

1. Tetap Bergerak

olahraga ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Merwin, pengentalan darah dipicu oleh berat badan yang berlebih dan kurangnya aktivitas fisik.

Diam untuk waktu yang lama dapat menyebabkan aliran darah yang buruk, yang membuat Moms lebih mungkin mengalami pembekuan darah.

Menurut BioMed Research International, ibu hamil yang melakukan perjalanan jarak jauh, seperti duduk diam di pesawat maupun di mobil dapat meningkatkan risiko pengentalan darah.

Maka dari itu ibu hamil harus tetap aktif seperti melakukan gerakan-gerakan kecil untuk meregangkan badan setidaknya selama 30 menit.

Moms juga bisa melakukan yoga ibu hamil di rumah. Cara ini bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin.

2. Perhatikan Pola Makan Diet

ibu hamil diet

Foto: Orami Photo Stock

Moms saat hamil naiknya berat badan sangatlah normal terjadi, tetapi banyak ibu hamil yang tidak percaya diri dengan perubahan fisiknya.

Sebagian akan mengurangi makanan tertentu, padahal janin dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan tepat.

Jika ibu hamil ingin melakukan diet, pastikan memilih pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi fisiknya. Konsumsi makanan sehat seperti, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandum, dan makanan yang mengandung omega 3.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

3. Berhenti Merokok

ibu hamil merokok

Foto: Orami Photo Stock

Bagi Moms yang masih melakukan kegiatan merokok, perlu memberhentikan kegiatan ini saat sedang hamil, karena rokok efektif meningkatkan risiko pengentalan darah.

Merokok merusak lapisan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah.

Moms bisa meminta bantuan dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan merokok.

4. Minum Cukup Air Putih

air putih

Foto: Orami Photo Stock

Ibu hamil perlu minum air putih setidaknya lebih banyak dari sebelum hamil, 3-4 liter setiap harinya. Dehidrasi menyebabkan pembuluh darah menyempit dan darah menebal, yang membuat Moms lebih mungkin mengalami pembekuan darah.

Ibu hamil juga harus rutin mengonsumsi vitamin E yang mampu menghindari gangguan jantung, stroke, dan pengentalan darah.

Baca Juga: 4 Bahaya Obesitas pada Ibu Hamil, Moms Harus Waspada!

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai pengentalan darah. Tidak ada salahnya untuk mewaspadai kondisi-kondisi seperti itu dan berkonsultasi dengan dokter.

"Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan skrining untuk trombofilia, dan jika terbukti, selama kehamilan dianjurkan mengonsumsi obat pengencer darah sesuai anjuran." Ucap dr. Merwin.

Semakin cepat memahami gejala-gejalanya, semakin cepat pula tindakan yang akan dilakukan untuk menghindari risiko buruk terjadi.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2425447/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4361953/
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/blood-clots-during-pregnancy-9087/
  • https://www.hematology.org/education/patients/blood-clots/pregnancy
  • https://www.everydayhealth.com/news/how-to-prevent-deadly-blood-clots-in-pregnancy/
  • https://www.healthline.com/health/dvt-in-pregnancy#outlook
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait