Rupa-rupa

7 Juli 2021

Norma Agama: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Hingga Sanksi

Yuk, bantu Si Kecil mengerjakan tugasnya dengan mengetahui dan memahami lebih dalam tentang norma agama!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Widya Citra Andini

Norma agama adalah salah satu aturan yang dianut oleh masyarakat untuk hidup berdampingan dalam masyarakat. Norma agama sendiri pastinya sangat sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Norma agama pun hadir berdampingan dengan normal lainnya seperti norma hukum dan norma adat.

Norma sendiri adalah sebuah aturan yang mengatur kehidupan masyarakat dalam bersosial. Nah, norma agama ini menyiratkan pentingnya agama dalam mengatur kehidupan bermasyarakat.

Yuk, ketahui lebih dalam mengenai norma agama!

Baca Juga: Kompak Mendalami Agama, 7 Pasangan Artis Ini Hijrah Bersama

Pengertian Norma Agama

norma agama

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan sekilas, norma adalah sebuah aturan yang dijalani oleh masyarakat. Norma sendiri bisa berbentuk tertulis dan tidak tertulis.

Dilansir dari Sosiologis, norma agama sendiri hadir dan bersumber dari keyakinan masyarakat terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Norma ini bisa dikatakan mengambil inspirasi dari ajaran agama melalui ayat-ayat Tuhan yang hadir di dalam kitab suci.

Biasanya, aturan yang hadir dari norma agama sendiri meliputi perintah dan larangan yang sesuai dengan isi kitab suci. Aturan tersebut pun memiliki fungsi sebagai panduan hidup bagi masyarakat.

Tidak seperti norma hukum yang berlaku untuk masyarakat suatu negara tanpa terkecuali, norma agama sendiri adalah sebuah aturan yang berlaku bagi mereka yang meyakini saja.

Kendati demikian, ketika aturan tersebut sebuah mengkristal menjadi norma sosial, norma agama juga bisa menjadi aturan yang berlaku untuk masyarakat umum secara lebih luas.

Ciri-ciri norma agama adalah:

  • Bersumber dari Tuhan.
  • Memiliki sifat yang abadi.
  • Ketika dilaksanakan mendapatkan pahala dan saat dilanggar akan mendapat dosa.
  • Memiliki sifat luas dan berlaku untuk seluruh umat.

Lalu, apa sih tujuan dan fungsi norma agama dalam bermasyarkat? Yuk simak di sini!

Baca Juga: 5 Pahala Istri yang Diselingkuhi Suami, Salah Satunya adalah Jalan Masuk Surga!

Tujuan dan Fungsi Norma Agama

norma agama

Foto: Orami Photo Stock

Usai mengetahui definisi norma agama, yuk bahas mengenai tujuan dan fungsi dari norma sosial yang satu ini.

Dilansir dari Dosen Pendidikan, tujuan dari terbentuknya norma agama sendiri adalah menyempurnakan manusia dan menjadikan manusia yang baik serta menjauhi hal yang bersifat buruk.

Berbeda dengan norma yang hadir dalam masyarakat, norma agama sendiri lebih mengarah kepada batin manusia.

Jadi, ketika seseorang menaati norma agama yang sudah terbentuk dan berperilaku baik, orang tersebut akan merasa lebih tenang dalam menjalani hidup.

Nah, norma agama pun memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Panduan hidup manusia yang bersal dari Tuhan yang Maha Esa sehingga bersifat mutlak.
  • Menyediakan batasan perilaku menurut perspektif yang bersifat ketuhanan.
  • Panduan hidup untuk mengatur hubungan antar manusia sekaligus manusia dan Tuhan.
  • Sebagai aturan dalam menjaga tata prilaku serta tindakan sosial yang sifatnya preventif atau pencegahan.

Dalam masyarakat yang religius, norma agama akan dijunjung tinggi dan memiliki peran yang sangat signifikan.

Sementara itu, ketika masyarakat yang ada dalam sebuah wilayah menganut kepercayaan sekuler, norma ini pun seringkali dianggap tidak begitu penting sehingga tidak bisa diberlakukan.

Sementara itu, di Indonesia sendiri ada banyak norma aturan bermasyakat yang memiliki sumber dari berbagai ajaran agama.

Agama sendiri berperan sangat penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan berperilaku warga negara Indonesia.

Contoh Norma Agama

norma agama

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa contoh norma agama yang pula dijadikan aturan tertulis dalam bermasyarakat. Contoh norma agama yaitu sebagai berikut.

1. Mencuri

Semua agama melarang perbuatan pencurian. Mencuri adalah mengambil barang orang lain tanpa izin atau mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Aturan dalam mencuri sendiri sudah dimasukkan ke dalam norma hukum dan sanksi yang diberikan berupa hukum pidana.

2. Berzina

Berzina sendiri adalah ketika dua orang melakukan hubungan intim bukan dengan pasangan sahnya baik secara hukum dan agama.

Berzina sendiri dilarang oleh agama karena perbuatan ini bisa memberikan dampak buruk. Dampak buruk dari berzina adalah;

  • Menyebarkan penyakit menular seksual, terutama jika sering berganti pasangan.
  • Ketika hamil, tidak diketahui dengan pasti asal usul anak yang dikandung.
  • Menurunnya moralitas suatu masyarakat.
  • dan lain sebagainya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bagi beberapa daerah atau negara, berzina dianggap biasa saja dan tidak menurunkan moralitas masyarakat.

Meski demikian, hal tersebut berbeda dengan masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama.

Secara norma hukum sendiri, tidak ada atau belum ada hukuman jelas yang mengatur tentang perzinaaan.

3. Tak Melaksanakan Ibadah Wajib

Bagi seseorang yang religius dan menjunjung tinggi norma agama, tidak melaksanakan ibadah wajib akan membuat hatinya merasa bersalah.

Ibadah wajib yang dimaksudkan sendiri seperti sholat di agama islam, atau ibadah dan sembahyang di dalam agama lain.

Sholat, ibadah, atau sembahyang sendiri diyakini sebagai salah satu bentuk atau cara berhubungan dengan Tuhan yang Maha Esa.

Ibadah wajib sendiri dilakukan sebagai wujud rasa syukur, meminta pengampunan, hingga menggantungkan doa bagi masyarakat religius.

Ketika tidak melakukan ibadah wajib, seseorang akan dianggap telah melakukan dosa atau kesalahan meskipun tidak ada sanksi tertulis orang tersebut akan mendapatkan hukuman.

Namun, biasanya orang yang melanggar akan merasa bersalah dan berdosa.

Baca Juga: 35 Ucapan Selamat Hari Natal yang Indah untuk Teman dan Keluarga

4. Tidak Menghormati Orang Tua

Agama memerintahkan para penganutnya untuk menghormati dan bersikap baik kepada orang tua. Terlebih kepada orang tua yang telah melahirkan kita.

Meski tak ada sanksi hukum yang mengatur tentang hukuman tertulis bagi seseorang yang tak menghormati orang tua, norma agama mengatur mengenai hal ini.

Jika seseorang tidak menghormati orang tua, orang tersebut biasanya akan merasa bersalah, berdosa, dan menyesal karena telah berbuat sesuatu yang sudah melanggar norma agama.

Baca Juga: Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah, Berpahala Menyambut Idul Adha

5. Fitnah

Fitnah sendiri memiliki arti menyebarkan kabar bohong mengenai seseorang. Kabar bohong yang disebarkan pun bersifat buruk dan bisa sangat merugikan satu pihak.

Fitnah sendiri biasanya hadir karena seseorang tidak ingin melihat keberhasilan orang lain. Dalam semua agama, tindakan ini sangatlah dilarang dan bukan menjadi perbuatan yang terpuji.

Memfitnah bisa melukai nama baik seseorang dan bahkan merusak hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Dalam beberapa negara, memfitnah pun bisa mendapatkan jeratan norma hukum yang tetulis. Bahkan seseorang bisa mendapatkan hukuman berupa pidana kurungan atau denda karena memfintah seseorang.

Sanksi Norma Agama

norma agama

Foto: Orami Photo Stock

Meski sebagian dari norma agama tidak diatur juga di dalam norma hukum tertulis, norma agama pun memiliki sanksi bagi pelanggarnya.

Sanksi bagi pelanggar norma agama adalah sebagai berikut.

  • Merasa bersalah
  • Selalu merasa was-was
  • Hidup menjadi tidak tenang
  • Merasa berdosa
  • Dikucilkan masyarakat
  • Tak dipercaya orang lain
  • Dan lain sebagainya

Nah itu dia Moms penjelasan mendalam mengenai norma agama. Semoga bisa membantu untuk meningkatkan kualitas hidup kita dalam bermasyarakat ya, Moms!

  • http://sosiologis.com/norma-agama
  • https://www.dosenpendidikan.co.id/norma-agama/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait