Gizi

7 Desember 2021

Pengganti Garam Himalaya untuk MPASI, Sudah Coba, Moms?

Apa saja manfaatnya? Cek di sini Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Karla Farhana

Sudah menjadi rahasia umum bahwa garam tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia setahun. Jadi, Moms memerlukan pengganti garam himalaya.

Dilansir dari Healthdirect, bayi dan anak di bawah 11 tahun hanya boleh mengonsumsi gula dalam jumlah yang kecil.

Bila bayi mendapatkan ASI, mereka akan mendapatkan cukup garam dari ASI. Susu formula pun memiliki kandungan garam yang serupa.

Banyak yang menyebutkan bahwa himalayan pink salt dapat dijadikan pengganti garam karena lebih sehat. Mari simak ulasannya lebih lanjut!

Pengganti Garam Himalaya

pengganti garam

Foto: combeefarmorganic.co.uk

Himalayan pink salt berasal dari Himalaya, dari Tambang Garam Khewra di Pakistan.

Meski memiliki komposisi kimia yang mirip dengan garam dapur, himalayan pink salt bebas dari sebagian besar polutan dan semua jenis pemrosesan kimia.

Bahkan, pengganti garam himalaya ini sering disebut ‘garam paling murni di bumi.’

Biasanya berwarna putih pucat hingga merah muda cerah, yang dianggap berasal dari mineral, seperti:

Himalayan rock salt pertama kali ditambang pada tahun 1849 oleh seorang insinyur pertambangan Inggris bernama Dr. Warth.

“Garam laut himalaya tidak memiliki iodin atau zat anti-gumpalan tambahan. Namun, yodium sangat penting untuk diet kita, dan yodium ditambahkan ke garam meja di AS untuk mencegah kekurangan yodium,” ujar ahli gizi terdaftar Kelsey Mangano, PhD, RD, asisten profesor di Universitas Massachusetts Lowell.

Baca Juga: Garam untuk Bayi, Apakah Perlu?

Himalayan pink salt memiliki 84 mineral alami termasuk:

  • Natrium klorida
  • Sulfat
  • Kalsium
  • Kalium
  • Magnesium

Garam ini juga memiliki kandungan natrium yang lebih rendah daripada garam meja biasa karena kurangnya pemrosesan dan ukurannya yang lebih besar.

Meski begitu, ahli gizi anak, Sarah Almond Bushell MPhil, BSc, RD, MBDA, mengatakan penggunaan pengganti garam himalaya harus dihindari anak di bawah 1 tahun.

“Meski garam himalaya mengandung mineral dan bahan alami, garam ini masih mengandung sodium chloride, sehingga harus dihindari anak di bawah 1 tahun,” katanya.

Oleh sebab itu, sebaiknya Moms menggunakan pengganti garam himalaya ini bila usia Si Kecil sudah lebih besar.

Baca Juga: Ini Takaran Garam per Hari yang Direkomendasikan Ahli

Takaran Himalayan Pink Salt

pengganti garam

Foto: thebarbecuestore.es

Karena himalayan pink salt memiliki komposisi kimia yang sama, disarankan untuk mengikuti aturan yang sama seperti garam lainnya.

Moms bisa memperkenalkan pengganti garam himalaya ini kepada bayi di atas usia 1 tahun.

Meskipun pengganti garam satu ini lebih sehat daripada garam biasa, tetap saja perlu digunakan dalam jumlah sedang.

Sehingga, bayi tidak kecanduan makanan asin. Dilansir dari My Little Moppet, jumlah maksimum garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah:

  • 1-3 tahun: 2 g garam per hari (0,8 g natrium)
  • 4-6 tahun: 3 g garam per hari (1,2 g natrium)
  • 7-10 tahun: 5 g garam per hari (2 g natrium)

Karena himalayan pink salt memiliki tekstur yang lebih kasar, pastikan untuk mencampurnya dengan baik. Ini juga memiliki rasa yang sedikit lebih lembut daripada garam meja.

Garam ini akan menjadi alternatif yang jauh lebih baik daripada garam biasa.

Karena tidak diproses dan bebas dari bahan kimia dan pengawet, sehingga Moms bisa yakin telah memberi Si Kecil bahan terbaik.

Baca Juga: 3 Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan, Bisa Meredakan Nyeri!

Melihat manfaat himalayan pink salt sebagai pengganti garam biasa, tentunya akan menjadi pilihan terbaik untuk Si Kecil, ya!

Bahkan ternyata, bisa juga dikonsumsi untuk Moms dan keluarga lho!

  • https://www.healthdirect.gov.au/salt
  • https://www.thehealthy.com/food/know-about-himalayan-pink-salt/
  • https://www.mylittlemoppet.com/can-i-give-my-baby-himalayan-salt/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait