2-3 tahun

2-3 TAHUN
19 Mei 2020

Pengganti Garam untuk MPASI, Coba Himalayan Pink Salt!

Apa saja manfaatnya? Cek di sini Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Sudah menjadi rahasia umum bahwa garam tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun.

Dilansir dari Healthdirect, bayi dan anak di bawah 11 tahun hanya boleh mengonsumsi gula dalam jumlah yang kecil.

Bila bayi mendapatkan ASI, mereka akan mendapatkan cukup garam dari ASI. Susu formula pun memiliki kandungan garam yang serupa.

Banyak yang menyebutkan bahwa himalayan pink salt dapat dijadikan pengganti garam karena lebih sehat. Mari simak ulasannya lebih lanjut!

Himalayan Pink Salt Sebagai Pengganti Garam

pengganti garam

Foto: combeefarmorganic.co.uk

Himalayan pink salt berasal dari Himalaya, dari Tambang Garam Khewra di Pakistan.

Meski memiliki komposisi kimia yang mirip dengan garam dapur, himalayan pink salt bebas dari sebagian besar polutan dan semua jenis pemrosesan kimia, dan sering disebut ‘garam paling murni di bumi.’

Biasanya berwarna putih pucat hingga merah muda cerah, yang dianggap berasal dari mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, tembaga dan besi.

Himalayan rock salt pertama kali ditambang pada tahun 1849 oleh seorang insinyur pertambangan Inggris bernama Dr. Warth.

“Garam laut himalaya tidak memiliki iodin atau zat anti-gumpalan tambahan. Namun, yodium sangat penting untuk diet kita, dan yodium ditambahkan ke garam meja di AS untuk mencegah kekurangan yodium,” ujar ahli gizi terdaftar Kelsey Mangano, PhD, RD, asisten profesor di Universitas Massachusetts Lowell.

Baca Juga: Garam untuk Bayi, Apakah Perlu?

Himalayan pink salt memiliki 84 mineral alami termasuk natrium klorida, sulfat, kalsium, kalium, dan magnesium, semuanya penting bagi tubuh manusia.

Garam ini juga memiliki kandungan natrium yang lebih rendah daripada garam meja biasa karena kurangnya pemrosesan dan ukurannya yang lebih besar.

Meski begitu, ahli gizi anak, Sarah Almond Bushell MPhil, BSc, RD, MBDA, mengatakan bahwa penggunaan garam himalaya harus dihindari oleh anak di bawah 1 tahun.

“Meski garam himalaya mengandung mineral dan bahan alami, garam ini masih mengandung sodium chloride, sehingga harus dihindari anak di bawah 1 tahun,” katanya.

Oleh sebab itu, sebaiknya Moms menggunakan himalayan pink salt sebagai pengganti garam bila usia Si Kecil sudah lebih besar.

Baca Juga: Ini Takaran Garam per Hari yang Direkomendasikan Ahli

Ukuran Pemberian Himalayan Pink Salt

pengganti garam

Foto: thebarbecuestore.es

Karena himalayan pink salt memiliki komposisi kimia yang sama, disarankan untuk mengikuti aturan yang sama seperti garam lainnya, yakni diperkenalkan kepada bayi di atas usia 1 tahun.

Meskipun pengganti garam satu ini lebih sehat daripada garam biasa, tetap saja perlu digunakan dalam jumlah sedang sehingga bayi tidak kecanduan makanan asin. Jumlah maksimum garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah:

  • 1 hingga 3 tahun - 2 g garam per hari (0,8 g natrium)
  • 4 hingga 6 tahun - 3 g garam per hari (1,2 g natrium)
  • 7 hingga 10 tahun - 5 g garam per hari (2 g natrium)

Karena himalayan pink salt memiliki tekstur yang lebih kasar, pastikan untuk mencampurnya dengan baik. Ini juga memiliki rasa yang sedikit lebih lembut daripada garam meja.

Garam ini akan menjadi alternatif yang jauh lebih baik daripada garam biasa, tidak diproses dan bebas dari bahan kimia dan pengawet, sehingga Moms bisa yakin telah memberi Si Kecil bahan terbaik.

Baca Juga: 3 Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan, Bisa Meredakan Nyeri!

Melihat manfaat himalayan pink salt sebagai pengganti garam biasa, tentunya akan menjadi pilihan terbaik untuk Si Kecil ya. Bahkan ternyata, bisa juga dikonsumsi untuk Moms dan keluarga lho!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait