Kesehatan

29 Mei 2021

Lebih Sehat, Gunakan 5 Pengganti Santan Ini!

Ingin tahu alternatif pengganti santan? Ini ulasannya, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Seberapa penting Moms mengetahui bahan-bahan pengganti santan? Memang tidak dapat diragukan, kalau makanan bersantan itu memiliki rasa yang gurih dan sangat nikmat untuk disantap.

Sebut saja beberapa makanan bersantan yang populer di Indonesia, seperti opor ayam, sayur lodeh, gulai, kari, soto Medan, rendang, dan lainnya. Semua makanan bersantan tersebut memang sangat lezat.

Namun, perlu dipahami bahwa mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan dapat berbahaya untuk kesehatan.

Untuk itu, pahami bahan pengganti santan yang bisa menjadi pilihan Moms saat memasak, ya. Berikut ini ulasannya!

Baca Juga: Ini 4 Tips Makan Makanan Santan yang Bisa Dilakukan

Bahan Pengganti Santan

Ada banyak bahan-bahan pengganti santan yang tidak akan mengurangi kelezatan dari makanan. Hal ini penting untuk dipahami, sebab konsumsi santan berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Di dalam santan terkandung kalori yang cukup tinggi, di mana 93 persen kalori tersebut datang dari lemak, termasuk lemak jenuh yang dikenal sebagai trigliserida (MCTs).

Satu cangkir santan sudah mengandung 90 persen dari total kebutuhan lemak jenuh dalam satu hari. Dengan kandungan tersebut, ada bahaya mengonsumsi makanan bersantan berlebihan.

Nah, berikut ini bahan-bahan pengganti santan yang dapat Moms pilih, yaitu:

1. Susu Kedelai

Susu Kedelai.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Susu kedelai (soy milk) dinilai menjadi salah satu alternatif terbaik pengganti santan.

Susu kedelai memiliki nilai gizi yang tinggi, sebanding dengan susu sapi. Dibandingkan susu nabati lainnya, susu kedelai mengandung lebih banyak protein, kaya akan sumber serat, dan menjadi lemak yang baik untuk tubuh.

Manfaat susu kedelai lainnya, yaitu antikanker. Susu kedelai juga mengandung fitonutrien yang dikenal sebagai isoflavon, yang telah terbukti memiliki sifat antikanker.

Dikutip dari jurnal Trends in Biosciences, isoflavon memiliki banyak manfaat kesehatan antara lain penurunan kolesterol, meredakan gejala menopause, pencegahan osteoporosis dan pengurangan risiko kanker tertentu (kanker prostat dan kanker payudara).

Apabila saat ini Moms mengikuti pola makan vegan, maka Moms bisa memilih susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium dan sebaiknya tanpa pemanis.

Namun, perlu dipahami bahwa susu kedelai akan lebih encer dari santan dan mungkin ini menjadi kesulitan tersendiri bagi Moms yang sedang memasak makanan.

Jadi, cara untuk menyiasatinya adalah perbandingan 1:1. Moms dapat menambahkan sedikit tepung jagung untuk mengentalkan adonannya. Atau, Moms dapat menambahkan sari kelapa ke dalam santan.

Terpenting adalah tidak memasukkan santan terlalu banyak ke dalam adonan, sehingga nilai gizinya akan jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Nutrisi Penting dalam Susu Formula Kedelai bagi Tubuh

2. Susu Segar

Susu Segar

Foto: Orami Photo Stock

Pengganti santan berikutnya, yaitu susu segar (fresh milk). Susu segar ini bisa berasal dari susu sapi atau susu kambing etawa yang dapat menggantikan fungsi dari santan.

Nah, apabila Moms ingin membuat makanan dan minuman penutup, maka susu segar menjadi pilihan yang tepat.

Namun, perlu dipahami, susu segar memiliki kandungan laktosa yang cukup tinggi, sehingga tidak cocok dikonsumsi untuk mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

Beberapa gejala orang yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu sakit perut, perut kembung, mual, dan diare.

Gejala-gejala dapat dirasakan antara 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi susu atau makanan yang mengandung susu.

Jadi, apabila Moms dan anggota keluarga memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu, pertimbangkan pengganti santan lainnya, ya.

Selain susu segar, susu evaporasi juga dapat menjadi pilihan pengganti santan. Susu evaporasi adalah olahan susu segar yang kadar airnya sudah dihilangkan 60 persen. Susu evaporasi ini cenderung tawar rasanya, namun tetap terasa gurih dan creamy.

3. Susu Almond

Susu Almond

Foto: Orami Photo Stock

Susu almond juga dapat menjadi pengganti santan yang akan menjadi pelengkap masakan Moms.

Pastikan memilih susu almond tanpa pemanis atau unsweetened. Susu almond jauh lebih rendah lemak, serta memiliki lebih tinggi kandungan kalsium dan kalium.

Susu almond merupakan minuman yang rendah kalori, sehingga kita tidak perlu khawatir berat badan akan bertambah jika banyak mengonsumsinya.

Baik susu almond dan santan adalah alternatif bebas laktosa untuk susu sapi dan dapat digunakan dalam memasak dan memanggang berbagai jenis makanan yang lezat.

Tidak hanya itu, rasa kacang almond yang manis membuatnya menjadi pengganti yang baik untuk makanan penutup, smoothie, dan sereal.

Nah, susu almond ini memiliki konsistensi yang lebih tipis. Cara menyiasatinya, Moms dapat mencampurkannya dengan tepung maizena agar lebih kental.

4. Susu Mete

Susu Mete.jpg

Foto: freepik.com

Susu kacang mete atau cashew milk dapat menjadi pengganti santan yang juga memiliki nilai gizi cukup tinggi.

Susu mete memiliki tekstur yang lebih halus dan lebih lembut daripada susu kacang lainnya dan meniru konsistensi susu sapi.

Susu mete secara alami rendah kalori dan protein tetapi mengemas lebih banyak lemak daripada kebanyakan susu nabati.

Sebagai alternatif lainnya, Moms juga bisa menggunakan krim mete, yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi dan sehalus santan. Moms dapat menukar susu mete dengan rasio 1:1 saat mengolah makanan.

Baca Juga: 4 Cara Nyaman Santap Hidangan Bersantan Tanpa Takut Kolesterol Tinggi

5. Yoghurt

Yoghurt.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms bahwa yoghurt bisa menjadi pilihan pengganti santan? Nah, sebaiknya pilih plain yogurt atau greek yogurt, ya.

Yoghurt adalah olahan susu yang memiliki cita rasa asam, tapi teksturnya creamy.

Dilihat dari sisi kesehatan, yoghurt juga memiliki banyak manfaat. Yoghurt yang dibuat dengan cara difermentasi ini menghasilkan bakteri baik bernama probiotik.

Probiotik ini bermanfaat bagi usus karena membantu mengatur sistem pencernaan dan mengurangi gas, diare, sembelit, dan perut kembung.

Untuk itulah, yoghurt dapat menjadi pilihan pengganti santan untuk mengolah makanan. Namun, yoghurt memiliki rasa yang cenderung asam, sehingga perhatikan cara mengolah makanan yang tepat agar tidak merusak rasanya.

Baca Juga: Ini 4 Tips Makan Makanan Santan yang Bisa Dilakukan

Ingat, apabila Moms terlalu banyak mengonsumsi makanan yang ada di dalamnya mengandung banyak lemak jenuh, seperti santan, dapat mengakibatkan munculnya penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes. Untuk itu, ketahui pilihan pengganti santan yang dapat Moms pilih.

  • https://fibercreme.com/6-bahan-pengganti-santan/
  • https://thedaringkitchen.com/coconut-milk-substitute/
  • https://www.healthline.com/nutrition/coconut-milk-substitute
  • https://www.researchgate.net/publication/307436295_The_Benefits_of_Consuming_Soya_milk-_A_Review
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait