Kesehatan

22 September 2021

Dads Perlu Tahu, Ini 6 Penyebab Penis Mengecil

Mulai dari gaya hidup hingga penyakit bisa sebabkan penis mengecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Banyak pria yang sibuk mencari tahu cara membesarkan penis. Namun, tahukah Dads bahwa penis juga bisa mengecil? Kondisi penis mengecil atau disebut penis shrinkage ini bisa terjadi pada siapa saja, lho.

Pada beberapa kasus, penis mengecil terjadi karena hasil dari kondisi yang dapat diobati, atau karena gaya hidup yang kurang sehat.

Namun, bukan tidak mungkin jika hal ini terjadi secara permanen.

Memang, ukuran penis setiap pria sangatlah bervariasi. Meski ada yang berpikir bahwa mereka memiliki ukuran penis di atas rata-rata, padahal sebenarnya termasuk ukuran normal.

Lantas, mengapa ukuran penis bisa mengecil? Apa saja faktor yang bisa jadi penyebabnya? Yuk, simak pembahasannya!

Berbagai Penyebab Penis Mengecil

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab penis mengecil. Berikut ini di antaranya:

1. Penuaan

penis mengecil

Foto: medpagetoday.com

Seiring bertambahnya usia pria, timbunan lemak di arteri dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke penis.

Akibatnya, sel-sel otot di saluran ereksi di dalam penis pun melemah.

Perlu diketahui bahwa ereksi terjadi ketika saluran ereksi dipenuhi oleh darah.

Jadi, jika aliran darah ke bagian tersebut lebih sedikit, ereksi yang dihasilkan pun lebih lemah dan penis terlihat mengecil.

Baca juga: Benarkah Obat Kuat Alami Telur Bebek Bisa Atasi Disfungsi Seksual pada Pria?

Kemungkinan lain yang jadi penyebab penis mengecil adalah penumpukan jaringan parut.

Jaringan tersebut terbentuk dari cedera kecil akibat olahraga atau berhubungan intim, yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Penumpukan jaringan parut tersebut kemudian menjadi penyebab penyusutan penis dan tidak maksimalnya ereksi.

2. Kenaikan Berat Badan

Bukan Hanya Calon Moms, Berat Badan Calon Dads Juga Pengaruhi Promil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Dads memiliki tumpukan lemak di sekitar perut?

Hati-hati, dampak dari kenaikan berat badan, terutama penumpukan lemak di perut, dapat menjadi salah satu penyebab penis mengecil.

Sebenarnya, yang terjadi bukanlah penyusutan ukuran penis. Melainkan tampak lebih kecilnya penis akibat penambahan berat badan.

Karena penis menempel di dinding perut, saat perut menumpuk lemak, penis jadi tampak tertarik ke dalam.

Bila ini penyebabnya, yang perlu Dads lakukan adalah menurunkan berat badan, agar lemak di perut berkurang.

Dengan begitu, Dads akan melihat kembali bentuk dan ukuran penis yang biasanya.

3. Menjalani Operasi Prostat

1 Pengobatan Kanker Prostat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa penelitian menunjukkan, pria yang telah menjalani operasi pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi radikal) mungkin mengalami penyusutan penis.

Salah satunya diungkapkan dalam laporan pada 2008 yang diterbitkan di International Journal of Impotence Research.

Riset tersebut menemukan bahwa 71% pria yang menjalani prostatektomi radikal mengalami penyusutan ukuran penis.

Namun, para peneliti belum yakin penyebab pasti mengapa hal tersebut terjadi.

Beberapa dari mereka berpikir bahwa ini mungkin terkait dengan tabung uretra, yang menghubungkan ke kandung kemih, yang memendek selama prostatektomi.

4. Penyakit Peyronie

penis mengecil

Foto: charlottemenshealth.com

Pernah dengar tentang penyakit peyronie? Penyakit ini terjadi ketika jaringan parut fibrosa berkembang di dalam penis, sehingga menyebabkannya menjadi melengkung saat ereksi.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK), penyakit peyronie memengaruhi hingga 23% persen pria berusia 40-70 tahun.

Ada kemungkinan lebih banyak pria memiliki kondisi ini tetapi belum melaporkannya ke dokter karena malu.

Baca juga: Kenapa Vagina Kering saat Berhubungan Seks? Ini 7 Penyebabnya!

Penyakit peyronie dapat menyebabkan pengurangan panjang dan lingkar penis pria.

Terkadang, penyakit ini hilang dengan sendirinya seiring waktu. Namun, ada kemungkinan juga menjadi permanen atau memburuk.

Dokter biasanya hanya akan menyarankan pengobatan jika kondisi ini menyebabkan rasa sakit atau menyulitkan saat berhubungan intin.

5. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa pengobatan dapat menyebabkan mood swing

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa obat dapat menyebabkan penyusutan ukuran penis.

Misalnya obat Adderall yang diresepkan untuk kondisi ADHD, antidepresan dan antipsikotik, dan beberapa obat yang diresepkan untuk mengobati pembesaran prostat.

Studi pada 2012 yang dilaporkan di The Journal of Sexual Medicine, menemukan hal ini.

Beberapa subjek penelitian pria yang menggunakan finasteride untuk mengobati pembesaran prostat, melaporkan ukuran penis yang lebih kecil dan sensasi yang berkurang.

Penelitian pada 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Urology juga menemukan hal serupa.

Para peneliti menemukan bahwa 41% pria yang menggunakan dutasteride untuk pengobatan pembesaran prostat, mengalami beberapa bentuk disfungsi seksual.

6. Kebiasaan Merokok

Penyebab perut buncit - merokok.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bahan kimia yang terkandung dalam rokok dapat melukai pembuluh darah di penis, dan membuatnya sulit terisi darah dan meregang.

Terlepas dari rangsangan dan efeknya pada otak, jika pembuluh darah rusak, penis tidak akan mencapai ereksi.

Menurut sebuah laporan dari BBC, hasil penelitian menemukan perokok memiliki penis ereksi yang lebih pendek dibandingkan pria yang tidak merokok.

Para peneliti percaya ini karena merokok menghambat aliran darah, yang mungkin mengurangi panjang penis.

Baca juga: 7+ Manfaat Air Mani, Bukan Hanya untuk Reproduksi lho Moms!

Penanganan untuk Penis Mengecil

penis mengecil

Foto: njurology.com

Sebagian besar penyebab penis mengecil, seperti merokok dan penambahan berat badan, dapat diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Jika obat-obatan menyebabkan penis mengecil, penyesuaian dalam pengobatan dapat mengembalikan kondisi.

Untuk beberapa pria yang mengalami penis mengecil setelah pengangkatan prostat, kondisinya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan hingga satu tahun.

Rehabilitasi penis (suatu bentuk terapi fisik) setelah operasi dapat membantu pria mendapatkan kembali fungsi ereksi.

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk meningkatkan aliran darah ke penis.

Sementara itu, bila disebabkan oleh penyakit peyronie, pengangkatan jaringan parut dari dalam penis bisa dilakukan.

Baik dengan obat-obatan, pembedahan, atau teknologi ultrasound.

Penyusutan penis mungkin tidak dapat diubah, tetapi kelengkungan dapat diperbaiki.

Hal ini dapat membantu meningkatkan fungsi seksual dan mengurangi rasa sakit.

Jadi, bila Dads merasa mengalami penis mengecil, cobalah lakukan upaya untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, mengurangi berat badan, dan menghindari rokok.

Baca Juga: Simak 5 Bahan yang Bisa Menjadi Obat Disfungsi Ereksi Alami Ini, Yuk

Bila merasa sudah melakukan itu semua, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter dan menjalani pemeriksaan.

Sebab, bisa jadi penis mengecil terjadi karena masalah kesehatan tertentu yang perlu diobati.

  • https://www.nature.com/articles/ijir200814
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/penile-curvature-peyronies-disease
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22789024/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24246318/
  • http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/139801.stm
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320883
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait