Kehamilan

13 Juli 2020

Penjelasan Tentang Gondongan Saat Hamil yang Moms Wajib Tahu

Gondongan merupakan penyakit yang jarang terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie
Disunting oleh Dina Vionetta

Selama kehamilan sistem kekebalan tubuh cenderung melemah. Hal tersebut membuat ibu hamil akan mudah terserang oleh penyakit.

Salah satunya, ibu hamil rentan terhadap penyakit gondongan.

Pregnancy Birth and Baby mengatakan gondong adalah infeksi virus menular yang paling sering menyerang anak-anak berusia antara 5 dan 15 tahun.

Tapi juga bisa menyerang semua umur, termasuk ibu hamil. Berikut ini gejala dan cara mengatasi gondongan saat hamil yang perlu Moms ketahui.

Penyebab Gondongan Saat Hamil

gondongan saat hamil.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Gondongan disebabkan oleh virus gondong dan menyebar melalui kontak secara langsung dengan penderita, bersin, atau batuk.

Virus akan berpindah dari saluran pernapasan (hidung, mulut, dan tenggorokan) ke kelenjar parotis tempat mulainya virus berkembang biak.

Hal tersebut menyebabkan peradangan dan pembengkakan kelenjar.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, virus dapat memasuki cairan serebrospinal atau cairan yang mengelilingi dan melindungi otak dan tulang belakang.

Setelah virus memasuki cairan tersebut, virus akan menyebar ke bagian lain seperti otak pankreas, testis pada laki-laki, atau ovarium pada anak perempuan.

Baca Juga: Perbedaan Penyakit Gondok dan Gondongan Pada Anak

Gejala Gondongan Saat Hamil

gondongan saat hamil 2.jpg

Foto: momjunction.com

Gejala gondong biasanya berkembang 14 hingga 25 hari setelah terinfeksi virus.

Dikutip dari Central of Disease and Control and Prevention, gejala yang biasa dialami adalah pembengkakan kelenjar parotis, sepasang kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.

Gondongan ditemukan di kedua sisi wajah, tepat di bawah telinga.

Pembengkakan umumnya memengaruhi kedua kelenjar dan dapat menyebabkan rasa sakit, nyeri saat tertekan di area yang bengkak, dan kesulitan menelan.

Selain itu, gejala yang dapat dialami adalah suhu badan tinggi, tidak nyaman saat mengunyah, nyeri sendi, mulut kering sakit kepala, perasaan tidak sehat, merasa lelah, sakit ringan di bagian perut, hingga kehilangan selera makan.

Baca Juga: Gondongan di Testis, Bisakah Mengakibatkan Ketidaksuburan?

Risiko Gondongan Saat Hamil

gondongan saat hamil 3.jpg

Foto: universityobgynassoc.com

Gondongan saat hamil mungkin lebih mengkhawatirkan.

Penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi janin dalam kandungan.

Gondongan juga sering dikaitkan dengan risiko keguguran, terutama di trimester pertama kehamilan.

Dalam sebuah penelitian gondongan meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin dalam kandungan hingga 27%.

Selain itu, gondongan berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi seperti tuli.

Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa gondongan saat hamil meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi.

Baca Juga: 6 Komplikasi Gondongan pada Anak, Waspada!

Pencegahan Gondongan Saat Hamil

gondongan saat hamil 4.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Dilansir dari What to Expect, seperti banyak penyakit menular saat kecil, hal terpenting yang harus dilakukan adalah memastikan Moms telah divaksinasi atau sudah kebal sebelum hamil. Vaksinasi tersebut dikenal dengan MMR.

Selain melakukan vaksinasi, Moms perlu mengonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Usahakan Moms menghindari kontak langsung dengan penderita gondongan. Gunakan masker agar tidak terkena percikan cairan penderita gondongan dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air.

Moms harus menjaga kesehatan diri dan perawatan tubuh agar tidak rentan terhadap penyakit, seperti halnya gondongan.

Periksakan kandungan secara teratur dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan kehamilan.

Baca Juga: Benarkah Gondongan pada Pria Bikin Mandul?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait