3-5 tahun

3-5 TAHUN
27 Oktober 2020

Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme

Anak dengan penyakit Graves sering disangka hiperaktif
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Dina Vionetta

Penyakit Graves pada anak adalah penyebab utama hipertiroidisme di kelompok usia anak. Meski lebih sering terjadi pada orang dewasa, kondisi ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak secara serius jika tidak diatasi.

Tiroid adalah hormon yang membantu mengontrol metabolisme, kecepatan tubuh melakukan proses seperti detak jantung.

Dikutip dari Annals of Pediatric Endocrinology & Metabolism, ketika tubuh memiliki hormon tiroid terlalu banyak daripada yang dibutuhkan atau hipertiroidisme, proses tadi jadi berlangsung lebih cepat sehingga menimbulkan gejala seperti gugup atau penurunan berat badan.

Jika hipertiroidisme tidak diketahui dan diatasi, tumbuh kembang Si Kecil bisa terganggu. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan otak yang tidak dapat disembuhkan karena kraniosinostosis, gagal tumbuh, gangguan perilaku, serta masalah bicara, terutama di dua tahun pertama usia Si Kecil.

Baca Juga: Yuk Ketahui Pentingnya Skrining Hipotiroid Untuk Bayi Baru Lahir

Gejala Penyakit Graves pada Anak

Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme 01.jpg

Foto: images.prismic.io

Gejala penyakit Graves pada anak mungkin berbeda dari orang dewasa. Penyakit ini agak sulit diketahui pada anak yang biasanya aktif. Anak dengan penyakit Graves sering dikira hiperaktif atau memiliki kondisi psikiatris.

Inilah beberapa gejala penyakit Graves pada anak:

  • Kelenjar tiroid yang membesar (terletak di leher, tepat di atas tulang selangka)
  • Sulit menelan
  • Mata menonjol
  • Berat badan turun atau sulit naik
  • Jantung berdebar
  • Rambut rontok
  • Lemah atau lelah
  • Toleransi rendah terhadap cuaca panas
  • Mudah marah dan berubah mood
  • Kurang konsentrasi
  • Emosi meledak-ledak, misalnya menangis atau berteriak
  • Pertumbuhan melambat dan bisa mengakibatkan tubuh pendek

Seperti ditulis oleh situs Stanford Children’s Health, ibu hamil yang menderita penyakit Graves bisa menularkan antibodi tertentu ke janin sehingga menyebabkan anak menderita hipertiroidisme.

Baca Juga: 4 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hipotiroid

Mengatasi Penyakit Graves pada Anak

Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme 02.jpg

Foto: wspa.com

Menangani penyakit Graves pada anak biasanya dilakukan dengan tiga tahap, yakni:

  • Obat antitiroid untuk membantu menghambat produksi hormon tiroid.
  • Yodium radioaktif, jika Si Kecil menunjukkan reaksi serius terhadap obat antitiroid atau obat tersebut tidak mengurangi gejala. Fungsi yodium radioaktif adalah menghancurkan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid untuk menghambat produksi hormon tiroid. Biasanya setelah terapi, anak membutuhkan pengganti hormon tiroid untuk mencegah hipotiroidisme
  • Tiroidektomi, prosedur bedah untuk menghilangkan sebagian atau seluruh tiroid. Ini pilihan terakhir yang diambil jika Si Kecil tidak membaik setelah diberi obat antitiroid dan yodium radioaktif.

Penyakit Graves pada anak di bawah empat tahun sangat langka. Menurut penelitian yang dilakukan di Denmark, prevalensinya hanya 1:1 juta. Namun, mengenal penyakit Graves perlu, terutama jika Si Kecil tampak terlalu aktif.

Itulah penjelasan tentang penyakit Graves pada anak. Sehat selalu untuk Si Kecil, ya, Moms.

Baca Juga: Thalita Latief Ungkap Penyakit Tumor Tiroidnya yang Sempat Dirahasiakan dari Publik

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait