Kesehatan

9 September 2021

Punya Gusi Turun? Ini Beragam Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gusi turun ternyata perlu segera diatasi untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Widya Citra Andini

Pernahkah Moms mendengar istilah gusi turun sebelumnya? Gusi turun adalah kerusakan gusi berbentuk jaringan gusi yang turun sehingga menyebabkan lebih banyak bagian gigi yang terekspos di area mulut, bahkan hingga akar gigi.

Saat kondisi ini terjadi, maka ia bisa menyebabkan adanya celah atau kantong di antara gusi dan gigi yang kemudian bisa membuat bakteri dan kotoran menumpuk yang kemudian berujung pada pembusukan gigi.

Gusi turun ini bisa membuat Moms lebih rentan terhadap berbagai masalah gigi, bahkan berpotensi menyebabkan gigi yang tanggal.

Jika Moms mengalami kondisi ini, ada baiknya segera pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Semakin cepat gusi turun diatasi, semakin baik bagi kondisi kesehatan gigi dan gusi.

Saat terjadi, ada beberapa gejala gusi turun yang perlu Moms waspadai, antara lain:

Baca Juga: Mengenal Beragam Jenis Gigi dan Anatominya

Penyebab Gusi Turun

gusi turun

Foto: desai-dental.com

Kondisi kebersihan mulut dan penyakit gigi bisa membuat resesi gingiva atau gusi turun.

Namun, gusi turun juga dapat terjadi pada orang dengan kebersihan mulut yang baik.

Menurut California Dental Association (CDA), setidaknya beberapa orang dewasa bisa mengalami kondisi gusi turun dan tidak mengalami rasa sakit atau keluhan apapun.

Berikut ini adalah beberapa penyebab gusi turun yang perlu Moms waspadai:

1. Penyakit Gusi (Periodontitis)

Periodontitis disebabkan adanya infeksi bakteri gusi yang menghancurkan jaringan gusi dan tulang penyokong yang fungsinya menahan gigi untuk tetap pada tempatnya.

Penyakit gusi ini juga tercatat sebagai penyebab utama dari resesi gingiva.

2. Genetik

Tak hanya karena kurang baik dalam merawat kesehatan gigi, ternyata faktor genetik juga bisa menjadi penyebab gusi turun.

Selain itu, diduga bahwa 30 persen populasi manusia bisa dengan mudah terkena penyakit gusi, terlepas dari seberapa baik mereka merawat gigi.

3. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Melakukan perawatan gigi dengan tidak hati-hati, semisal menyikat gigi terlalu keras atau dengan cara yang salah juga diyakini mampu menyebabkan enamel pada gigi menipis dan akhirnya menyebabkan gusi turun.

4. Kurang Merawat Gigi

Ini adalah penyebab gusi turun yang paling umum. Saat Moms menyikat gigi secara tidak tepat, jarang flossing, dan tidak berkumur dengan obat kumur antibakteri dapat mempermudah plak untuk berubah menjadi kalkulus (tartar) atau karang gigi.

Saat karang gigi sudah mengeras, ia hanya bisa dihilangkan oleh dokter gigi, salah satunya melalui proses scaling.

Membiarkan karang gigi terlalu lama juga bisa menyebabkan gusi turun.

5. Perubahan Hormon

Ternyata fluktuasi kadar hormon wanita yang terjadi seumur hidup, seperti pubertas, kehamilan, dan menopause, dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap resesi gingiva.

Baca Juga: Gigi Berlubang, Moms Wajib Tahu Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegahnya!

Selain itu, ada juga beberapa kebiasaan dan faktor yang meningkatkan risiko seseorang alai gusi turun, antara lain:

  • Pengerasan plak yang menumpuk (tartar)
  • Merokok
  • Riwayat keluarga terkait penyakit gusi
  • Diabetes
  • HIV/AIDS
  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan mulut kering

Kondisi mulut kering (xerostomia) bisa disebabkan kebiasaan merokok atau obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, dan obat nyeri otot.

Saat mulut kering, ini berarti mulut memiliki air liur kurang dari yang seharusnya.

Tanpa cukup air liur, jaringan dalam mulut bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan juga cedera.

Baca Juga: Sering Mengalami Gigi Ngilu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Cara Mengatasi Gusi Turun

gusi turun

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa cara yang bisa diatasi untuk mengatasi gusi turun, antara lain:

1. Obat-obatan

Seorang dokter gigi dapat menentukan perawatan terbaik untuk memperbaiki jaringan gusi dan gigi.

Pertama, jika infeksi ditemukan dalam gusi, antibiotik dapat diresepkan.

Obat lain juga dapat digunakan untuk mengobati masalah yang mendasarinya yang menyebabkan resesi gusi, beberapa pilihannya antara lain:

  • Gel antibiotik oles
  • Chip antiseptik
  • Obat kumur antimikroba
  • Penekan enzim

2. Operasi

Pembedahan juga dapat digunakan dalam kasus terburuk gusi surut. Secara umum ada dua pilihan, yakni operasi flap dan grafting (cangkok).

Bedah Flap adalah pembersihan jaringan dalam yang digunakan jika perawatan lain gagal. Tindakan ini bertujuan menyingkirkan bakteri dan penumpukan tartar di dalam gusi.

Untuk melakukan operasi ini, seorang dokter gigi mengangkat gusi dan kemudian menempatkan mereka kembali ketika prosedur berakhir.

Kadang-kadang gigi muncul lebih lama setelah operasi flap karena gusi lebih cocok di sekitar mereka.

Sementara dalam mencangkok, tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali jaringan gusi atau tulang.

Selama prosedur, dokter gigi akan menempatkan partikel sintetis atau selembar tulang atau jaringan untuk membantu gusi tumbuh kembali.

Penting untuk dicatat bahwa proses ini tidak dapat berhasil dalam jangka panjang tanpa perawatan kesehatan mulut yang tepat.

Untuk biaya operasi gigi ini, biasanya biayanya akan tinggi karena prosedur bedah cukup rumit dan pengerjaannya dan membutuhkan keahlian khusus.

Biaya operasi ini juga belum mencakup biaya konsultasi, obat-obatan, dan rawat inap jika diperlukan.

Di sejumlah rumah sakit swasta di Indonesia, biaya perawatan gigi dengan operasi gigi bisa dimulai dari harga Rp. 3.000.000.

Namun, Moms dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga.

Baca Juga: 15+ Manfaat Pasta Gigi, dari Bersihkan Noda Hingga Hilangkan Bau

Komplikasi Gusi Turun

Para ahli memperkirakan bahwa penyakit periodontal seperti gusi turun ini menjadi penyebab sekitar 70 persen dari kehilangan gigi saat dewasa.

Ketika tidak ada cukup jaringan gusi untuk menahan akar gigi di tempatnya, gigi rentan terhadap rontok.

Dalam beberapa kasus, beberapa gigi longgar dihilangkan oleh dokter gigi sebelum gigi tanggal sendiri.

Kasus lanjutan gusi turun kemungkinan besar akan membutuhkan operasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Cara Mencegah Gusi Turun

gusi turun

Foto: Orami Photo Stock

Untungnya beberapa penyebab resesi gingiva atau gusi turun dapat dicegah.

Penyebab paling jelas dan dapat dicegah adalah menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi yang keras.

Sebaliknya, orang harus menggunakan sikat gigi yang lembut dan menghindari menyikat gigi dengan cara yang terlalu kasar atau keras.

Selain itu, penumpukan plak dan tartar atau karang gigi dapat menyebabkan penyakit periodontal, sehingga menjaga kebersihan mulut yang baik juga dapat membantu mencegah gusi turun.

Orang-orang yang memiliki kekhawatiran tentang gigi mereka atau gusi turun harus mengunjungi dokter gigi mereka untuk membahas kekhawatiran mereka dan meminta saran dalam mencegah kondisi gusi turun.

Ingat, jika masih dalam tahapan awal, penyakit gusi dapat diobati. Selain itu, Moms juga tidak harus menunggu dokter gigi untuk mendeteksi tanda-tanda gusi turun.

Baca Juga: 5 Manfaat Siwak untuk Bantu Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Jika sesuatu di mulut tidak terlihat tampak berbeda, segera kunjungi dokter gigi. Moms mungkin dapat mengobati gingivitis sebelum berkembang menjadi semakin parah.

  • http://www.cda.org/Portals/0/pdfs/fact_sheets/receding_gums_english.pdf
  • https://www.healthline.com/health/dental-oral-health-receding-gums
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/312992#what-are-the-gums
  • https://www.webmd.com/oral-health/guide/receding_gums_causes-treatments
  • https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/hw146255#
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait