Kesehatan

20 September 2021

Hipertiroid: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Hindari asupan makanan asin secara berlebihan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Sepertinya penyakit satu ini cukup sering menyerang perempuan dibandingkan pria. Hipertiroid menjadi salah satu penyakit yang berkaitan dengan kadar hormon dalam tubuh. Nah, berikut gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit hipertiroidisme. Simak ya!

Apa Itu Hipertiroid?

Sebelum mengenal kondisi ini lebih lanjut, ketahui dulu apa itu fungsi tiroid dalam tubuh.

Tiroid adalah kelenjar yang dimiliki setiap orang dan terletak di bagian depan leher.

Melansir National Health Services, kelenjar ini menghasilkan hormon yang berfungsi untuk denyut jantung dan mengatur suhu tubuh.

Memiliki terlalu banyak hormon ini dapat menyebabkan masalah pada tubuh, salah satunya hipertiroid.

Jadi, hipertiroid adalah kondisi saat hormon tiroid terlalu aktif sehingga menyebabkan banyak masalah pada tubuh.

Ini merupakan salah satu kondisi yang tak boleh disepelekan dan membutuhkan perawatan, Moms.

Hipertiroidisme dapat menyerang siapa saja. Namun, 10 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, khususnya usia 20 dan 40 tahun.

Gejala Penderita Hipertiroid

gejala dari hipertiroid

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir Mayo Clinic, gejala yang umum terjadi pada penderita hipertiroid adalah:

  • Sering merasa gugup, cemas, dan mudah marah
  • Perubahan mood secara mendadak
  • Sulit tidur
  • Sering merasa lelah terus menerus
  • Pembengkakan di leher (gondok)
  • Detak jantung yang tidak teratur atau sangat cepat (palpitasi)
  • Penurunan berat badan tidak terkontrol

Segera konsultasi dengan dokter apabila Moms memiliki salah satu gejala di atas.

Nantinya, dokter akan memastikan kembali dengan melakukan tes darah untuk mengetahui penyebab dari hipertiroid.

Baca Juga: Anemia pada Ibu Hamil, Ini Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegah

Penyebab Umum Hipertiroid

Di dalam tiroid, terdapat 2 hormon untuk mengatur metabolisme tubuh, yakni tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3).

Hipertiroidisme terjadi ketika hormon tiroid terlalu tinggi di luar batas normal.

Ketika Moms memiliki hipertiroidisme, metabolisme akan diproses dalam kecepatan tinggi.

Ini mungkin menyebabkan Moms merasa jantung berdetak lebih cepat, mengalami kecemasan, gugup, dan nafsu makan meningkat.

Lantas apa yang menjadi pemicu hormon ini bisa terlalu tinggi dalam tubuh? Berikut beberapa penyebab umum dari hipertiroid pada wanita dan pria:

1. Penyakit Graves

penyebab umum hipertiroid, simak!

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir Cleveland Clinic, ini merupakan penyebab umum yang paling sering terjadi pada penderita hipertiroid.

Ketika ini terjadi, sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid. Hal ini membuat tiroid membuat hormon dalam jumlah yang banyak.

Penyakit Graves adalah kondisi turun-temurun pada riwayat keluarga.

Jika salah satu anggota keluarga mengidap penyakit Graves, ada kemungkinan Moms atau orang lain juga memilikinya.

Seringnya terjadi pada wanita dibandingkan pria.

2. Nodul Tiroid

Penyebab lain dari gangguan tiroid adalah karena ada benjolan atau nodul di sekitar leher.

Ini merupakan benjolan yang mampu menghasilkan lebih banyak hormon daripada yang dibutuhkan tubuh.

Berita baiknya, umumnya benjolan ini sifatnya tidak ganas, Moms.

Jika diraba, benjolan akan terasa keras, padat, ataupun lembek yang berisi cairan.

Munculnya nodul tiroid ini bisa karena tubuh kekurangan yodium dan peradangan kronis pada tiroid.

Baca Juga: Penyakit Kusta: Gejala, Jenis, Hingga Pengobatannya

3. Peradangan Tiroid (Tiroiditis)

Penyakit hipertiroid, kenali penyebabnya.jpeg

Foto: Orami Photo Stocks

Penyebab lain dari hipertiroid karena adanya infeksi atau peradangan pada area tiroid, Moms.

American Thyroid Association memaparkan, peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Ketika tiroid meradang, ini bisa memicu kadar hormon dihasilkan lebih tinggi daripada yang dibutuhkan tubuh.

Tiroiditis dapat terjadi saat pasca melahirkan bayi (tiroiditis pascapersalinan) atau dari penggunaan obat-obatan seperti interferon dan amiodaron (obat jantung).

Maka, tak heran jika peradangan tiroid lebih sering terjadi pada wanita.

4. Kadar Yodium Terlalu Tinggi

Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormon tiroid.

Sayangnya, jika kadar yodium terlalu tinggi, dapat berakibat fatal bagi tubuh, Moms.

Garam adalah salah satu sumber yodium yang paling banyak kita konsumsi.

Jika Moms mengonsumsi terlalu banyak yodium, baik obat-obatan atau makanan, hal ini dapat memicu hipertiroidisme.

Konsumsi yodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, lho.

Siapa yang Berisiko Tinggi terhadap Hipertiroid?

Hipertiroid dan Faktor Risikonya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Umumnya, wanita lebih sering mengalami kondisi seperti ini.

Namun di luar itu, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang terkena hipertiroidisme, Moms.

Berikut faktor-faktor lain yang meningkatkan seseorang mengalami hipertiroid, seperti:

  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Pernah hamil atau melahirkan dalam 6 bulan terakhir.
  • Pernah menjalani operasi tiroid atau masalah tiroid, seperti gondok.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
  • Memiliki diabetes tipe 1 atau gangguan hormonal.
  • Kadar yodium terlalu tinggi dalam tubuh.

Bagi Moms atau Dads yang mengalami anemia pernisiosa, ini juga cukup berisiko tinggi terkena hipertioird.

Kondisi ini terjadi di mana tubuh tidak dapat membuat cukup sel darah merah yang sehat karena kurangnya vitamin B12.

Baca Juga: Serba-serbi Frostbite, Radang Dingin yang Menyerang Kulit

Komplikasi Hipertiroid

Tiroid yang terlalu aktif terkadang dapat menyebabkan masalah lebih lanjut, terutama jika tidak diobati atau dikontrol dengan baik.

Beberapa komplikasi yang umum terjadi seperti:

1. Hormon Wanita Berantakan

Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat berdampak pada semua bagian tubuh.

Salah satu gejala komplikasi dari hipertiroidisme pada wanita dapat berupa siklus haid (menstruasi) yang tidak teratur.

Tak hanya itu, bahkan bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, kelahiran prematur, atau keguguran.

Segera konsultasi dengan dokter jika ini terjadi ya, Moms.

2. Gangguan Penglihatan

Komplikasi yang sering terjadi lainnya adalah gangguan pada penglihatan.

Dikenal juga sebagai gangguan mata yang disebut oftalmopati Graves.

Ini dapat menyebabkan penglihatan ganda, sensitivitas terhadap cahaya, dan mata sakit. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Cara Mengobati Hipertiroidisme

Dalam mengobati hipertiroid, tentu perlu dilihat dari penyebabnya. Setiap orang akan berbeda cara perawatan yang dipilih.

Nah, di bawah ini berbagai cara dalam pengobatan hipertiroid:

1. Terapi Radioaktif

5 Fakta Penyakit Hipertiroid, dari Faktor Pemicu hingga Orang Paling Berisiko

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, pengobatan hipertiroid yang pertama adalah dengan menggunakan terapi radioaktif.

Melansir American Academy of Family Physicians, ini merupakan proses pengambilan sel tiroid dengan teknik radioaktif.

Hal ini biasanya menyebabkan kerusakan permanen pada tiroid, namun akan menyembuhkan kondisi hipertiroidisme itu sendiri, Moms.

Sebagian besar pasien yang melakukan perawatan ini harus minum obat hormon tiroid selamanya untuk mempertahankan kadar hormon tetap normal.

2. Obat-obatan

Methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil (PTU) adalah obat yang paling umum digunakan dalam mengatasi hipertiroid.

Fungsinya yakni untuk memblokir tiroid dalam menghasilkan hormon.

Efek samping dari pengobatan ini termasuk reaksi alergi seperti ruam atau gatal.

Meski jarang terjadi, obatan-obatan ini dapat menyebabkan tubuh membuat lebih sedikit sel darah putih.

Untuk kasus yang parah, akan memicu infeksi berkelanjutan dalam tubuh. Gejala yang terlihat yakni seperti kulit atau mata kuning, kelelahan, atau nyeri di bagian perut.

3. Operasi

Hipertiroid dan Operasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika obat-obatan tidak bekerja dengan baik, operasi adalah pilihan lain dalam mengatasi hipertiroid.

Ini adalah proses pengangkatan tiroid atau disebut tiroidektomi.

Umumnya, persiapan ketika operasi ini adalah mengonsumsi obat antitiroid untuk mencegah komplikasi.

Setelahnya, penderita hipertiroid perlu untuk mengonsumsi suplemen hormon dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Untuk mendiagnosis kondisi hipertiroidisme tentu perlu pemeriksaan dari dokter spesialis ya, Moms.

Jangan pernah menerka-nerka sendiri terhadap gejala yang kita rasakan.

Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika mengalami gejala yang sudah disebutkan.

  • https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/symptoms-causes/syc-20373659
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14129-hyperthyroidism
  • https://www.thyroid.org/thyroiditis/
  • https://www.aafp.org/afp/2016/0301/p363.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait