3-12 bulan

31 Desember 2020

Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak, Ketahui Penyebab dan Jenisnya

Tubuh anak tidak dapat melawan infeksi secara efektif
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menjaga kesehatan anak adalah hal penting, tetapi ada beberapa kondisi yang terjadi dan dapat memengaruhi kondisi tubuh anak, bahkan sejak Si Kecil lahir.

Mengenal jenis penyakit yang diderita anak bisa beragam jenis, salah satunya yang perlu Moms ketahui adalah penyakit imunodefisiensi. Ini adalah penyakit yang bisa menjangkit anak sejak lahir ataupun orang dewasa.

Penyakit imunodefisiensi adalah peristiwa ketika tubuh tidak bisa melawan infeksi dan penyakit. Penyakit ini membuat tubuh rentan terhadap virus dan infeksi bakteri.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit imunodefisiensi dikaitkan dengan infeksi akut atau berulang, tergantung pada bagian sistem kekebalan tubuh masing-masing. Kebanyakan penyakit ini telah ada dalam gen tubuh, namun baru terlihat ketika beranjak dewasa.

Baca Juga: Anak Masuk Sekolah Lagi? Pastikan Daya Tahan Tubuhnya Prima

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunodefisiensi tergolong menjadi dua jenis, yakni imunodefisiensi primer dan skunder. Bicara soal imunodefisiensi primer, ini adalah sekumpulan lebih dari 350 penyakit kronis pada tubuh yang menyebabkan kekebalan imun tidak berfungsi dengan baik.

Sekitar 6 juta orang diperkirakan menderita imunodefisiensi namun hanya 27.000-60.000 orang yang baru teridentifikasi.

Mari ketahui penjelasan lebih lengkapnya tentang penyakit imunodefisiensi.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Pengertian Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit imunodefisiensi merupakan penyakit genetik, tidak menular, dan dapat ditemukan pada anak-anak maupun dewasa dan gejala yang ditunjukkan bervariasi tergantung komponen sistem kekebalan yang terkena.

Sistem kekebalan yang rusak dapat menyebabkan anak-anak sakit lebih cepat dan untuk jangka waktu yang lebih lama, dibandingkan infeksi yang menyerang anak-anak biasa.

Anak-anak dengan penyakit imunodefisiensi juga rentan terhadap infeksi dari organisme yang biasanya tidak berbahaya. Meski tidak mematikan, tetapi penting melakukan diagnosis dan pengobatan penyakit imunodefisiensi sejak dini agar tidak mengancam jiwa.

Baca Juga: Ini 7 Penyakit Menular Pada Anak di Sekolah yang Patut Moms Waspadai

Penyakit imunodefisiensi primer pada anak perlu dideteksi dari riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Selain itu, beberapa tes darah diperlukan untuk menguji konsentrasi IgG serum rendah untuk mendiagnosis penyakit imunodefisiensi ini.

Anak yang menghidap penyakit imunodefisiensi, menurut studi yang dilakukan University of Rochester Medical Center, tingkatan antibodi pada tubuh akan menurun terhadap beberapa vaksin. Hal ini yang menyebabkan anak yang memiliki penyakit imunodefisiensi akan mengalami infeksi berulang.

Tetapi dalam beberapa kasus, penyakit imunodefisiensi ini bisa mulai dideteksi pada anak berusia 2 tahun, pada masa kanak-kanak atau pubertas. Gejala penyakit ini sangat berbeda untuk setiap anak yang terkena. Inilah sebabnya mengapa penyakit ini juga disebut kelompok gangguan variabel.

Jenis Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

mengenal-imunodefisiensi-primer-pada-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Boston's Children Hospital, ada lebih dari 180 jenis penyakit imunodefisiensi yang dikenal. Beberapa anak dengan penyakit imunodefisiensi dilahirkan tanpa memiliki tipe sel darah putih tertentu. Misalnya, anak-anak dengan defisiensi imun kombinasi yang parah tidak memiliki limfosit T, anak yang menderita sindrom Kostmann tidak memiliki neutrofil.

Anak-anak dengan kelainan lain, seperti sindrom Wiskott-Aldrich, memiliki jumlah limfosit normal, tetapi limfositnya hanya memiliki fungsi parsial.

Menurut Boston Children’s Hospital, ada enam jenis penyakit imunodefisiensi utama berdasarkan pada bagian sistem kekebalan yang terpengaruh:

  • Defisiensi limfosit B (antibodi)
  • Defisiensi limfosit T
  • Gabungan defisiensi sel B dan sel T
  • Cacat fagosit
  • Kekurangan yang lengkap
  • Bentuk lain dan penyebab yang tidak diketahui

Defisiensi limfosit B adalah tipe penyakit imunodefisiensi primer pada anak yang paling umum terjadi.

Baca Juga: Celiac Disease Pada Bayi: Gangguan Autoimun Genetik Penyebab Kekurangan Gizi

Gejala Penyakit Imunodefisiensi

Anak yang memiliki penyakit imunodefisiensi, biasanya baru mulai merasakan gejala saat muncul di kemudian hari dan tidak terjadi langsung. Bahkan pada usia remaja dan dewasa. Penyakit imunodefisiensi tidak disebabkan oleh paparan lingkungan, obat-obatan, trauma, pola makan dan gangguan kehamilan. Ini adalah murni disebabkan genetik dari riwayat keluarga.

Moms bisa mengenal beberapa gejala penyakit imunodefisiensi primer pada anak, simak ya Moms.

1.Infeksi Berulang pada Tubuh

Infeksi yang terjadi pada anak tidak kunjung sembuh. Seperti infeksi mata, kulit, telinga, sinus dan paru-paru. Semakin banyak infeksi pada tubuh, maka akan semakin beresiko merusak jaringan pada dalam tubuh.

Sariawan yang sering timbul juga bisa menjadi penyebab penyakit imunodefisiensi. Ini yang disebabkan oleh bakteri pada mulut.

Infeksi yang tidak memulih walaupun tengah masa pengobatan, mungkin ini menjadi pertanda gejala penyakit imunodefisiensi. Biasanya juga ditemukan peradangan atau infeksi pada persendian lutut, pergelangan kaki dan siku.

2. Berat Badan Tidak Stabil

Berat badan tidak stabil gejala penyakit imunodefisiensi

Foto: Orami Photo Stock

Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, berat badan tidak stabil, baik bertambah atau menurun bisa menjadi salah satu penyebab penyakit imunodefisiensi.

Pertumbuhan atau penurunan berat badan yang buruk salah satu gejala ada kondisi kesehatan yang salah pada tubuh seseorang. Jika ia telah mengonsumsi nutrisi dan sumber makanan yang sehat, namun pertumbuhan tak kunjung stabil, ini patut dicurigai.

Penyakit imunodefisiensi menyebabkan imunitas pada tubuh menurun dan membuat badan tidak dapat mencerna sumber makanan dengan baik.

3. Masalah Pencernaan

Gejala lainnya yang menunjukkan seseorang mengidap penyakit imunodefisiensi adalah ditemukan masalah pencernaan seperti kram, kehilangan nafsu makan, mual dan diare.

Menurut Mayo Clinic, gejala ini kerap umum terjadi dengan penyakit biasa yang dirasakan setiap orang. Namun, jika masalah pencernaan ini tak kunjung membaik dalam kurun waktu, ini menjadi gejala penyakit imunodefisiensi.

Bakteri yang hidup pada tubuh ini membuat imunitas tubuh tidak bisa melawan dengan baik meskipun dibantu dengan obat-obatan dari dokter.

Maka, jika Moms atau Si Kecil mengalami kondisi ini, segera konsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: Mengenal Autoimun, Penyakit yang Diderita Raditya Dika

Penyebab Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

cari tahu penyebab imunodefisiensi primer pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Journal of Clinical Immunology, diagnosis penyakit imunodefisiensi paling sering disebabkan oleh terjadinya infeksi berulang atau tidak biasa, dan kondisi peradangan atau autoimun.

Penyakit imunodefisiensi adalah kelainan genetik, artinya setiap sel dalam tubuh anak biasanya membawa gen yang cacat atau bermutasi yang menyebabkan penyakit.

Penyakit imunodefisiensi terjadi akibat tubuh tidak menghasilkan antibodi yang cukup atau adanya kelainan gen pada komponen sistem imun seperti sel darah putih atau limfosit T dan B tidak bekerja secara normal.

Mengutip WebMD, seseorang tidak bisa tertular penyakit imunodefisiensi seperti penyakit flu atau pilek. Penyakit imunodefisiensi primer pada anak terjadi karena anak dilahirkan dengan gen yang rusak yang memengaruhi sistem kekebalan tubuhnya.

Terkadang masalah ini terjadi dari faktor keturunan keluarga, atau mungkin terjadi sendiri. Biasanya, sel darah putih tubuh melawan infeksi. Beberapa orang dengan penyakit ini akan kehilangan jenis sel darah putih tertentu, atau sel-sel itu tidak bekerja dengan baik.

Satu-satunya faktor risiko terbesar yang menyebabkan penyakit imunodefisiensi adalah riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan kronis, ini meningkatkan risiko mengalami kondisi penyakit imunodefisiensi.

Baca Juga: Berbeda Satu Sama Lain, Yuk Kenali Jenis-jenis Penyakit Autoimun

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai penyakit imunodefisiensi primer pada anak. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi membahayakan. Maka segera konsultasi ke dokter, ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait