Kesehatan

4 Mei 2021

Simak Penyakit Kelamin yang Mengganggu Fertilitas dan Perlu Diwaspadai

Dengan mengobati penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas, peluang kehamilan jadi lebih besar.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Penyakit kelamin bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Jadi, Moms dan Dads wajib menjaga kebersihan organ intim agar terhindar dari penyakit kelamin, ya.

Penyakit kelamin biasanya terjadi karena seseorang tak menjaga kebersihan organ intinya dengan baik atau melakukan hubungan seksual secara tidak aman atau sembarangan.

Nah ketika seseorang melakukan salah satu atau keduanya, bakteri, jamur dan parasit bisa hadir dan bersarang di organ intum dan menimbulkan berbagai penyakit kelamin berbahaya yang patut untuk diwaspadai.

Penyakit menular seksual merupakan salah satu penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas.

Pada beberapa jenis penyakit ini, ada yang tidak menimbulkan gejala atau memiliki gejala ringan yang mirip dengan penyakit lainnya.

Meski terkesan mengkhawatirkan, namun beberapa kasus penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini dapat disembuhkan, sehingga akan meningkatkan peluang kehamilan Moms.

Penyakit Kelamin yang Mengganggu Fertilitas

Berikut ini beberapa penyakit menular seksual yang umum terjadi.

1. Human Papillomavirus (HPV)

1 Human Papillomavirus (HPV).jpg

Foto: kerryank – Pixabay.com

HPV merupakan salah satu penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas. Penyakit ini bahkan seringkali tidak dapat terproteksi dengan bantuan kondom.

“Sebagian besar orang tidak menyadari mereka mengidap HPV, karena biasanya tidak menimbulkan gejala (beberapa kasus muncul benjolan kecil di organ reproduksi) dan tubuh dapat dengan mudah melawan infeksi,” ungkap Rekan Profesor di divisi onkologi ginekologi di University of California Irvine School of Medicine, Bradley J. Monk, MD, seperti dikutip dari Parents.

Meski dapat hilang dengan sendirinya, namun HPV dapat menjadi penyebab kanker serviks yang mengganggu fertilitas.

HPV adalah sebuah virus yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan kontak seksual. Ada beberapa virus dan sebagian dari virus tersebut lebih berbahaya dari yang lain.

Gejala yang paling banyak dialami oleh penderita ini adalah adanya kutil di allat kelamin, mulut dan tenggorokan.

Sebagian infeksi HPV pun bisa berubah menjadi kanker termasuk;

  • Kanker mulut
  • Kanker serviks
  • Kanker vulva
  • Kanker rectal

Kebanyakan kasus HPV memang tidak menjadi kanker, namun beberapa virus bisa berkembang dan menyebabkan kanker.

Dilansir dari National Cancer Institute, kebanyakan kasus HPV yanga da di Amerika Serikat sendiri disebabkan oleh HPV 16 dan HPV 18.

Kedua jenis HPV ini sendiri adalah penyumbang 70% dari semua kanker serviks.

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV (Gardasil 9) yang direkomendasikan untuk wanita usia 9-26 tahun dan pria hingga usia 21 tahun.

Baca Juga: 7 Mitos Seputar Infertilitas

2. Klamidia

2 Klamidia.jpg

Foto: yanalya – freepik.com

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) , klamidia menjadi penyakit kelamin atau penyakit menular seksual yang paling umum di Amerika.

Klamidia umum terjadi pada wanita di bawah usia 25 tahun. Sama halnya dengan HPV, kebanyakan penderita klamidia tidak menyadari munculnya gejala penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini.

“Keputihan abnormal atau sensasi terbakar saat buang air kecil mungkin dapat terjadi setelah beberapa minggu berhubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi penyakit ini,” ungkap endokrinologi reproduksi dan ahli infertilitas di Fertility Centers of Illinois, Meike L. Uhler, MD, seperti dikutip dari self.com.

Beberapa gejala lain yang bisa menandakan klamidia, antara lain: pendarahan di luar waktu menstruasi, sakit punggung bawah dan perut, hingga rasa sakit yang dialami saat berhubungan seksual.

Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebar ke rahim dan tuba falopi, menyebabkan penyakit radang panggul.

Penyakit ini dapat membentuk jaringan luka pada tuba falopi, sehingga rentan menyebabkan penyumbatan dan kerusakan permanen yang menyebabkan infertilitas.

Baca Juga: Benarkah Diabetes Berdampak Bagi Infertilitas Pria?

3. Gonore

3 Gonore.jpg

Foto: freepik.com

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini seringkali didiagnosis bersamaan dengan klamidia dan gejala ringannya hampir sama, yaitu: pendarahan, keputihan, dan sensasi terbakar pada organ reproduksi yang seringkali salah diartikan menjadi infeksi kandung kemih atau vagina.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan permanen, salah satunya penyakit radang panggul.

Komplikasi dari penyakit radang panggul, meliputi tuba falopi terhambat, kehamilan ektopik, hingga infertilitas.

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami HIV dan dalam kasus yang ekstrim dapat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa di bagian lain tubuh, seperti darah, otak, jantung, dan sendi.

Itulah beberapa penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas. Dengan pemeriksaan pap smear, Moms akan mendapatkan diagnosis yang lebih detail, meskipun penyakit-penyakit tersebut di atas tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Baca Juga: Bisa Jadi Alternatif Promil, Ini 4 Pilihan Cara Mengatasi Infertilitas

Penyakit Kelamin yang Perlu Diwaspadai

penyakit kelamin wanita

Foto: Orami Photo Stock

Meski tidak mengganggu fertilitas, namun penyakit kelamin perlu diwaspadai. Berikut daftar penyakit kelamin lainnya;

1. Kanker Serviks

Kanker serviks ini sampai sekarnag masih menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian terbesar perempuan di dunia. Penyakit ini pun juga dikenal dengan nama lain yakni kanker leher rahim.

Virus HPV yang telah berkembang selama 10 hingga 20 tahun terakhir ini pun masih dimiliki oleh banyak perempuan di dunia.

Perlu diperhatikan bahwa kanker serviks sendiri sebenarnya tak memiliki gejala spesifik.

Namun secara umum, pengidap kanker serviks biasanya akan mengalami keputihan berlebiham sakit saat buang air kecil, volume darah yang banyak saat menstruasi dan merasa kesakitan saat berhubungan intim.

2. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Biasanya kondisi ini tak terdeteksi di awal.

Gejala yang akan dirasakan pertama kali adalah luka bulat kecil yang dikenal sebagai chancre.

Luka tersebut pun bisa berkembang di alat kelamin, anus atau bisa mulut. Luka tersebut tak menimbulkan rasa sakit tapi sangatlah menular.

Kabar baiknya, jika sifilis bisa dideteksi, sifilis bisa mudah disembuhkan dengan antibiotik. Namun, infeksi sifilis pada anak-anak bisa fatal.

Jadi, sangatlah penting bagi semua perempuan hamil melakukan screening untuk sifilis.

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh sebuah parasit yang bernama trichomonas vaginalis. Penyakit kelamin yang satu ini menular dan umum terjadi pada perempuan.

Tanda seseorang memiliki penyakit ini adalah keputihan yang berbau busuk, warna keputihan kehijauan, rasa gatal dan kemerah pada vagina, dan serta nyeri yang dirasakan ketika berhubungan intim.

Meski penyakit ini umum terjadi perempuan, bukan berarti laki-laki tidak bisa tertular ya, Moms.

Laki-laki yang memiliki kondisi ini biasanya ditandai dengan ujung penis yangterasa sakit, bengkak dan kemerahan. Biasanya cairan putih pun keluar dari penis.

Itu dia Moms, ragam penyakit kelamin yang bisa mengganggu fertilitas, dan perlu diwaspadai. Langsung konsultasikan ke dokter bila Moms mengalami gejala-gejala dari penyakit di atas, ya.

  • https://www.cdc.gov/std/chlamydia/default.htm
  • https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-and-cancer
  • https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/stdfact-gonorrhea.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait