Trimester 1

TRIMESTER 1
28 Desember 2020

8 Penyebab Bintik Merah Gatal pada Kulit saat Hamil, Jangan Dianggap Sepele!

Alergi kulit seperti ruam saat hamil kerap terjadi di bagian tubuh yang mana saja
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, ada beberapa perubahan yang mungkin akan terlihat saat hamil. Di antaranya adalah kulit yang mengalami kondisi kemerahan atau ruam yang terjadi sebagai respons terhadap perubahan kadar hormon atau pemicu tertentu.

Kondisi lain seperti bintik merah gatal pada kulit saat hamil juga sering dialami sebagian ibu hamil.

Alergi kulit tersebut dapat muncul di bagian tubuh mana saja yang mungkin terlihat atau terasa berbeda tergantung pada penyebabnya.

Beberapa ruam bersifat jinak, artinya tidak menimbulkan hal yang meresahkan bagi Moms maupun Si Kecil dalam kandungan.

Menurut Pregnancy, Birth & Baby, bintik merah gatal pada kulit saat hamil terjadi karena peningkatan suplai darah ke kulit, serta tanda bayi berkembang. Kulit akan terasa meregang dan terasa gatal.

Baca Juga: Mengatasi Kulit Kering saat Hamil, Gunakan 10 Cara Alami Ini!

Bintik merah gatal pada kulit saat hamil biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika gatal menjadi parah bisa menjadi tanda kondisi serius yang disebut kolestasis kebidanan.

Penyebab Bintik Merah Gatal Pada Kulit saat Hamil

penyebab alergi kulit saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Memperhatikan gejala yang Moms alami seperti bintik merah gatal pada kulit saat hamil, penting untuk diidentifikasi, mengenal perawatan juga penyebab.

Berikut ini adalah jenis ruam sekaligus penyebab bintik merah gatal pada kulit saat hamil. Yuk disimak!

1. Papula Urtikaria Pruritus dan Plak Kehamilan (PUPPP)

Penyebab bintik merah gatal pada kulit saat hamil pertama adalah Papula Utrikaria Pruritus dan Plak kehamilan.

Papula Urtikaria Pruritus dan Plak kehamilan (PUPPP) adalah ruam serta bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang biasanya berkembang pada trimester ketiga.

Berdasarkan American Family Physician, sekitar 1 dari 130-300 ibu hamil terkena PUPPP. Kondisi ini menyebabkan bintik merah gatal pada kulit saat hamil sehingga membuat ibu hamil rasa ingin menggaruk.

Hal mungkin pertama kali muncul sebagai bercak merah gatal di perut, terutama di dekat tanda peregangan, dan dapat menyebar ke lengan, kaki, dan bokong.

Perawatan untuk PUPPP termasuk kortikosteroid topikal, antihistamin oral, dan prenison oral. PUPPP lebih sering terjadi pada kehamilan pertama atau kehamilan kembar dan cenderung hilang setelah melahirkan. Hal ini tidak memengaruhi kondisi janin.

2. Prurigo Kehamilan

Penyebab bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang selanjutnya adalah prurigo kehamilan.

Prurigo kehamilan dapat terjadi pada trimester pertama, kedua, atau ketiga.

Sekitar 1 dari 300 orang mungkin mengalami ruam ini, dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah melahirkan.

Moms mungkin melihat benjolan gatal atau kerak di lengan, kaki, atau perut.

Perawatan untuk prurigo kehamilan melibatkan steroid topikal dan antihistamin oral. Penggunaan pelembab juga bisa membantu.

Sementara ruam harus segera hilang setelah melahirkan, beberapa orang mungkin terus mengalami kondisi ini yang juga bisa muncul kembali pada kehamilan berikutnya.

Baca Juga: 5 Perubahan pada Kulit saat Hamil, Normal kok!

3. Kolestasis Intahepatik Kehamilan

Selanjutnya, bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang mungkin terjadi adalah kondisi kolestasis intahepatik kehamilan.

Kolestasis intahepatik kehamilan paling sering terlihat pada trimester ketiga.

Perlu diketahui hal Ini adalah tanda penyakit hati yang disebabkan oleh hormon. Diperkirakan 1 dari setiap 146 hingga 1.293 orang mungkin mengalami kolestasis selama kehamilan.

Meskipun tidak perlu ruam, gatal bisa sangat parah di seluruh tubuh, tetapi terutama pada telapak tangan dan telapak kaki.

Moms bahkan mungkin melihat kulit dan mata menguning dan sulit tidur karena gatal.

Walaupun kondisi ini biasanya sembuh setelah melahirkan, penting untuk mengunjungi dokter untuk perawatan selama kehamilan. Karena ada kemungkinan Moms mengalami risiko persalinan prematur.

Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat membuat bayi berisiko mengalami masalah kematian atau paru-paru karena bernapas dalam meconium.

4. Herpes Gestationis

Herpes gestationis, adalah kondisi bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang bisa Moms rasakan.

Herpes gestationis adalah kelainan kulit autoimun langka yang menyerang 1 dari 50.000 orang pada trimester kedua atau ketiga.

Ruam yang menyerupai sarang mungkin muncul tiba-tiba dan muncul pertama kali di batang dan perut. Ini dapat menyebar dalam beberapa hari hingga beberapa minggu saat benjolan berubah menjadi lepuh atau plak yang besar.

Dokter mungkin meresepkan kortikosteroid topikal atau oral untuk mengobati herpes gestationis.

Kalau tidak, ia cenderung hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Baca Juga: Pigmentasi Kulit Saat Hamil? Atasi dengan 8 Cara Mudah Ini!

Bicaralah dengan dokter tentang apa yang terbaik, karena hal itu dapat menyebabkan berat lahir rendah atau kelahiran prematur. Seperti halnya prurigo, mungkin kembali pada kehamilan berikutnya.

5. Folikulitis Pruritus

Penyebab bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang selanjutnya adalah folikulitis pruritus.

Folikulitis pruritus dimulai sebagai lesi pada batang tubuh dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lesi mengandung nanah, sehingga menyerupai jerawat.

Kondisi langka ini muncul pada dua pertiga kehamilan terakhir dan biasanya berlangsung antara dua dan tiga minggu. Walaupun begitu, hal ini tidak memengaruhi kondisi janin.

Penyebab pasti folikulitis pruritus tidak diketahui, dan umumnya sembuh setelah melahirkan.

Perawatan termasuk terapi cahaya ultraviolet B, kortikosteroid topikal, atau benzoil peroksida.

6. Impetigo Herpetiformis

Selain itu, bintik merah gatal pada kulit saat hamil yang selanjutnya adalah impetigo herpetiformis.

Psoriasis pustular, khususnya impetigo herpetiformis, umumnya terjadi pada paruh kedua kehamilan. Ruam dapat timbul di bagian tubuh mana saja dan mungkin sangat merah, meradang, dan kerak.

Gejala lain yang mungkin termasuk mual, muntah, diare, demam dan masalah kelenjar getah bening.

Pengobatan melibatkan kortikosteroid, seperti prednison, dan antibiotik jika lesi terinfeksi.

Sementara impetigo umumnya hilang setelah melahirkan tanpa banyak risiko yang dilaporkan kepada bayi, setidaknya hal ini dituliskan dalam satu studi dari An Bras Dermatol. Penelitian tersebut menghubungkan kondisi langka ini dengan lahir mati.

7. Hive

Merasakan gatal-gatal tidak terhingga, bisa jadi Moms mengalami hive sebagai penyebab bintik merah gatal pada kulit saat hamil.

Hive adalah benjolan yang muncul sendiri atau dalam kelompok bintik merah atau bercak.

Mereka dapat muncul di mana saja pada tubuh dan terasa gatal. Moms bahkan mungkin merasa seperti terbakar atau menyengat.

Baca Juga: 4 Jenis Skincare untuk Melembapkan Kulit Kering saat Hamil

Gatal-gatal dapat muncul tiba-tiba dan menghilang dengan cepat atau dalam beberapa hari hingga enam minggu.

Mereka disebabkan oleh histamin dalam tubuh sebagai respons terhadap hal-hal seperti stres emosional, perubahan hormon, atau infeksi.

8. Biang Keringat

Selain kondisi kulit serius, bintik merah gatal pada kulit saat hamil bisa juga petanda Moms sedang mengalami biang keringat.

Biang keringat atau ruam panas dapat berkembang di selutuh tubuh atau bagian anggota tubuh tertentu.

Biasanya karena keringat berlebih. Karena kehamilan dapat meningkatkan suhu tubuh, Moms mungkin lebih rentan mengalami ruam panas selama masa kehamilan.

Bersamaan dengan rasa gatal atau berduri, Moms mungkin melihat bintik-bintik kecil, kemerahan, dan bahkan bengkak.

Jenis ruam ini biasanya hilang dalam beberapa hari dan tidak menimbulkan ancaman bagi bayi.

Ruam panas tidak selalu membutuhkan perawatan khusus. Untuk meredakan, bisa mencoba antihistamin atau losion kalamin.

Mengatasi Alergi Kulit Saat Hamil

Mengatasi bintik merah gatal pada kulit saat hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk meredakan bintik merah gatal pada kulit saat hamil dan menghilangkan rasa ingin menggaruk, bisa melakukan beberapa cara seperti di bawah ini, dilansir dari Tommy's Pregnancy Hub.

Gatal ringan biasanya tidak berbahaya bagi Moms atau bayi di dalam kandungan. Jika sedang mengalami gatal-gatal ringan, Moms mungkin akan terbantu untuk:

  • Kenakan pakaian longgar.
  • Kenakan pakaian katun dan hindari yang terbuat dari bahan sintetis atau wol.
  • Mandi air dingin.
  • Hindari penggunaan parfum yang kuat dan gunakan sabun yang tidak memiliki wewangian.
  • Gunakan losion atau pelembab di daerah perut.
  • Hindari makanan pedas, alkohol atau kafein.

Kadang-kadang mereka dapat menjadi tanda reaksi alergi terhadap makanan, gigitan serangga, serbuk sari, atau pemicu lainnya. Bila hal ini terjadi Moms diminta untuk langsung mendatangi rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Makan Kacang saat Hamil, Benarkah Bikin Anak Jadi Alergi?

Bintik merah gatal pada kulit saat hamil terjadi sekitar 20% pada saat kehamilan, menurut The College of Family Physicians of Canada.

Penyebab tersering adalah karena kulit kering. Menjaga kulit tetap terhidrasi, terutama area sensitif, seperti di sekitar stretch mark, adalah perhatian yang perlu Moms lihat. Pilih formula bebas pewangi dan oleskan pelembab setelah mandi.

Artikel Terkait