Kesehatan

23 September 2021

8 Penyebab Anus Gatal pada Anak, Bukan Hanya Cacingan!

Si Kecil sering terlihat menggaruk anusnya, apa penyebabnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Tentu bukan pemandangan yang ingin Moms sering lihat, Si Kecil terus-menerus menggaruk anusnya. Meski sudah mengganti celana dalamnya dengan yang bersih, Si Kecil masih saja terus mengelukan anus gatal.

Anus gatal pada anak umunya sering terjadi, terutama pada anak-anak usia prasekolah. Penyebabnya macam-macam, mulai dari kurangnya higienitas hingga penyakit.

Merasakan anus gatal tentu tidak nyaman dan bisa memalukan karena Si Kecil kerap muncul dorongan untuk menggaruknya meski di tempat umum.

Namun, menurut Mitchell Bernstein, MD, seorang profesor bedah di NYU Langone Health mengatakan bahwa, menggaruk anus gatal hanya akan memperburuk rasa gatal tersebut.

Lantas, apa penyebab hingga cara mengatasi anus gatal pada anak? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

Pengertian Anus Gatal

Buang Air Besar

Foto: Orami Photo Stock

Anus gatal atau yang dikenal dengan istilah medis pruritus ani, adalah kondisi dimana kulit di sekitar anus mengalami gatal yang sangat kuat.

Rasa gatal biasanya terletak di dalam atau di sekitar anus yang disertai dengan kemerahan, rasa panas, atau nyeri pada area sekitar anus.

Ada dua kategori yang bisa menyebabkan anus gatal, yaitu pruritus ani primer, yang berarti anusnya gatal tanpa alasan tertentu.

Dan ada juga pruritus ani sekunder, yaitu anus gatal disebabkan oleh kondisi anorektal seperti wasir, infeksi bakteri, dan lainnya.

Gejala Anus Gatal

anak nangis

Foto: Orami Photo Stock

Selain gatal, ada beberapa gejala lain yang ditimbulkan pada anus gatal pada anak, seperti:

  • Pembengkakan dan rasa terbakar
  • Ruam pada daerah anus
  • Bisul
  • Kemerahan
  • Terasa sakit

Namun, setiap anak akan merasakan gejala yang berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya.

Baca Juga: 12 Manfaat Kulit Sapi untuk Kesehatan, Mengobati Sakit Maag Hingga Menurunkan Berat Badan

Penyebab Anus Gatal

Cacing Kremi

Foto: Orami Photo Stock

Anak-anak yang mengalami rasa gatal di bagian duburnya tentu tidak akan membuatnya nyaman saat beraktivitas. Si Kecil akan terus mengeluh hingga merasa sakit pada bagian anus.

Nah, Moms, supaya tidak penasaran, ini dia beberapa alasan mengapa anus gatal pada:

1. Cacing Kremi

Cacing kremi adalah parasit yang hidup di usus.

Infeksi cacing kremi bisa terjadi pada Si Kecil yang memiliki kebiasaan mengisap jari, atau tidak mempraktikkan kebersihan tangan yang baik sebelum makan.

Melansir Deutsches Ärzteblatt International, telur cacing bisa didapat dari benda-benda seperti mainan bersama, tempat tidur, pakaian, dan kursi toilet.

Cacing kremi sering terjadi pada anak-anak usia prasekolah. Gejalanya, gatal pada anus terutama saat malam hari.

Hal ini tentu saja akan membuat tidur si kecil terganggu karena gatal yang dialami.

Cacing kremi bisa diatasi dengan pemberian obat. Tapi, diskusikan lebih dulu dengan dokter, ya, Moms.

2. Kurang Bersih Membilas Saat Buang Air Kecil

Pada anak yang sedang belajar ke toilet sendiri, sering terjadi mereka tak bersih membilas usai buang air kecil atau buang air besar.

Hal ini membuat kulit di area sekitar kemaluan dan anus menjadi lembab atau kotor, sehingga menimbulkan iritasi dan gatal-gatal.

Anus kotor juga memicu pertumbuhan bakteri di area tersebut, sehingga anus gatal sangat mungkin terjadi.

Untuk mengatasinya, Moms bisa membantu Si Kecil menjaga kebersihan dengan ikut memeriksa apakah bilasannya sudah bersih atau belum usai ia buang air kecil dan buang air besar.

Baca Juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

3. Berlebihan dalam Membersihkan Anus

Moms, membersihkan dan mengusap bagian anus terlalu keras dapat menyebabkan gatal atau memperburuk kondisi gatal pada area tersebut.

Selain itu, penggunaan sabun air panas, bubuk obat, wangi-wangi, atau deodorant juga dapat menjadi penyebab anus gatal. Sebab, berbagai hal tersebut dapat menghancurkan lapisan minyak yang berguna untuk melindungi area sensitif ini.

4. Pakaian Kekecilan atau Terlalu Ketat

Jika pakaian, terutama celana, yang dikenakan Si Kecil terlalu ketat, hal itu bisa membuat kondisi di sekitar bokong menjadi panas, lembap, dan basah.

Akibat sirkulasi udara yang tidak baik tersebut, anus gatal bisa terjadi akibat keringat yang menumpuk membuat bakteri dan jamur lebih mudah berkembang.

Atasi dengan menghindari pemakaian celana ketat agar terjadi pertukaran udara di area sekitar bokong.

Ini satu-satunya cara yang ampuh untuk menghentikan gatal di anus.

Baca Juga: 13 Cara Menghilangkan Permen Karet di Baju dan Celana, Ampuh!

5. Wasir

Wasir, selain ditandai dengan pendarahan saat buang air besar, juga memiliki gejala gatal di daerah anus.

Melansir Pakistan Journal of Medical Sciences, wasir pada anak bisa dipicu oleh tekanan berlebihan pada vena di area panggul dan dubur, misal akibat Si Kecil terlalu lama jongkok atau duduk di toilet saat buang air besar.

Untuk mengatasi wasir pada si kecil, segera bawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat ya.

6. Kudis

Kudis adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh pengerumunan kutu parasit berukuran kecil yang bersembunyi di bawah kulit.

Pada anak kecil, kudis biasa muncul pada kepala, leher, bahu, telapak tangan, hingga anus.

Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kudis tidak berbahaya pada anak dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Akan tetapi, jika kudis terjadi pada anak dengan kekebalan tubuhnya menurun seperti penderita kanker, HIV, atau penyakit kronik, maka penyakit ini dapat menjadi berat.

Baca Juga: 5 Prosedur Pasang Behel hingga Jenis dan Biayanya yang Harus Diketahui

7. Terdapat Bakteri Streptococcus di Anus

Anus gatal pada anak bisa disebut sebagai infeksi perianal streptococcus. Infeksi yang terjadi akibat bakteri streptococcus beta-hemolitik grup A bisa terjadi pada usia 6 bulan hingga 10 tahun. 

Bakteri streptococcus akan masuk ke dalam tubuh Si Kecil melalui lubang tertentu, sehingga bisa menginfeksi jaringan di sekitar dubur.

Nantinya bakkteri ini akan menimbulkan beberapa gejala, seperti rasa gatal dan nyeri pada dubur, ruam kulit di sekitar anus hingga BAB berdarah.

8. Luka Kecil di dalam Anus

Lapisan lubang anus yang robek akibat sembelit bisa menyebabkan rasa sakit dan gatal. Secara medis, kondisi ini disebut fisura ani.

Jika Si Kecil sering mengeluh kesakitan ketika buang air besar disertai dengan kondisi BAB berdarah, maka ada kemungkinan mengalami fisura ani.

Penyebab lainnya adalah Si Kecil terkena diare jangka panjang dan penyakit radang usus yang disebut penyakit Crohn.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Hotel di Bandung yang Aesthetic, Mulai 300 Ribuan!

Cara Mengatasi Anus Gatal pada Anak

Bokong dan daerah sekitar anus terbilang memiliki permukaan kulit yang sensitif dan juga lembab. Maka itu, Moms harus menjaga kebersihan agar Si Kecil tidak mengalami anus gatal.

Jika sudah terlanjur, berikut ini cara mengatasi anus gatal pada anak yang bisa Moms lakukan:

1. Berhenti untuk Menggaruk

anak

Foto: Orami Photo Stock

Kebiasaan ini justru membuat kulit Si Kecil akan terasa semakin gatal. Katakan pada Si Kecil untuk menahan rasa gatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Dengan keinginan untuk tidak menggaruk, kondisi ini dapat menjadi langkah pencegahan dalam memutuskan siklus rada gatal. 

2. Perhatikan Pola Makan

Kurangi atau bahkan hindari makanan yang membuat gatal pada anus, seperti cokelat, tomat, makanan pedas atau vitamin C yang terlalu banyak.

Selain itu, hindari memberi anak minuman seperti teh atau soda. 

3. Menjaga Kebersihan Kuku

potong kuku anus gatal

Foto: Orami Photo Stock

Moms sebaiknya selalu menjaga kebersihan kuku anak hingga pendek. Ini bertujuan agar si Kecil tidak membuat area duburnya menjadi iritasi karena tidak sengaja menggaruknya ketika sedang tidur. 

4. Tidak Malas Mandi

Usahakan untuk tidak malas mandi, setidaknya ajak Si Kecil mandi 3 kali sehari dengan menggunakan air hangat.

Selain itu, air hangat juga bisa digunakan untuk membasuh area dubur setelah buang air besar, lalu keringkan dengan baik memakai handuk lembut. 

5. Konsumsi Obat

Obat-obatan

Foto: Orami Photo Stock

Meminum obat oral antihistamin yang sudah disarankan oleh dokter di setiap malam hari.

Obat ini akan membantu dalam mengurangi rasa gatal. Untuk dosisnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: 16 Rekomendasi Drama Korea Terbaik dari Berbagai Genre, Wajib Tonton Banget!

Nah itu dia Moms penyebab hingga cara mengatasi anus gatal pada anak. Semoga membantu ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6522669/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6572969/
  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kudis-pada-anak
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-itching/diagnosis-treatment/drc-20369350
  • https://www.healthline.com/health/anal-yeast-infection
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait