Kesehatan

26 Desember 2020

6 Penyebab Bercak Putih pada Kulit, Perlu Kah Khawatir?

Kapan bercak putih pada kulit perlu diwaspadai?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Bercak putih pada kulit bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Untuk mengetahui apakah perlu dikhawatirkan atau tidak, Moms and Dads perlu memperhatikan gejala dan memahami penyebabnya.

Identifikasi dini perlu dilakukan agar bisa menemukan cara terbaik untuk mengobatinya. Apalagi jika hal ini menimpa Si Kecil yang umumnya memiliki kulit yang lebih sensitif dari orang dewasa.

Lalu, apa yang menjadi penyebab bercak putih pada kulit? Simak lebih lanjut ulasannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: 10 Manfaat Shea Butter untuk Kesehatan Kulit, Bisa Mengembalikan Elastisitas Kulit

6 Penyebab Bercak Putih Pada Kulit

thehealthsite.com.jpg

Foto: thehealthsite.com

Pada dasarnya, bercak putih pada kulit yang muncul ini bisa dipengaruhi oleh berbagai sebab. Nah, berikut ini merupakan enam penyebab munculnya bercak putih pada kulit.

1. Tinea Versicolor

Tinea versicolor atau yang biasa kita sebut dengan panu merupakan salah satu masalah kulit yang cukup umum terjadi. Penyebabnya adalah infeksi jamur.

Biasanya panu memunculkan ciri berupa bintik-bintik bernuansa putih kemerahan, merah, maupun cokelat. Bercak ini bisa membesar dari waktu ke waktu dan menyebabkan gejala seperti gatal dan kulit kering.

Ada berbagai penyebab mengapa tinea versicolor terjadi, di antaranya akibat keringat berlebih, kulit berminyak, kondisi lembab dan hangat, serta sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah.

Bercak putih pada kulit ini biasanya sering terjadi pada seseorang yang tinggal di daerah beriklim tropis. Selain itu, panu lebih rentan menyerang remaja dibanding kelompok usia lain. Hal ini karena remaja biasanya memiliki kulit yang lebih berminnyak.

Ada berbagai pengobatan yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi panu. Pada dasarnya, bercak putih pada kulit ini bisa hilang dalam cuaca dingin, namun bisa muncul lagi ketika suhu dan kelembapan meningkat.

Jika Moms dan Dads mengalami gejala ringan, hal ini bisa diobati dengan menggunakan salep anti jamur untuk menghilangkan bercak maupun bintik-bintiknya.

Namun, jika gejala yang terjadi lebih parah dan tidak hilang untuk waktu yang lama, berkonsultasi ke dokter akan menjadi pilihan terbaik.

Baca Juga: Moms, Simak 6 Cara Mudah Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil

2. Eksim

thehealthsite.com.jpg

Foro: wikipedia.org

Eksim atau dermatitis atopik ditandai oleh ruam merah dan gatal dengan benjolan. Ruam ini bisa berupa bercak berwarna putih pada kulit maupun kemerahan.

Dilansir laman National Eczema Association, eksim terjadi pada 10 persen dari total penduduk dunia.

Eksim terbentuk akibat hasil reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai zat, mulai dari zat yang menyebabkan reaksi alergi hingga bahan kimia.

Berbagai bagian tubuh yang bisa memiliki bercak putih pada kulit biasanya meliputi wajah, tangan, kaki, siku, kelopak mata, pergelangan tangan, punggung, maupun lutut.

Ruam tersebut hampir selalu terasa gatal berlebihan terutama pada malam hari dan seiring berjalannya waktu area tubuh yang terkena eksim ini bisa menebal, kering, dan bersisik.

Eksim sering terjadi pada anak-anak, utamanya pada enam bulan pertama kehidupan. Meski begitu, bercak putih pada kulit ini tetap dapat menyerang orang dari segala usia juga.

Penderita juga berkemungkinan mengalami gejala aktif selama bertahun-tahun pada suatu waktu.

Nah, kalau Moms, Dads atau Si Kecil mengalami gejala ini, maka ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menjaga kelembapan kulit
  • Hindari mandi atau mandi air panas terlalu lama
  • Menggunakan krim antigatal untuk mengurangi rasa gatalnya
  • Menghindari polusi udara, termasuk asap rokok yang akan memperburuk kondisi kulit

3. Vitiligo

Vitiligo terjadi karena sel kulit yang disebut melanosit berhenti memproduksi melanin. Melanin sendiri merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Bercak putih pada kulit ini bisa muncul di area mana saja pada tubuh, namun area khas yang biasanya terkena meliputi lutut, tangan, alat kelamin, dan rambut.

Vitiligo juga bisa juga area dengan selaput lendir seperti bagian dalam mulut atau hidung.

Kebanyakan vitiligo disebabkan oleh kondisi autoimun, yakni kelainan ketika sistem imun menyerang sel tubuh sendiri.

Menurut Healthline, perawatan yang dilakukan dokter atas bercak putih pada kulit ini meliputi terapi sinar ultraviolet dan imundulator yang bertujuan untuk mengembalikan warna pada kulit yang terkena dampak.

Dalam kasus yang parah, perawatan bedah juga bisa menjadi pilihan.

Itu sebabnya, Moms dan Dads perlu mempertimbangkan kemungkinan berkonsultasi ke dokter untuk tindakan pengobatan yang paling sesuai.

Baca Juga: 6 Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Kulit

4. Pityriasis Alba

pityriasis_alba.jpg

Foto: scopeheal.com

Pityriasis alba adalah kelainan kulit yang kebanyakan menyerang anak-anak hingga remaja.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, namun diyakini bahwa bercak putih pada kulit ini terkait dengan eksim yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal.

Penyakit ini biasanya diawali dengan bercak merah muda yang sedikit bersisik di dagu dan pipi. Bentuknya mungkin bulat, lonjong, atau tidak teratur, dan biasanya kulit kering dan bersisik jika disentuh.

Bercak biasanya bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Meski begitu, bercak putih pada kulit ini bisa juga kambuh dan meninggalkan bekas pucat pada kulit.

Bagian tubuh yang biasanya sering terinfeksi Pityriasis alba meliputi wajah, lengan bagian atas, leher, dan dada. Kelainan kulit ini tidak menular dan biasanya dokter akan meresepkan krim pelembab atau krim steroid untuk mengatasinya.

5. Liken Sklerosus

Liken sklerosus adalah gangguan kulit kronis yang kerap menyerang area genital dan anus, namun, bisa juga memengaruhi bagian lain pada tubuh. Ini juga memberikan bercak putih pada kulit.

Kelainan kulit ini ditandai dengan bercak putih pada kulit yang sering terjadi pada vulva wanita.

Perlu diperhatikan bahwa kadang kasus ringan penyakit ini luput dari perhatian karena tidak menimbulkan gejala apapun selain bercak putih berkilau yang terlihat.

Karena area yang terkena sering kali di bagian vulva dan genital, kecil kemungkinan terlihat kecuali disertai dengan gejala lain.

Itu sebabnya, Moms dan Dads perlu memerhatikan gejala lain yang bisa jadi muncul seperti gatal parah, tidak nyaman, kulit mudah memar atau robek, kesulitan buang air kecil, bintik putih halus, ataupun rasa sakit saat berhubungan seksual.

Liken sklerosus dapat menyebabkan memar, lecet, dan bahkan luka ulserasi atau luka terbuka.

Jika tidak dijaga kebersihannya, luka ini bisa terinfeksi. Karena biasanya berada di daerah genital dan anus, akan lebih sulit untuk mencegah infeksi.

Ada juga kemungkinan kecil liken sklerosus bisa berkembang menjadi kanker kulit yang disebut karsinoma sel skuamosa, yang menyerupai benjolan merah, bisul, atau area berkerak.

Baca Juga: Kulit Wajah Sehat, Ini 4 Tandanya!

6. Morfea

Morfea merupakan kondisi langka yang menyebabkan bercak putih pada kulit tanpa rasa sakit dan berubah warna pada kulit. Biasanya bercak putih pada kulit ini muncul di perut, dada, atau punggung.

Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa Morfea juga bisa muncul di wajah, lengan, maupun kaki. Sering berjalannya waktu, bercak tersebut menjadi kencang, kering, dan halus.

Morfea cenderung hanya memengaruhi lapisan luar kulit saja, tetapi ada juga beberapa kondisi yang memengaruhi jaringan yang lebih dalam dan dapat membatasi pergerakan.

Bercak putih pada kulit ini biasanya membaik dengan sendirinya dari waktu ke waktu meskipun kekambuhan sering terjadi.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada faktor-fakor tertentu yang mempengaruhi resiko perkembangan Morfea, yaitu:

  • Biasanya Morfea muncul antara usia 2 sampai 14 tahu atau di pertengahan usia 40an
  • Lebih rentan terjadi pada wanita berkulit putih
  • Riwayat keluarga dengan Morfea. Meski gak menular, kondisi ini bisa diturunkan dalam keluarga. Seseorang dengan Morfea lebih cenderung menurunkan pada anggota keluarga lainnya
  • Penderita autoimun

Morfea mempengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya bahkan terkadang tulang. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa tahun dan kemudian membaik atau menghilang dengan sendirinya.

Baiknya segera temui dokter jika bercak putih pada kulit sudah mengeras atau menebal. Diagnosis dan pengobatan dini bisa membantu memperlambat perkembangan Morfea jika diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.

Itu dia tadi penyebab bercak putih pada kulit yang sering kali membuat kita panik. Tak perlu khawatir, kelainan atau penyakit pada kulit di atas bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Semoga berguna, ya!

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait