2-3 tahun

2-3 TAHUN
17 Februari 2020

Cacing Kremi Pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Cacing kremi, penyakit paling mudah penularannya pada anak. Cegah sebelum tertular!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Cacing kremi adalah salah satu tipe cacing kecil yang umumnya menyerang usus, terutama pada anak.

Banyak anak dalam satu lingkungan seperti sekolah yang mungkin memiliki cacing kremi di waktu yang bersamaan.

Mungkin terdengar menjijikkan jika dibayangkan, akan tetapi siapapun bisa memiliki cacing kremi.

Cacing kremi berukuran kecil dan berwarna putih. Umumnya panjang cacing kremi berukuran sekitar 6-13 mm.

Ketika orang dengan cacing kremi sedang dalam kondisi tidur, cacing kremi betina akan bertelur dalam jumlah ribuan dan umumnya di lipatan kulit di sekitaran anus.  

“Meskipun semua orang bisa terinfeksi cacing kremi, infeksi yang paling sering terjadi pada anak usia 5-10 tahun. Infeksi cacing kremi bisa sangat mengganggu. Terkadang sampai menyebabkan masalah kesehatan serius meskipun tidak berbahaya,” ujar John Mersch, MD, FAAP, seorang dokter anak di Mission Hospital Regional Medical Center dan Saddleback Memorial Medical Center pada tulisannya yang berjudul How to Get Rid of Pinworms, dilansir dari eMedicineHealth.

Dikutip dari situs resmi Mayo Clinic tentang infeksi cacing kremi, telur mikroskopik cacing kremi sangat mudah menular dari satu anak ke anak lain sehingga pengobatan cacing kremi harus dilakukan sampai tuntas dan juga menyeluruh.

Baca Juga: Penyebab Balita Cacingan dan Cara Mencegahnya

Penyebab Cacing Kremi pada Anak

Waspada Serangan Cacing Kremi Pada Anak 1.jpg

Foto: bustle.com

Dilansir dari Kids Health, menelan atau menghirup telur cacing kremi secara tidak sengaja dapat menyebabkan infeksi cacing kremi pada anak.

Telur cacing kremi yang mikroskopik bisa masuk melalui mulut melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dan juga jari-jari yang masuk ke dalam mulut.

Begitu tertelan, telur-telur tersebut akan menetas dalam usus dan menjadi cacing dewasa dalam hitungan beberapa minggu.

Cacing kremi betina akan berpindah ke daerah anus untuk bertelur dimana proses inilah yang menyebabkan gatal di daerah anus.

Ketika terasa gatal dan digaruk, telur-telur cacing kremi akan menempel pada jari dan tinggal di sela kuku.

Telur-telur tersebut akan berpindah ke permukaan lain seperti mainan, sprei, dan dudukan toilet.

Telur cacing kremi juga bisa berpindah dari jari yang terkontaminasi ke makanan, cairan, pakaian, dan juga ke orang lain. Telur cacing kremi bisa bertahan selama dua sampai tiga minggu dipermukaan.

Baca Juga: Gejala Cacing Kremi pada Orang Dewasa, Yuk Cari Tahu!

Gejala Cacing Kremi pada Anak

Waspada Serangan Cacing Kremi Pada Anak 2.jpg

Foto: babycenter.com

Cacing kremi pada anak bisa jadi muncul tanpa gejala. Namun, Moms harus tetap waspada jika menemukan adanya potongan-potongan kecil menyerupai benang putih pada feses Si Kecil atau pakaian dalamnya karena kemungkinan Si Kecil terinfeksi cacing kremi.

Gejala utama infeksi cacing kremi pada anak yang paling umum adalah gatal di sekitaran anus.

Rasa gatal akan terasa parah di malam hari saat cacing betina bertelur pada orang yang yang terinfeksi. Ini bisa menyebabkan Si Kecil kesulitan tidur.

Jika gatal yang disebabkan cacing kremi digaruk secara terus menerus, kulit di bagian anus bisa terluka dan justru bisa menyebabkan infeksi bakteri lain.

Terkadang, cacing kremi bisa bermigrasi ke alat kelamin atau saluran kemih dan menyebabkan iritasi tapi ini sangat jarang terjadi.

Cara Mencegah Cacing Kremi

Waspada Serangan Cacing Kremi Pada Anak 3.jpg

Foto: childrenscolorado.org

  • Mencuci tangan

Cara terbaik untuk mencegah cacing kremi pada anak adalah membiasakan Si Kecil untuk mencuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum makan, setelah bermain di luar, dan setelah ke toilet.

  • Menjaga kebersihan kuku anak

Jaga kuku anak agar tetap pendek dan bersih. Jangan biarkan Si Kecil menggaruk bagian sekitar anus. H

ilangkan juga kebiasaan Si Kecil menggigit kuku karena ini menjadi salah satu penyebab umum cacing kremi pada anak.

  • Gunakan pakaian dalam bersih

Karena telur cacing kremi bisa menempel pada pakaian, pastikan untuk selalu mengganti pakaian dalam Si Kecil setiap hari dan gunakan pakaian dalam yang bersih.

Mencuci piyama dan sprei menggunakan air hangat secara berkala juga dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi cacing kremi.

Baca Juga: Kapan Anak Boleh Minum Obat Cacing?

Sebetulnya, infeksi cacing kremi tidak akan menyebabkan masalah yang serius. Hanya saja dalam beberapa situasi, infeksi cacing kremi yang akut bisa menginfeksi alat kelamin khususnya untuk anak perempuan.

Sebelum itu terjadi, ingat untuk selalu menjaga kebersihan Si Kecil agar tidak mudah terinfeksi cacing kremi ya Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait