Kesehatan

KESEHATAN
6 April 2021

Ketahui Penyebab dan Bahaya Paru-paru Basah

Pengobatan untuk skala ringan bisa dilakukan di rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Penyakit paru-paru basah, atau pneumonia merupakan kondisi terjadinya infeksi pada paru-paru, yang mungkin disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Menurut American Lung Association, infeksi ini menyebabkan kantung udara paru-paru (alveoli) meradang dan terisi dengan cairan atau nanah. Dampaknya bisa menyulitkan oksigen yang dihirup masuk ke aliran darah.

Dalam proses pengobatannya, akan dilihat berdasarkan penyebab paru-paru basah dan tingkat keparahannya. Baca lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan seberapa bahaya paru-paru basah.

Apa Penyebab Paru-paru Basah?

penyebab paru-paru basah-1

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab paru-paru basah dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, dan jamur di udara yang kita dihirup manusia. Melakukan identifikasi penyebabnya adalah langkah penting agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

1. Infeksi Bakteri

Mengutip Mayo Clinic, jenis pneumonia karena infeksi bakteri paling umum yaitu yang disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae, biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas.

Pneumonia bakteri dapat muncul dengan sendirinya, atau berkembang setelah terserang virus flu.

Pneumonia bakteri seringkali memengaruhi hanya satu bagian, atau lobus, dari paru-paru.

Orang yang berisiko tinggi untuk mengalami pneumonia bakteri yaitu orang yang pulih dari operasi, orang dengan penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Beberapa jenis bakteri penyebab paru-paru basah ini termasuk:

  • Mycoplasma pneumoniae. Bakteri kecil yang biasanya menginfeksi orang berusia di bawah 40 tahun, terutama mereka yang hidup dan bekerja di lingkungan yang padat.
  • Chlamydophila pneumoniae. Biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas sepanjang tahun, tetapi dapat sebabkan pneumonia ringan.
  • Legionella pneumophila. Bakteri ini bisa menyebabkan pneumonia berbahaya, yang disebut penyakit Legionnaire. Legionella tidak menular dari orang ke orang, tetapi berkaitan dengan paparan air yang terkontaminasi.

Baca Juga: Ini Gejala Pneumonia, Penyakit yang Telah Memakan Satu Korban Jiwa Suspect Corona di Indonesia

2. Infeksi Virus

Melansir Johns Hopkins Medicine, penyebab paru-paru basah ini disebabkan oleh berbagai virus, termasuk virus flu (influenza). Seseorang lebih mungkin terkena pneumonia bakteri jika memiliki pneumonia karena virus.

Virus ini bekerja dengan menginfeksi saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan pneumonia. Infeksi virus influenza ini mungkin bisa parah dan terkadang fatal.

Pneumonia oleh virus ini paling berisiko pada orang yang sebelumnya punya penyakit jantung atau paru, dan pada wanita hamil.

3. Infeksi Jamur

Penyebab terakhir dari paru-paru basah adalah infeksi jamur. Dalam jurnal Frontiers in Immunology, infeksi jamur ini adalah masalah klinis yang parah, terutama pada pasien dengan fungsi kekebalan tubuh yang terganggu.

Jenis jamur Aspergillus, Cryptococcus, Pneumocystis, dan jamur endemik, adalah patogen jamur paru utama yang dapat menyebabkan penyakit invasif yang mengancam jiwa.

Kondisi ini terjadi pada orang dengan sistem kekebalan lemah karena HIV/AIDS, atau penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Mengenal Hipertensi Pulmonal, Tekanan Darah Tinggi yang Terjadi di Paru-Paru

Seberapa Bahaya Paru-paru Basah?

penyebab paru-paru basah-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paru-paru basah dapat menyebabkan penyakit ringan hingga parah pada orang-orang dari segala usia.

Pengobatan paru-paru basah juga tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar pneumonia bisa dirawat di rumah, dan kasus yang parah dapat dirawat di rumah sakit.

Antibiotik dapat digunakan untuk jenis infeksi bakteri. Sementara, sebagian besar infeksi virus tidak memiliki perawatan khusus, dan biasanya akan lebih baik sendiri.

Tetapi, bahkan dengan perawatan, beberapa orang dengan kondisi paru-paru basah dapat mengalami komplikasi seperti berikut:

  • Bakteri dalam aliran darah (bacteremia). Bakteri memasuki aliran darah dari paru-paru dan dapat menyebarkan infeksi ke organ lain, berpotensi menyebabkan kegagalan organ.
  • Sulit bernapas. Jika pneumonia parah atau memiliki penyakit paru-paru kronis yang mendasari, seseorang mungkin kesulitan bernapas sehingga perlu dirawat di rumah sakit dan menggunakan ventilator.
  • Akumulasi cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura). Pneumonia dapat menyebabkan cairan menumpuk di ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada (pleura).
  • Abses paru-paru. Abses biasanya diobati dengan antibiotik. Terkadang dengan tindakan pembedahan atau drainase untuk menghilangkan abses.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengenali Perbedaan Pilek dan Alergi pada Anak

Apa Langkah Tepat untuk Mencegah Paru-paru Basah?

paru-paru basah

Foto: Orami Photo Stock

Agar tidak terkena pneumonia atau paru-paru basah, tentunya langkah pencegahan perlu dilakukan.

Sama seperti penyakit lain, mencegah penyakit pneumonia ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.

Beberapa langkah tepat untuk mencegah paru-paru basah adalah;

  • Tidak merokok dan juga mengurangi konsumsi minuman yang mengandung alkohol
  • Melakukan vaksinasi pneumonia atau vaksin PCV serta vaksin influenza
  • Rajin mencuci tangan agar terhindar dari penularan kuman orang lain atau benda yang sudah terkontaminasi kuman
  • Menutup mulut serta hidung dengan sapu tangan ketika bersin
  • Memakai masker ketika bepergian agar polusi udara atau virus dan bakteri orang yang sedang sakit tidak menular
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan rumah secara rutin dan membuang sampah di tempatnya

Mungkin kini Moms memiliki pertanyaan "lalu apa saja gejala pneumonia?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, langsung saja simak selengkapnya di sini!

Baca Juga: Anak Sering Batuk Pilek dalam Jangka Waktu Lama, Waspadai Risikonya!

Bagaimana Cara Mengetahui Gejala Paru-paru Basah?

paru-paru basah

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diketahui bahwa pneumonia adalah penyakit yang sangat perlu ditangani oleh dokter. Jadi ketika sudah dirasa mengalami gejala pneumonia, sebaiknya Moms langsung berkonsultasi ke dokter.

Pneumonia adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia.

Diketahui, World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 15% kematian anak-anak yang memiliki usia di bawah 5 tahun disebabkan oleh penyakit ini. WHO pun menyatakan pada tahun 2017, terdapat lebih dari 800.000 anak yang meninggal akibat paru-paru basah.

  • Secara umum gejala paru-paru basah adalah;
  • Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh dan semakin memburuk
  • Demam tinggi yang terkadang disertai menggigil
  • Sesak napas meski hanya melakukan aktivitas ringan
  • Nyeri di dada ketika menarik napas atau batuk
  • Batuk serta pilek yang berlangsung terus menerus dan malah semakin memburuk
  • Kebingungan dan perubahan prilaku terutama pada pasien yang berusia di atas 65 tahun

Khusus pada penderita pneumonia berusia di atas 65 tahun yang memiliki imunitas rendah, demam akibat pneumonia terkadang tak muncul. Meski demikian, mereka bisa mengalami penuruhan suhu tubuh di bawah normal.

Untuk mendiagnosis adanya kondisi paru-paru basah yang mungkin terjangkit di tubuh Moms ataupun anggota keluarga yang lain, biasanya dokter akan melakukan beberapa langkah.

Langkah-langkah yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis pneumonia alias paru-paru basah ini adalah;

  • Pemeriksaan fisik. Dokter biasanya akan mendengarkan suara pernapasan Moms dengan stetoskop
  • Wawancara mengenai gejala dan riwayat penyakit yang Moms derita
  • Melakukan tes darah
  • Melakukan rontgen di area dada untuk menentukan diagnosis pneumonia dan lokasi paru-paru yang mengalaminya
  • Analisis gas darah
  • Tes dahak

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Alami, Salah Satunya dengan Jus Lemon!

Apa Itu Pneumonia pada Anak?

paru-paru basah

Foto: Orami Photo Stock

Moms perlu mengetahui mengenai pneumonia pada anak. Seperti yang sudah kita ketahui, sistem imunitas yang ada pada anak masih lemah atau bisa dibilang belum terbentuk sempurna.

Jadi, tubuh Si Kecil bisa dibilang belum mampu untuk membasmi infeksi awal yang ringan sehingga infeksi bisa menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

Seperti yang sudah disebutkan, pneumonia pada anak sangat berbahaya dan bisa menyebabkan sulit bernapas dan saturasi oksigen berkurang.

Perlu untuk Moms ketahui, ini dia kondisi anak-anak yang rentan terkena pneumonia;

  • Anak yang menderita kekurangan gizi
  • Anak-anak dengan HIV
  • Anak yang terkena infeksi campak
  • Bayi yang tak mendapatkan asupan air susu ibu atau ASI
  • Anak yang tidak atau belum diimunisasi
  • Bayi yang lahir prematur

Tak hanya daftar di atas, sejumlah faktor lingkungan juga bisa meningkatkan risiko anak terkena kondisi ini. Ketika orang tua anak tersebut perokok berat atau tinggal di pemukiman yang padat penduduk, misalnya.

Nah Moms, yuk jaga kesehatan diri kita dan keluarga dari paru-paru basah dengan menerapkan hidup sehat dan juga imunisasi!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait