Newborn

NEWBORN
4 Juni 2020

Penyebab dan Cara Menghapus Ruam di Pipi Bayi, Benarkah karena Tumpahan ASI?

Hindari penggunaan sabun beraroma wangi Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Dina Vionetta

Pada bayi yang baru lahir, Moms kerap dibuat khawatir dengan timbulnya bintik merah muda di wajah bayi.

Biasanya, bintik itu juga memiliki muka yang mengkilap, dan kadang melepuh mengeluarkan air.

Tak jarang orang juga menyebutnya jerawat bayi. Sebelum Moms mengetahui cara mengatasi ruam pipi pada bayi, yuk kenali dulu penyebabnya.

Ahli mengatakan, kebanyakan ruam tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya.

Baca Juga: 4 Penyebab Ruam Leher pada Bayi dan Gejalanya, Wajib Tahu!

Penyebab Ruam Pipi Bayi

Penyebab dan Cara Menghapus Ruam di Pipi Bayi, Benarkah karena Tumpahan ASI?

Foto: Orami Photo Stock

Bintik merah muda di pipi, hidung, dan dahi bayi di usia pertama kelahirannya, menurut laman resmi pemerintah Irlandia utara,Nidirect, memang akan memburuk sebelum hilang sepenuhnya dalam hitungan minggu atau bulan.

Menyeka muka bayi dengan air hangat dapat memperbaiki kondisi kulit.

Namun, hindari penggunaan obat jerawat meski untuk anak ya Moms, apalagi untuk orang dewasa.

Jerawat atau komedo yang berkembang setelah usia tiga bulan (jerawat infantil) cenderung lebih parah. Ini umumnya membutuhkan perawatan medis.

Baca Juga: 6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi

Apakah Ruam Pipi Bayi karena Tumpahan ASI?

Penyebab dan Cara Menghapus Ruam di Pipi Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Sering orangtua kita berkata, ruam pada pipi bayi akibat saat menyusui langsung, ASI mengenai pipi dan tidak lekas dibersihkan

Namun, laman organisasi Healthy Children melansir ASI biasanya tidak menyebabkan reaksi alergi.

Faktanya, bayi lebih sering bereaksi alergi ketika meminum susu formula atau ASI, saat ibunya mengonsumsi susu sapi.

Dalam kasus ruam karena reaksi alergi, bayi dapat menunjukkan tanda-tanda kolik parah, ketidaknyamanan perut, muntah, diare, sampai kesulitan nafas.

Tanpa reaksi seperti itu, ruam pada pipi bayi tidak memerlukan penanganan medis yang serius.

Selain susu formula dan kandungan susu sapi, Moms juga perlu mengecek lagi makanan yang dikonsumsi saat menyusui.

Misalnya ikan, telur, kacang tanah, dan kacang-kacangan lainnya, juga dapat memicu reaksi alergi ini.

Baca Juga: Ruam Popok pada Bayi, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Ruam Pipi pada Bayi

Penyebab dan Cara Menghapus Ruam di Pipi Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ruam pipi pada bayi akibat tumpahan ASI adalah mitos, namun tidak ada salahnya

Moms rajin menyeka pipi bayi dengan air hangat supaya tetap bersih.

Mungkin bukan susu ibu yang membuatnya memiliki ruam, tapi dalam kondisi basah, kulit terkontaminasi bakteri, debu, atau pemicu alergi lainnya.

Jadi, jagalah kebersihan wajah bayi ya. Saat mandi, gunakan sabun tanpa parfum untuk turut mencuci wajah bayi, namun tetap hindari mata, lubang hidung, dan mulut.

Basuh dengan air hangat, keringkan wajah bayi dengan menepuk perlahan handuk pada wajah. Jangan mencoba memecahkan ruam, atau mengosoknya dengan handuk saat mengeringkan. Anda dapat menyebabkan lebih banyak iritasi atau infeksi.

Hindari penggunaan produk yang tidak dianjurkan untuk bayi.

Misalnya, produk dengan retinoid, yang terkait dengan vitamin A, atau erythromycin, biasanya digunakan untuk jerawat dewasa.

Baca Juga: 7 Produk di Rumah yang Memicu Ruam Kulit pada Bayi, Tak Diduga

Kapan Sebaiknya Anda Menemui Dokter?

Penyebab dan Cara Menghapus Ruam di Pipi Bayi, Benarkah karena Tumpahan ASI?

Foto: Orami Photo Stock

Seperti dikutip dari Healthline sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk jerawat bayi.

Namun konsultasi tetap dibutuhkan, misalnya, ketika jadwal kunjungan rutin ke dokter atau saat imunisasi.

Pada momen tersebut juga Moms dapat mendiskusikan kekhawatiran lain tentang kesehatan bayi.

Sebuah kondisi bisa disebut darurat jika ruam tersebut mengeluarkan nanah atau mengalami radang. Segeralah berobat ke dokter.

Dalam kasus ruam yang tidak kunjung hilang dalam beberapa bulan perawatan, dokter dapat merekomendasikan menggunakan lotion 2,5 persen benzoil peroksida.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka mungkin juga meresepkan antibiotik, seperti erythromycin atau isotretinoin, sehingga bayi Anda tidak memiliki bekas luka permanen.

Kasus yang lebih parah dapat menunjukkan kondisi penyakit yang diderita bayi, misalnya meningitis.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam pada Kulit Bayi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait