Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
25 Desember 2019

Penyebab Gagal Hati pada Anak, Apa Penyebabnya?

Diantaranya, infeksi virus dan overdosis obat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menurut sebuah studi yang dilansir oleh National Institutes of Health, gagal hati akut adalah kondisi langka sangat serius yang bisa terjadi pada anak yang sebelumnya sehat.

Berbeda dengan penyakit hati lain yang biasanya berkembang perlahan dalam jangka waktu lama, gagal hati akut pada anak justru bertambah parah dalam hitungan hari atau minggu saja.

Penyebab Gagal Hati pada Anak

Hmm, kira-kira apa saja gejala dan penyebab gagal hati pada anak ya, Moms? Demi menjaga kesehatan buah hati, silakan simak dulu penjelasan berikut.

Penyebab Gagal Hati Akut

penyebab gagal hati pada anak

Foto: healthinfi.com

Seperti dijelaskan dalam laman Cincinnati Children’s Hospital, gagal hati akut pada anak terjadi saat sejumlah besar sel organ hati anak mati atau rusak berat sekaligus dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Pada sebagian besar kasus, penyebab gagal hati pada anak adalah infeksi virus hepatitis A, B, dan E, Epstein-Barr, cytomegalovirus, ataupun herpes simpleks.

Namun, gagal hati akut juga bisa terjadi karena berbagai sebab lain, seperti:

  • Overdosis acetaminophen atau obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Konsumsi suplemen herbal.
  • Penyakit autoimun, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati sehingga hati menjadi bengkak dan luka.
  • Penyakit di pembuluh darah hati, seperti sindrom Budd-Chiari.
  • Masalah pada proses fisik ataupun kimia di dalam hati.
  • Kanker.
  • Sepsis atau shock.

Baca Juga: Apa itu Fatty Liver? Kenali Gejalanya dan Hindari Penyebabnya

Penyebab gagal hati pada anak biasanya baru bisa diketahui setelah Si Kecil menjalankan serangkaian tes kesehatan ya, Moms.

Gejala Gagal Hati Akut

penyebab gagal hati pada anak

Foto: vox.com

Menurut Children’s Liver Disease Foundation, menurunnya fungsi hati secara drastis dalam waktu singkat akibat gagal hati akut biasanya terlihat dari gejala seperti:

  • Jaundice atau penyakit kuning, yang ditandai dengan mata dan kulit yang berubah warna menjadi kekuningan.
  • Tinja berwarna pucat akibat hati tidak lagi dapat memproduksi bilirubin.
  • Pendarahan dan sering memar akibat produksi protein yang berperan dalam pengentalan darah tidak lagi diproduksi oleh hati.
  • Hipoglikemia atau gula darah rendah karena hati tak dapat menjalankan fungsinya sebagai pengendali gula darah secara optimal.
  • Enchepalophaty atau perubahan fungsi otak, yang kemudian menyebabkan masalah seperti sulit berkonsentrasi, kebingungan, atau pikiran kabur.
  • Berat badan turun dan berkurangnya nafsu makan.
  • Perut yang terasa nyeri dan disertai dengan mual dan muntah.

Baca Juga: Ketahui Bahaya Fatty Liver Disease Yang Mengintai Anak Obesitas

Begitu Moms melihat Si Kecil mengalami gejala di atas, segera periksakan ke dokter spesialis agar bisa dilakukan penanganan medis yang tepat.

Peluang Kesembuhan Gagal Hati Akut Pada Anak

penyebab gagal hati pada anak

Foto: futurity.org

Semakin cepat ditemukan penyebab gagal hati pada anak, ternyata akan semakin besar pula peluang untuk menghentikan terjadinya kerusakan yang lebih parah lho, Moms.

Namun, seperti diungkap dalam laman Children’s Hospital of Pittsburgh, sebagian besar anak penderita gagal hati akut harus menjalankan prosedur transplantasi hati agar fungsinya bisa kembali normal.

Selama menunggu ketersediaan donor organ, dokter akan membantu mengurangi dan mengendalikan gejala yang muncul akibat gagal hati, seperti dengan merekomendasikan pola makan khusus dan pemberian vitamin serta obat.

Baca Juga: Selain Soda, 5 Minuman Ini Juga Tidak Baik Untuk Kesehatan Anak

Oh ya Moms, peluang keberhasilan transplantasi hati bagi anak yang mengalami gagal hati akut sendiri diperkirakan sebesar 70%-90% tergantung pada tingkat keparahan, penyebab, dan komplikasi yang dialami.

Semoga Si Kecil selalu sehat dan tidak perlu mengalami kondisi serius seperti gagal hati akut ya, Moms.

Nah, apa Moms sudah mulai mengajarkan kebiasaan hidup yang bisa membantu menjaga kesehatan dan fungsi hati anak?

WA

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait