Balita dan Anak

24 Juni 2020

Kenali Penyebab dan Gejala Infeksi HIV Pada Anak

Benarkah anak bisa terkena infeksi HIV dan bagaimana gejalanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Gejala infeksi HIV pada anak bisa tampak seperti masalah kesehatan biasa, dan umumnya baru terlihat jelas setelah fungsi sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan.

Namun, semakin dini gejala infeksi HIV bisa dikenali, akan semakin besar pula peluang keberhasilan pengobatan yang bisa membantu anak penderita infeksi HIV untuk hidup sehat dan normal hingga dewasa kelak.

Yuk Moms, simak penjelasan berikut sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang gejala dan penyebab infeksi HIV pada anak.

Penyebab Infeksi HIV Pada Anak

Kenali Penyebab Dan Gejala Infeksi HIV Pada Anak 1.jpg

Foto: Thegazette.com

Seperti namanya, infeksi HIV pada anak disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang merusak dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan kemudian secara progresif menggagalkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi dan jenis kanker tertentu.

Bila tak segera diatasi secara tepat, infeksi HIV bisa berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dengan angka harapan hidup yang berkurang secara drastis.

Baca Juga: Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Hamil dan Punya Anak?

Penularan HIV Pada Anak

Kenali Penyebab Dan Gejala Infeksi HIV Pada Anak 2.jpg

Foto: Freepik.com

Mengutip penjelasan dari Stanford Children’s Health, ada dua cara transmisi atau penularan utama HIV pada anak, yaitu:

  • Transmisi vertikal: Penularan dari ibu yang HIV positif terjadi saat anak masih dalam kandungan, saat dilahirkan, atau saat menyusui.
  • Transmisi horizontal: Penularan virus HIV melalui kontak dengan sperma, cairan vagina, atau darah yang sudah terinfeksi.

Kasus penularan HIV pada anak akibat kesalahan penggunaan peralatan medis yang terkontaminasi terbilang sangat jarang. Selain itu, HIV tidak dapat ditularkan melalui sentuhan dan pelukan, keringat, air liur, air mata, gigitan serangga, maupun berbagi handuk, peralatan makan, dan toilet.

Baca Juga: Ini Cara agar Ibu Tak Tularkan HIV/AIDS ke Bayi saat Melahirkan dan Menyusui

Gejala Infeksi HIV Pada Anak

Kenali Penyebab Dan Gejala Infeksi HIV Pada Anak 3.jpg

Foto: Freepik.com

Bayi yang terlahir atau tertular HIV biasanya tidak langsung terlihat sakit, tapi setelah sistem kekebalan tubuh melemah akan mulai menunjukkan gejala seperti gagal tumbuh atau failure to thrive, pembengkakan hati dan limpa, pembengkakan kelenjar getah bening, diare berulang, pneumonia, dan sariawan.

Sedangkan pada anak yang lebih besar gejalanya menjadi lebih kompleks dan bisa terbagi dalam kategori ringan, sedang, hingga parah, seperti:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, pneumonitis, atau dua infeksi bakteri serius dalam periode dua tahun.
  • Pembengkakan kelenjar air liur, sariawan yang berlangsung lebih dari dua bulan, atau infeksi jamur pada sistem pencernaan atau paru-paru.
  • Infeksi sinus berulang, diare berulang, atau encephalopathy.
  • Dermatitis, hepatitis, atau pneumocystis jiroveci pneumonia.
  • Perut membesar akibat pembengkakan hati dan limpa atau komplikasi cacar air.
  • Penyakit ginjal.

Anak yang terlahir dari ibu HIV positif biasanya harus melakukan tes darah pada usia 2 hari, 1-2 bulan, dan 4-6 bulan. Anak baru bisa dikatakan terkena infeksi HIV jika ada dua hasil tes viral positif dari dua sampel darah yang berbeda.

Baca Juga: Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang HIV dan AIDS pada Bayi Baru Lahir

Walau sampai saat ini masih belum bisa disembuhkan, laju pelemahan dan gejala infeksi HIV pada anak bisa diperlambat dengan pemberian obat anti-retroviral sejak sedini mungkin. Si Kecil juga memiliki peluang lebih besar untuk bisa hidup dengan sehat dan normal hingga dewasa.

Nah, adakah mitos tentang penyebab infeksi HIV pada anak yang pernah Moms dengar?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait