Kesehatan

KESEHATAN
27 Agustus 2020

Jerawat di Alis, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Jerawat di alis cukup mengganggu, ya, Moms! Sebaiknya, kenali penyebabnya berikut ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Berbicara tentang jerawat, serasa tidak akan pernah ada habisnya, ya, Moms! Masalah kulit satu ini memang umum dialami siapa saja, baik pria maupun wanita.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), 85 persen orang yang berusia antara 12 dan 24 tahun pasti pernah mengalami jerawat.

Ketika usia berlanjut 30-40an, jerawat tetap dapat bisa terjadi. Jerawat pada orang dewasa memengaruhi 15 persen wanita.

Nah, jadi jangan heran kalau jerawat membandel masih sering Moms alami, terlebih ketika mendekati masa menstruasi, sedang hamil, atau kurang menjaga kebersihan kulit.

Baca Juga: Jerawat di Dahi Meradang, Ini Penyebabnya

Di antara sekian banyak jerawat yang bisa muncul di wajah, jerawat di alis cukup menyakitkan dan mengganggu. Lantas, apa penyebabnya? Ini ulasannya.

Penyebab Jerawat di Alis

jerawat di alis

Foto: simply-makeup.com

Penyebab terjadinya jerawat di alis tidak bisa melihat dalam satu sisi saja. Beberapa faktor bisa jadi pemicunya, yaitu:

1. Produksi Minyak Berlebih

Menurut Dr. Sandra Lee, dokter kulit dari Union Square Laser Dermatology, zona-T (dahi, hidung, dan dagu) adalah daerah paling berminyak di wajah yang memiliki konsentrasi kelenjar sebaceous tertinggi.

Terlebih lagi ketika Moms pada dasarnya memiliki jenis kulit kombinasi dan berminyak, maka zona-T akan lebih mudah muncul jerawat.

“Kelenjar sebaceous yang menyumbat pori-pori wajah dapat menyebabkan peradangan, yaitu jerawat. Terutama juga kelenjar sebeceous dapat menyumbat folikel rambut, yang mana halnya sama dengan alis,” ungkap Dr. Lee.

2. Mencabut Alis

Wanita pasti sering mencabut alis agar bentuknya lebih sempurna, bisa dengan cara mencukur, waxing, threading, atau menggunakan penjepit alis.

Apa pun teknik pencabutan alis, ternyata tindakan ini bisa memicu munculnya jerawat di alis.

Kondisi ini juga disebut dengan ingrown hair, yakni di mana rambut terperangkap di balik kulit.

Ingrown hair bisa menyebabkan kotoran, sel kulit mati, dan bakteri terjebak di folikel rambut alis.

“Ketika Moms mencabut alis, maka secara langsung mencabut dari akarnya. Ketika ia tumbuh kembali, alis perlu tumbuh sedikit di bawah sebelum menonjol ke luar permukaan. Jika rambut yang masuk terjebak di bawah kulit, maka hal ini bisa menimbulkan benjolan seperti jerawat,” ungkap Dr. Jennifer Chwalek, dokter kulit bersertifikasi.

Beberapa tanda ingrown hair yang harus Moms perhatikan adalah:

  • Gatal di kulit bagian alis
  • Benjolan kecil berwarna merah atau pink yang perlahan membesar
  • Benjolan merah yang terdapat rambut di dalamnya

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Jerawat di Leher

3. Penggunaan Kosmetik, Terutama di Area Mata

Tentunya bagian alis sering menjadi tempat terbaik untuk memakai makeup.

Sederhananya seperti memakai pensil alis, brow gel, atau eyeshadow. Ketika kulit Moms bereaksi terhadap kandungan tertentu, maka hal ini bisa membuat iritasi dan muncul jerawat.

Kandungan silikon seperti dimetikon, trimetikon, kopolimer sebaiknya tidak ada dalam produk makeup yang Moms pakai. Bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi.

Bakteri dan kotoran juga seringkali terperangkap di brush atau spons makeup yang Moms gunakan.

Minyak yang terdapat di alis bisa menempel di alat makeup, kemudian bisa masuk ke dalam pori-pori dan menyebabkan jerawat. Sehingga masalah jerawat di alis dan dahi tidak akan kunjung usai.

Oleh sebab itu, Moms harus rajin membersihkan brush dan spons setidaknya seminggu sekali.

Jangan pakai alat makeup yang sudah terlalu lama atau rusak, karena bakteri akan lebih mudah menempel.

Selain itu, pastikan juga Moms selalu membersihkan wajah secara menyeluruh setelah memakai makeup.

Moms bisa gunakan cleansing oil dan cleansing balm terlebih dahulu untuk melunturkan makeup, baru setelahnya bilas menggunakan sabun muka yang lembut. Jangan pernah tidur tanpa membersihkan makeup terlebih dahulu ya!

4. Rambut Berponi

Rambut berponi bisa membuat awet muda, namun ternyata dapat berkontribusi pada munculnya jerawat di dahi dan juga alis.

Selain itu, Moms harus memerhatikan produk perawatan rambut yang dipakai dan sebaiknya pilih yang non-comedogenic.

“Poni dapat membuat minyak, kotoran, dan keringat terperangkap di dalam kulit sehingga meningkatkan risiko alami jerawat. Beberapa produk perawatan rambut juga bisa mengiritasi kulit dan merangsang peradangan pada kulit,” ungkap Dr. David Lortscher, dokter kulit dari San Francisco.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Bopeng Bekas Jerawat

5. Gangguan Kesehatan pada Hati

Menurut pengobatan kuno China dan Ayurveda, jerawat di alis merupakan tanda stres pada bagian hati akibat pola makan yang tidak teratur dan stres emosional.

Hati berfungsi untuk membersihkan racun, sel kulit mati, dan kotoran-kotoran lainnya dari darah.

Saat kita mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak berolahraga, hati akan terganggu dan tidak bisa bekerja dengan baik, sehingga racun dan kotoran tetap tinggal di darah, kulit, dan bagian tubuh lainnya.

Cara Mengatasi Jerawat di Alis

Cara Mengatasi Jerawat di Alis

Foto: bestlifeonline.com

Supaya tidak terus mengganggu, berikut adalah beberapa cara mengatasi jerawat di alis:

1. Gunakan Obat Jerawat

American Academy of Family Physicians mengungkapkan, cara mengobati jerawat paling mudah didapatkan dengan benzoil peroksida dan gunakan pembersih wajah mengandung salicylic acid.

Obat jerawat bisa mengatasi dan mencegah jerawat dengan cara:

  • Membersihkan pori-pori tersumbat
  • Membersihkan sel kulit mati dan kotoran dari kulit
  • Mengurangi bakteri di kulit
  • Mengontrol produksi minyak di kulit
  • Mengontrol hormon pemicu jerawat

Obat jerawat yang bisa dibeli bebas di apotek bisa mengatasi jerawat di alis yang ringan.

Namun, bila Moms mengalami jerawat yang parah, lebih baik minta obat jerawat dari dokter.

Dokter juga biasanya akan meresepkan obat oral alias obat minum agar pengobatan jerawat bisa lebih efektif.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Bekas Jerawat yang Bisa Dicoba

2. Perawatan Secara Alami

Bila Moms lebih memilih perawatan alami, pilihlah bahan yang mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi, seperti:

  • Tea tree oil
  • Lidah buaya
  • Rosemary
  • Teh hijau

3. Cuci Muka dengan Teratur

AAD menganjurkan beberapa tips ini saat mencuci muka untuk mengurangi jerawat di kulit:

  • Cuci muka dengan sabun muka lembut 1-2 kali sehari
  • Gunakan ujung jari untuk memijat-mijat sabun muka
  • Bilas wajah dengan air bersuhu ruangan

Satu hal yang harus selalu diingat adalah jangan menyentuh atau memencet jerawat!

Bakteri dan kotoran di tangan dan di kuku bisa masuk ke pori-pori kulit, lalu memperparah kondisi jerawat.

Jika jerawat di alis masih meradang, sebaiknya hentikan penggunaan makeup, ya!

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memerhatikan asupan nutrisi, tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, dan minum air putih yang cukup setiap harinya. Yuk, bebaskan jerawat di alis dengan cara tersebut.

Baca Juga: Jerawat di Dagu Tanda PMS, Kok Bisa?

Artikel Terkait