Pernikahan & Seks

15 September 2021

5 Penyebab KDRT yang Umum Terjadi dan Solusinya, Wajib Tahu!

Ekonomi menjadi satu dari beberapa alasan penyebab KDRT
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam beberapa kasus, penyebab KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga didasari oleh faktor ekonomi. Padahal, seyogyanya rumah dipercaya merupakan tempat yang paling aman, nyaman ditempati juga tempat bermuaranya seluruh petualangan dan kelelahan.

Komnas Perempuan mencatat dalam catatan tahunan jumlah kasus kekerasan sepanjang tahun 2020 sebesar 299.911 kasus. Diantaranya, 8.234 kasus yang ditangani oleh lembaga layanan Komnas Perempuan, dan kasus yang paling menonjol adalah kasus kekerasan rumah tangga sebanyak sebanyak 79% (6.480 kasus).

Kenapa? Karena KDRT terjadi dalam lingkup personal yang penuh muatan relasi emosi sehingga penyelesaiannya tidak segampang kasus-kasus criminal dalam konteks publik. Dilansir dari Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Suara perempuan atau korban kekerasan domestic cenderung membisu. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan tindakan KDRT seperti fenomena gunung es, lebih banyak kasus yang terpendam ketimbang yang terlihat.

Penyebab KDRT/Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Ilustrasi penyebab KDRT

Foto: Orami Photo Stock

Kekerasan dalam rumah tangga dapat didefinisikan sebagai pola perilaku dalam hubungan apa pun yang digunakan untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan dan kendali atas pasangan intim.

Pelecehan adalah tindakan fisik, seksual, emosional, ekonomi atau psikologis atau ancaman tindakan yang mempengaruhi orang lain menurut United Nations. Lalu, apa saja penyebab kekerasan dalam rumah tangga utamanya yang dilakukan oleh suami terhadap istri yaitu:

1. Hubungan Tidak Seimbang

Adanya hubungan kekuasaan yang tidak seimbang antara suami dan istri. Budaya patriarki membuat laki-laki atau suami berada di tingkat kekuasaan yang lebih tinggi daripada perempuan atau istri, sehingga perempuan tidak jarang ketika sudah menikah dianggap sebagai milik suaminya.

Hal tersebut menimbulkan ketimpangan dalam hubungan karena suami memiliki kuasa lebih terhadap istrinya dibandingkan istrinya sendiri.

Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Korban KDRT Sulit Meninggalkan Rumah

2. Ketergantungan Ekonomi

Pendidikan dan Budaya patriarki yang sudah menjadi bagian dalam masyarakat memberikan pandangan bahwa seorang istri memang seharusnya bergantung pada suami. Sehingga tak heran jadi penyebab KDRT sehingga membuat sebagian istri tidak terbiasa mandiri atau berdaya secara ekonomi, lalu ketika terjadi KDRT membuat istri harus bertahan.

Perilaku seperti ini juga membuat suami merasa memiliki kuasa lebih akan ketidakberdayaan istrinya.

3. Alat untuk Menyelesaikan Konflik

Kekerasan terhadap istri terjadi biasanya dilatar belakangi oleh ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan suami. Kekerasan dilakukan dengan tujuan agar istri dapat memenuhi harapannya tanpa melakukan perlawanan karena ketidakberdayaannya.

Kejadian ini juga masih menjadi salah satu dasar budaya dalam masyarakat bahwa jika perempuan atau istri tidak menurut, maka harus diperlakukan secara keras agar ia menjadi penurut sehingga inilah salah satu penyebab KDRT.

4. Persaingan

Tahukah persaingan juga bisa menjadi penyebab KDRT? Pada dasarnya manusia hidup memang penuh persaingan dan tidak pernah mau kalah, begitupun dengan sepasang suami dan istri.

Persaingan antara suami dan istri terjadi akibat ketidaksetaraan antara keduanya untuk saling memenuhi keinginan masing-masing, baik dalam pendidikan, pergaulan, penguasaan ekonomi, keadaan lingkungan kerja dan masyarakat dapat menimbulkan persaingan yang dapat menimbulkan penyebab KDRT.

Budaya juga membuat pandangan bahwa laki-laki tidak boleh kalah atau lebih rendah dari perempuan, sehingga tidak heran jika terjadi kekerasan terhadap perempuan atau istri hanya untuk memenuhi ego laki-laki atau suami.

5. Frustasi

Baik Moms dan Dads bisa merasakan frustasi dalam kehidupan berumah tangga. Kekerasan juga dapat terjadi akibat lelahnya psikis yang menimbulkan frustasi diri dan kurangnya kemampuan coping stress suami.

Frustasi timbul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh suami. Hal ini biasa terjadi pada pasangan yang belum siap kawin, suami belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap yang mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan masih serba terbatas dalam kebebasan.

Dalam kasus ini biasanya suami mencari pelarian kepada mabuk-mabukan dan perbuatan negatif lain yang berujung pada pelampiasan berbentuk kekerasan terhadap istrinya, baik secara fisik, seksual, psikis, atau bahkan penelantaran keluarga.

Baca Juga: Battered Woman Syndrome, Kondisi yang Dialami Wanita Korban KDRT

Solusi KDRT

Solusi KDRT

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui penyebab, Moms dan Dads juga memerlukan solusi KDRT, yaitu:

1. Ketersediaan Strategi Intervensi Krisis

Penyediaan layanan intervensi krisis mulai dari penggunaan hotline krisis KDRT, penyediaan tempat penampungan atau fasilitas hunian darurat lainnya, penyediaan layanan medis, penyediaan jaringan transportasi yang memadai

2. Pemberian Dukungan Emosional

Para korban pelecehan perlu diberikan dukungan emosional melalui cara-cara berikut:

  • Penyediaan swadaya melalui kelompok pendukung
  • Pemberian Pelatihan Ketegasan kepada para korban kekerasan
  • Membantu para korban untuk membangun harga diri dan kepercayaan diri
  • Menyelenggarakan sesi-sesi yang mengajarkan orang-orang bagaimana menangani isu-isu kekerasan dalam rumah tangga
  • Mengembangkan kursus tentang Keterampilan Mengasuh Anak

3. Pemberian Advokasi dan Bantuan Hukum

Program advokasi dan bantuan hukum perlu mencakup hal-hal berikut:

  • Akses dan hak asuh anak
  • Memecahkan masalah dengan distribusi properti di antara para mitra
  • Penyediaan dukungan keuangan
  • Penggunaan perintah penahanan terhadap pelaku
  • Pemberian manfaat bantuan publik

Banyak peneliti berpikir bahwa solusi terbaik untuk kekerasan dalam rumah tangga adalah dengan mencegah orang menjadi pelaku kekerasan sejak awal. Banyak strategi sehubungan dengan ini menunjukkan bahwa ini mungkin.

Baca Juga: Ini Hukum KDRT dalam Islam, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Para peneliti berpendapat bahwa anak-anak harus diajari bagaimana laki-laki harus memperlakukan perempuan dan cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi mereka. Anak laki-laki dan laki-laki harus dibesarkan dengan pengetahuan bahwa tidak apa-apa bagi laki-laki untuk menangis dan menunjukkan semacam emosi "lemah" dan bahwa emosi marah tidak boleh menjadi satu-satunya emosi yang dapat diterima oleh anak laki-laki.

  • https://www.marriage.com/advice/domestic-violence-and-abuse/solutions-to-domestic-violence/
  • https://mainweb-v.musc.edu/vawprevention/research/defining.shtml
  • https://www.foryourmarriage.org/domestic-violence/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/domestic-violence/art-20048397
  • https://psychcentral.com/lib/what-causes-domestic-violence#2
  • https://www.sagepub.com/sites/default/files/upm-binaries/24081_Pages_272_273.pdf
  • https://media.neliti.com/media/publications/240049-tindak-pidana-kekerasan-dalam-rumah-tang-a6e90634.pdf
  • https://www.pa-bantaeng.go.id/blog/2021/01/02/kekerasan-dalam-rumah-tanggakdrt/
  • https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/24.pdf
  • https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/viewFile/295/180
  • http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=647:kekerasan-dalam-rumah-tangga-kdrt-persoalan-privat-yang-jadi-persoalan-publik&catid=101&Itemid=181
  • http://stoprelationshipabuse.org/educated/what-causes-relationship-abuse/
  • https://www.marriage.com/advice/domestic-violence-and-abuse/5-reasons-of-abuse-in-a-marriage/
  • https://ifstudies.org/blog/eight-reasons-women-stay-in-abusive-relationships
  • https://www.un.org/en/coronavirus/what-is-domestic-abuse
  • https://study.com/academy/lesson/abusive-relationships-causes-consequences-prevention.html
  • https://www.medicinenet.com/domestic_violence/article.htm#what_are_treatment_options_for_intimate_partner_violence
  • https://journal.uny.ac.id/index.php/dimensia/article/view/3417
  • file:///C:/Users/waritsa/Downloads/33434-114782-1-SM.pdf
  • https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/catahu-2020-komnas-perempuan-lembar-fakta-dan-poin-kunci-5-maret-2021
  • http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=649:kekerasan-dalam-rumah-tangga-dalam-perspektif-sosiologi&catid=101&Itemid=181
  • https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1742/perempuan-rentan-jadi-korban-kdrt-kenali-faktor-penyebabnya
  • https://theconversation.com/angka-kdrt-di-indonesia-meningkat-sejak-pandemi-covid-19-penyebab-dan-cara-mengatasinya-144001
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait