Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Waspada, Ini 6 Penyebab Keguguran Berulang

Bagikan


Ada beberapa wanita yang mengalami keguguran berkali-kali. Bahkan hingga lebih dari 3 kali secara berturut-turut. Dalam bahasa medis, kondisi keguguran yang berulang seperti itu disebut recurrent miscarriage. Konon, sekitar 1 dari seratus perempuan hamil, mengalami keguguran berulang.

Wanita yang mengalami masalah ini mungkin ada yang merasa putus harapan. Setiap kali hamil, berujung pada keguguran. Terkait hal ini, riset menunjukkan bahwa mayoritas perempuan yang mengalami keguguran berulang, akhirnya bisa hamil dan memiliki bayi.

Apalagi bila hasil tes menunjukkan tidak ada alasan dari penyebab keguguran tersebut. Kabarnya, 6 dari 10 wanita yang mengalami keguguran berulang sebanyak 3 kali, pada akhirnya berhasil mendapatkan momongan.

Kenapa bisa terjadi keguguran berulang? Nah, pada sebagian perempuan, ternyata tak diketahui pasti apa yang menjadi penyebab keguguran. Diperkirakan, separuh dari kejadian keguguran berulang tak diketahui alasannya. Meski begitu, sebagian penyebab keguguran berulang dapat diidentifikasi.

Penyebab Keguguran Berulang

Ada beberapa kondisi kesehatan yang diduga menjadi penyebab keguguran berulang. Biasanya, kondisi tersebut adalah hal yang tidak umum. Berikut di antaranya:

1. Masalah pada rahim, panggul lemah, atau infeksi vagina

Keguguran berulang juga bisa terjadi bila Moms mengalami masalah pada rahim, misalnya kelainan bentuk rahim atau masalah panggul lemah. Selain itu, infeksi pada vagina (bacterial vaginosis) juga bisa memicu risiko keguguran atau kelahiran prematur.

2. Masalah hormon

Masalah atau gangguan hormonal juga bisa memicu terjadinya keguguran berulang. Misalnya, kasus polycystic ovaries. Akan tetapi, belum bisa dipastikan kenapa masalah hormon bisa terkait dengan keguguran.

3. Sindrom antiphospholipid (APS)

Sindrom APS alias sindrom sticky blood atau sindrom Hughes ini menimbulkan pembekuan darah yang tidak seharusnya. Konon APS ditemukan pada sekitar 15%-20% kasus keguguran berulang.

4. Masalah genetik

Moms atau pasangan mungkin sebenarnya memiliki riwayat kelainan pada kromosom. Namun, hal tersebut baru diturunkan pada janin yang dikandung. 

Kelainan kromosom pada bayi lebih mudah terjadi sehingga memicu peningkatan risiko keguguran. Adanya kelainan kromosom ini diduga menjadi penyebab kasus keguguran berulang pada sekitar 2% hingga 5% pasangan suami istri. 

5. Kelainan pembekuan darah yang menurun (thrombophilia)

Boleh dibilang, thrombophilia ini serupa dengan APS. Akan tetapi, thrombophilia dimiliki sejak lahir. Pada kasus ini, darah lebih mudah membeku dan bisa menimbulkan keguguran berulang.

6. Faktor usia

Faktor usia juga bisa memengaruhi keguguran. Semakin tua usia Moms, makin tinggi juga kemungkinan mengalami keguguran. Termasuk, usia suami juga meningkatkan risiko keguguran.

Kenapa begitu? Ketika seseorang berusia di atas 35 tahun, kuantitas dan kualitas sel telur menurun. Alhasil, materi genetik pada sel telur ini tak sesuai lagi pada saat fertilisasi.

Nah, dari beberapa kemungkinan penyebab tersebut, ada kasus keguguran yang tak diketahui alasannya. Inilah yang disebut keguguran berulang yang tak dapat dijelaskan atau unexplained recurrent miscarriage. Hal yang perlu diwaspadai, setiap kejadian keguguran bisa memicu atau meningkatkan risiko keguguran berikutnya.

Baca Juga: 5 Cara Pemulihan Fisik dan Mental Setelah Keguguran

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Keguguran Berulang?

1. Lakukan tes darah

Salah satu upaya yang dilakukan adalah tes darah untuk memeriksa APS atau sindrom sticky blood. Tes ini bertujuan untuk mengetahui antibodi yaitu zat kimia yang dihasilkan tubuh untuk menangani infeksi.

Tes ini dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu 6 minggu sehingga bisa diketahui apakah Moms mengalami APS atau tidak.

Meskipun terdeteksi mengalami APS, Moms tetap bisa berpeluang hamil dan berhasil melahirkan. Bila diketahui hamil lagi, dokter akan memberikan obat pengencer darah, seperti aspirin atau heparin untuk pengobatan APS. Selain itu, Moms dan suami juga dapat melakukan tes darah pemeriksaan kelainan kromosom (karyotyping).

Tes lainya yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan jaringan kehamilan yang gagal atau post mortern. Tes ini untuk melihat apakah ada masalah pada kromosom. Jaringan plasenta juga akan diperiksa untuk mendeteksi masalah yang terjadi.

Baca Juga: Ingin Hamil Lagi Setelah Keguguran? Lakukan 5 Hal Ini

2. USG

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah USG untuk memeriksa rahim apakah ada kelainan yang mengakibatkan atau menghambat kehamilan.

Ada beberapa kelainan dapat ditangani dengan tindakan operasi. Misalnya, kelainan rahim atau lemahnya panggul. Namun kondisi ini jarang terjadi. Pada kehamilan selanjutnya, dokter dapat melakukan tindakan operasi minor untuk menjahit panggul. Upaya ini untuk membantu mencegah risiko keguguran selanjutnya.

Bila setelah dilakukan pemeriksaan, tidak diketahui penyebab yang pasti, Moms kemungkinan besar bisa hamil. Ketika hamil, Moms akan dirawat dengan seksama dan mendapat perawatan ekstra di awal kehamilan.

Penanganan perawatan dan dukungan secara intensif dapat meningkatkan kesempatan hamil. Diketahui, sekitar 3/4 perempuan yang mengalami keguguran berulang tanpa jelas penyebabnya, akhirnya akan melahirkan bayi sehat berkat dukungan dan perawatan yang tepat.

Kondisi penyebab keguguran berulang bisa ditangani meski tidak semuanya. Bagaimanapun, tidak ada yang dapat menjamin peluang keberhasilan kehamilan. Meski begitu, dokter bisa memperkirakan bagaimana peluang Moms berhasil hamil.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.