Trimester 1

31 Maret 2021

Faktor Risiko dan Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Hindari hal-hal ini ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms perlu mengetahui penyebab keguguran yang paling sering terjadi. Jangan sampai Moms merasakan kekecewaan karena secara tidak sengaja mengalami atau melakukan penyebab keguguran yang paling sering terjadi.

Ada beberapa wanita yang mengalami keguguran berkali-kali. Bahkan hingga lebih dari 3 kali secara berturut-turut.

Dalam bahasa medis, kondisi keguguran yang berulang seperti itu disebut recurrent miscarriage. Konon, sekitar 1 dari seratus perempuan hamil, mengalami keguguran berulang.

Jangan sampai merasakan kondisi ini, mengetahui penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah hal yang penting, Moms.

Wanita yang mengalami masalah ini mungkin ada yang merasa putus harapan. Setiap kali hamil, berujung pada keguguran.

Terkait hal ini, riset menunjukkan bahwa mayoritas perempuan yang mengalami keguguran berulang, akhirnya bisa hamil dan memiliki bayi.

Apalagi bila hasil tes menunjukkan tidak ada alasan dari penyebab keguguran tersebut. Kabarnya, 6 dari 10 wanita yang mengalami keguguran berulang sebanyak 3 kali, pada akhirnya berhasil mendapatkan momongan.

Dalam sebuah jurnal yang berjudul New Insights Into Mechanisms Behind Miscarriage, keguguran adalah komplikasi umum yang terjadi di awal kehamilan. Jadi, pada masa-masa ini Moms perlu menjaga kesehatan dengan baik.

Kenapa bisa terjadi keguguran berulang? Nah, pada sebagian perempuan, ternyata tak diketahui pasti apa yang menjadi penyebab keguguran yang paling sering terjadi.

Diperkirakan, separuh dari kejadian keguguran berulang tak diketahui alasannya. Meski begitu, sebagian penyebab keguguran berulang dapat diidentifikasi.

Baca Juga: Apa Itu Stillbirth dan Perbedaannya dengan Keguguran?

Menurut Dr. Kanadi Sumapraja, SpOG(K), staf bagian obserti dan Ginekologi FKUI-RSCM Keguguran adalah berhentinya proses kehamilan sebelum mencapai usia 20 minggu.

Karena itu dengan memahami beberapa faktor risiko dan penyebab keguguran yang paling sering terjadi, Moms dapat mengantisipasi kemungkinan keguguran dan membantu dokter untuk mempertimbangkan perawatan medis yang mungkin dibutuhkan.

Selain mengetahui penyebab keguguran yang paling sering terjadi, ternyata keguguran juga bisa terjadi berulang. Moms pun perlu mengetahui apa saja yang menjadi faktor keguguran berulang. Simak selengkapnya di sini ya!

Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

penyebab keguguran yang paling sering terjadi

Foto: Orami Photo Stock

Selama kehamilan, tubuh memasok hormon dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang. Kebanyakan keguguran trimester pertama terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan hal ini. Yuk, simak penyebab keguguran yang paling sering terjadi

1. Kelainan Gen atau Kromosom

Salah satu penyebab keguguran yang paling terjadi adalah kelainan gen atau kromosom.

Sebagian besar keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal. Sekitar 50 persen keguguran dikaitkan dengan kromosom ekstra atau kromosom yang hilang.

Paling sering, masalah kromosom diakibatkan oleh kesalahan yang terjadi secara kebetulan saat embrio terbagi dan tumbuh―bukan masalah yang diwarisi dari orang tua.

Kelainan kromosom bisa menyebabkan:

  • Kehamilan kosong (blighted ovum)

Kondisi blighted ovum ini terjadi bila sel telur yang telah dibuahi tertanam pada bagian dalam rahim, namun tidak ada embrio yang terbentuk.

  • Kematian janin dalam kandungan (intrauterine fetal demise)

Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang dan mati sebelum timbul gejala keguguran.

  • Kehamilan anggur (molar pregnancy)

Dengan kehamilan anggur, kedua kromosom tersebut berasal dari ayah. Kehamilan anggur dikaitkan dengan pertumbuhan plasenta abnormal; biasanya tidak ada perkembangan janin.

  • Kehamilan anggur parsial (partial molar pregnancy)

Terjadi saat kromosom ibu tetap ada, namun sang ayah menyediakan dua set kromosom. Kehamilan anggur parsial biasanya dikaitkan dengan kelainan plasenta dan janin.

2. Kondisi Kesehatan Ibu

Kondisi kesehatan eksternal, kebiasaan gaya hidup, dan kondisi yang mendasarinya juga dapat mengganggu perkembangan janin, terutama pada trimester kedua. Berbagai kondisi yang bisa mengganggu perkembangan janin antara lain:

  • Diet buruk atau kekurangan gizi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol
  • Usia lanjut
  • Penyakit tiroid yang tidak diobati
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Infeksi
  • Trauma
  • Obesitas
  • Masalah leher rahim
  • Kelainan bentuk rahim
  • Tekanan darah tinggi yang parah
  • Keracunan makanan
  • Obat-obatan tertentu
  • Aktivitas rutin yang tidak menyebabkan keguguran:
  • Olahraga, termasuk aktivitas dengan intensitas tinggi seperti jogging dan bersepeda.
  • Hubungan seksual.
  • Bekerja, asalkan tidak terkena paparan bahan kimia berbahaya atau radiasi. Terkait hal ini sebaiknya bicarakan dengan dokter jika Moms khawatir dengan risiko yang terkait dengan pekerjaan.

Perlu diketahui, dilansir dari jurnal Differing Causes of Pregnancy Loss in Type 1 and Type 2 Diabetes, terdapat perbedaan yang signifikan penyebab utama keguguran pada perempuan dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Tingkat keguguran lebih tinggi pada perempuan yang memiliki tipe diabetes 2 dan menunjukkan ciri-ciri lain seperti obesitas, berkontribusi secara signifikan terhadap keguguran.

Jadi, jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari penyebab keguguran yang paling sering terjadi ini ya, Moms!

Baca Juga: 4 Makanan Berbahaya untuk Ibu Hamil dengan Diabetes, Wajib Dihindari!

Penyebab Keguguran Berulang

keguguran berulang

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa kondisi kesehatan yang diduga menjadi penyebab keguguran berulang. Biasanya, kondisi tersebut adalah hal yang tidak umum. Berikut di antaranya:

1. Masalah pada rahim, panggul lemah, atau infeksi vagina

Keguguran berulang juga bisa terjadi bila Moms mengalami masalah pada rahim, misalnya kelainan bentuk rahim atau masalah panggul lemah. Selain itu, infeksi pada vagina (bacterial vaginosis) juga bisa memicu risiko keguguran atau kelahiran prematur.

2. Masalah hormon

Masalah atau gangguan hormonal juga bisa memicu terjadinya keguguran berulang. Misalnya, kasus polycystic ovaries. Akan tetapi, belum bisa dipastikan kenapa masalah hormon bisa terkait dengan keguguran.

3. Sindrom antiphospholipid (APS)

Sindrom APS alias sindrom sticky blood atau sindrom Hughes ini menimbulkan pembekuan darah yang tidak seharusnya. Konon APS ditemukan pada sekitar 15%-20% kasus keguguran berulang.

4. Masalah genetik

Moms atau pasangan mungkin sebenarnya memiliki riwayat kelainan pada kromosom. Namun, hal tersebut baru diturunkan pada janin yang dikandung. 

Kelainan kromosom pada bayi lebih mudah terjadi sehingga memicu peningkatan risiko keguguran.

Adanya kelainan kromosom ini diduga menjadi penyebab kasus keguguran berulang pada sekitar 2% hingga 5% pasangan suami istri. 

5. Kelainan pembekuan darah yang menurun (thrombophilia)

Boleh dibilang, thrombophilia ini serupa dengan APS. Akan tetapi, thrombophilia dimiliki sejak lahir. Pada kasus ini, darah lebih mudah membeku dan bisa menimbulkan keguguran berulang.

6. Faktor usia

Faktor usia juga bisa memengaruhi keguguran. Semakin tua usia Moms, makin tinggi juga kemungkinan mengalami keguguran. Termasuk, usia suami juga meningkatkan risiko keguguran.

Kenapa begitu? Ketika seseorang berusia di atas 35 tahun, kuantitas dan kualitas sel telur menurun. Alhasil, materi genetik pada sel telur ini tak sesuai lagi pada saat fertilisasi.

Baca Juga: Mengenal Abortus Inkomplit, Kondisi Keguguran dengan Jaringan Konsepsi Belum Keluar Sempurna

Faktor Risiko Keguguran

faktor penyebab keguguran

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar keguguran disebabkan oleh penyebab alami dan tidak dapat disembuhkan. Namun, faktor risiko tertentu dapat meningkatkan peluang mengalami keguguran termasuk:

Wanita yang lebih tua dari usia 35 berisiko lebih tinggi daripada wanita yang lebih muda. Jadi berikut pun penyebab keguguran yang paling sering terjadi.

  • Riwayat keguguran sebelumnya. Wanita yang memiliki riwayat dua atau lebih keguguran berturut-turut berisiko lebih tinggi.
  • Kondisi kronis, seperti diabetes yang tidak terkontrol.
  • Masalah uterus atau leher rahim, yaitu kelainan uterus tertentu atau jaringan serviks yang lemah (tidak kompeten).
  • Kebiasaan buruk sebelum dan selama hamil, seperti merokok, alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Berat badan. Terlalu kurus atau kelebihan berat badan dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.
  • Tes prenatal invasif, seperti tes genetik prenatal invasif juga berisiko lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Penyebab Lama Hamil setelah Keguguran

Yuk, jaga kesehatan dan yang terpenting selalu mengonsumsi makanan bergizi serta olahraga yang teratur agar kondisi kesehatan tetap optimal.

Jangan sampai penyebab keguguran yang paling sering terjadi ini menimpa Moms, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3699442/
  • https://care.diabetesjournals.org/content/30/10/2603
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait