Newborn

NEWBORN
21 Maret 2019

Penyebab Laringomalasia yang Membuat Nafas Bayi Terdengar Seperti Dengkuran

Dalam kondisi tertentu diperlukan pembedahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Laringomalasia adalah kelainan bawaan pada tulang rawan laring.

Ini adalah lesi dinamis yang mengakibatkan kolapsnya struktur supraglotis ketika bayi bernapas, sehingga menyebabkan tersumbatnya jalan napas.

Apa penyebab laringomalasia? Apakah berbahaya bagi bayi dan membutuhkan pengobatan serius?

Penyebab Laringomalasia Belum Diketahui Secara Pasti

laringomalasia penyebab nafas bayi terdengar grok grok 1

Masih belum diketahui secara jelas mengapa bayi dapat mengembangkan laringomalasia.

Menurut para ahli respiratori anak di Rumah Sakit Anak Monroe Carell Jr Vanderbilt, Nashville, Texas, kondisi ini dianggap sebagai perkembangan abnormal tulang rawan laring atau bagian lain dari pita suara.

Penyebab laringomalasia diduga akibat dari kondisi neurologis yang memengaruhi saraf pita suara.

Jika disertai penyakit GERD, kondisi ini dapat menyebabkan pernapasan penderitanya menjadi lebih buruk.

Penyebab laringomalasia lain diduga merupakan kelainan yang diturunkan oleh orang tua, meskipun bukti untuk penyebab ini masih belum cukup kuat.

Terkadang kelainan bawaan ini juga dihubungkan dengan cacat lahir tertentu, seperti disgenesis gonad dan sindrom Costello.

Namun, anggota keluarga dengan sindrom tertentu tidak selalu memiliki gejala yang sama dan tidak semua memiliki laringomalasia.

Baca Juga: Terapi Kesehatan untuk Pernapasan Si Kecil

Tanda dan Gejala Laringomalasia pada Bayi

laringomalasia penyebab nafas bayi terdengar grok grok 2

foto: dailymomlinks.com

Bayi yang lahir dengan laringomalasia dapat menunjukkan gejala sesaat setelah dilahirkan.

Bahkan gejalanya menjadi semakin jelas hanya dalam beberapa minggu pertama kehidupan.

Tidak jarang pernapasan yang terdengar seperti dengkuran memburuk sebelum kemudian membaik dengan sendirinya, biasanya sekitar 4-8 bulan.

Dirangkum dari data Genetic and Rare Disease Information Center, beberapa gejala yang ditunjukkan bayi 18-20 bulan dengan laringomalasia meliputi:

  • Mengi atau napas terdengar grok grok. Sering kali menjadi lebih buruk ketika bayi sedang menyusu, gelisah, menangis atau tidur telentang.
  • Kesulitan makan.
  • Suara bernada tinggi.
  • Berat badan buruk.
  • Sering tersedak saat makan.
  • Sleep apnea.
  • Sianosis atau membiru.
  • Menarik leher dan dada setiap bernapas.
  • Aspirasi (menghirup makanan ke paru-paru).
  • Refluks gastroesofagus.

Baca Juga: Ini Teknik Pernapasan yang Benar Agar Bisa Melahirkan Normal

Laringomalasia Umumnya Tidak Membutuhkan Pengobatan Serius

laringomalasia penyebab nafas bayi terdengar grok grok 3

Foto: nurse.org

Dalam kebanyakan kasus, penyebab laringomalasia pada bayi bukanlah kondisi serius.

Meskipun kondisi ini dapat membuat nafas bayi kasar, Moms tidak perlu terlalu khawatir selama bayi tetap bisa makan dan tumbuh dengan cukup baik.

Kebanyakan bayi dengan laringomalasia juga akan sembuh tanpa operasi ketika mereka berusia 18-20 bulan.

Akan tetapi, jika bayi dengan laringomalasia mengalami kesulitan bernafas, makan, dan menambah berat badan.

Maka gejala-gejala tersebut harus segera mendapatkan tindakan.

Baca Juga: Bedak Bayi Berbahaya Untuk Saluran Pernapasan Si Kecil?

Umumnya untuk menangani laringomalasia yang lebih serius dokter akan menyarankan tindakan operasi yang dilakukan sebelum bayi berusia 1 tahun.

Sianosis dan sleep apnea dapat mengancam jiwa, jadi jangan ragu untuk menghubungi petugas medis jika bayi dengan laringomalasia berada dalam kondisi yang berbahaya.

(RGW)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait