3-12 bulan

23 Juli 2021

Ada Banyak Penyebab Mata Bayi Berair, Ketahui Cara Pengobatannya

Jika mata Si Kecil berair, bisa jadi terkena epifora
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Apakah Moms memiliki pengalaman dengan mata bayi berair? Meskipun Si Kecil tidak menangis, namun tiba-tiba ia mengeluarkan air mata. Hal ini tentu membuat Moms khawatir dan bertanya-tanya.

Jika Moms mengetahui mata Si Kecil berair, bisa jadi ia terkena epifora yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran air mata, infeksi, dan alergi.

Masalah mata berair yang dialami oleh bayi tentu akan membutuhkan penanganan yang berbeda dengan masalah mata berair yang dialami balita, remaja, dan orang dewasa.

Mulai dari tindakan pengobatan di rumah hingga operasi jika permasalahan yang dialami lebih parah.

Terpenting ialah apabila gejala mata berair yang dialami oleh bayi semakin parah dan bayi sering menangis karena kesakitan, segera hubungi atau datang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ya, Moms.

Sebab, bisa jadi mata bayi berair ini menjadi gejala dari berbagai kondisi medis.

Baca Juga: Bayi Tidur dengan Mata Terbuka, Berbahayakah?

Penyebab Mata Bayi Berair

Umumnya, mata bayi berair disebabkan oleh tersumbatnya saluran air mata dan hal ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Meski begitu, Moms juga harus waspada apabila mata bayi berair merupakan gejala dari infeksi seperti konjungtivitis (mata merah), flu, iritasi, dan demam. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan mata bayi berair.

1. Saluran Air Mata Tersumbat

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Si Kecil bisa jadi mengalami penyumbatan saluran air mata sehingga menjadikan matanya berair. Kondisi ini cukup umum terjadi pada bayi bahkan sepertiga bayi mengalami kondisi tersebut.

Saluran air mata tersumbat karena air mata tidak dapat bergerak dari sudut kelopak mata ke saluran yang melapisi hidung.

Sehingga menyebabkan air mata kembali ke mata dan tidak bisa dikeluarkan. Mata bayi berair karena ujung membran saluran air mata tidak terbuka atau karena pembukaannya terlalu sempit ketika lahir.

Namun, dalam banyak kasus saluran air mata yang tersumbat bukanlah hal yang serius.

The American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS) menjelaskan bahwa dalam kebanyakan kasus, saluran air mata yang tersumbat akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Bahkan 90 persen bayi sembuh dari permasalahan tersebut saat usia 1 tahun. Hal lain yang menyebabkan saluran air mata tersumbat namun jarang terjadi ialah polip hidung, kista, tumor, hingga trauma pada mata.

Apabila Moms melihat adanya gejala saluran air mata pada bayi yang tersumbat sesaat atau beberapa bulan setelah lahir dengan ciri nanah di mata, kelopak mata dan bulu mata kaku, bisa jadi ia mengalami infeksi yang berhubungan dengan saluran air mata.

Menurut American Journal of Ophthalmology berjudul The Treatment of Chronic Dacryocystitis, dakriosistitis adalah infeksi pada sakus lakrimalis atau saluran air mata yang terletak di dekat hidung.

Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan nyeri, mata merah, timbul benjolan di sisi hidung, lunak saat dipegang dan bengkak.

Jika mata bayi berair dan mengalami gejala-gejala mencurigakan seperti di atas, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

2. Gejala Flu

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Mata bayi berair bisa jadi pertanda atau gejala flu. Sebab, anak-anak lebih rentan terhadap pilek ketimbang orang dewasa. Hal ini karena kekebalan atau imun tubuhnya belum terbangun sepenuhnya.

Apalagi ketika virus menyerang tubuh lalu mengenai mata maka akan banyak kuman atau virus yang hinggap ke area mata sehingga menyebabkan si mata bayi berair.

Apabila bayi mengalami gejala lainnya seperti pilek, hidung tersumbat, bersin, dan berair maka bisa dipastikan si kecil sedang terkena flu.

3. Infeksi

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Mata bayi berair juga bisa disebabkan karena infeksi konjungtivitis yang mengakibatkan mata menjadi kemerahan dan berair.

Menurut penelitian berjudul Conjunctivitis A Systematic Review of Diagnosis and Treatment, dijelaskan bahwa hal ini terjadi ketika virus atau bakteri masuk ke mata. Selain itu, konjungtivitis juga bisa dikarenakan iritasi.

Gejala konjungtivitis meliputi mata merah, mata bengkak, keluarnya nanah dari mata. Bayi yang baru lahir sangat rentan terkena infeksi mata dan akan menyebabkan mata merah jika tak segera diobati.

Selain itu, infeksi juga dapat ditularkan melalui ibu ketika melahirkan seperti klamidia atau kencing nanah tanpa menunjukkan gejala yang signifikan.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

4. Alergi

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Mata bayi berair lalu berubah warna menjadi merah bisa jadi karena gejala konjungtivitis alergi. Iritasi akibat serbuk sari, debu, dan asap bisa menyebabkan reaksi alergi pada mata.

Selain itu, melansir Healthline, demam Hay atau rinitis alergi juga dapat menyebabkan mata berair. Namun, demam Hay ini umumnya diikuti dengan gejala lain seperti pilek, hidung gatal, bersin, hidung tersumbat, dan nyeri pada saluran telinga.

Gejala lain untuk kondisi ini meliputi:

  • hidung berair dan/atau gatal
  • bersin terus menerus
  • hidung tersumbat
  • pilek
  • tekanan atau nyeri saluran telinga

Baca Juga: Mata Bayi Kuning, Apa yang Salah?

5. Mata kering

Faktor cuaca atau lingkungan, seperti asap, angin, atau sinar yang terlalu terang maupun kelelahan mata bisa membuat mata kering. Ini juga bisa termasuk dalam faktor penyebab mata bayi berair.

Ketika mata bayi menjadi kering, tubuh pun akan merangsang produksi air mata secara berlebihan sehingga menyebabkan matanya berair.

MelansirNational Health Service, adanya sindrom mata kering juga akan menyebabkan mata juga dapat mengeluarkan terlalu banyak air mata dan kondisi ini biasnya membutuhkan penanganan lebih khusus.

6. Kondisi Hidung dan Area Mata

Kondisi seperti polip hidung dan tumor di sekitar saluran air mata juga bisa menyebabkan mata bayi berair.

Cedera pada wajah, terutama pada tulang di sekitar mata dan hidung, dapat merusak jaringan.

Mata mungkin menjadi berkaca-kaca sebagai akibatnya. Kehadiran benda asing dapat menyebabkan mata bayi menjadi berair juga.

Selain itu juga, penyebab mata bayi berair karena alasan sederhana seperti keberadaan bulu mata di mata.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

Penyebab Lainnya

the most suitable case in point associated with a chinese calendar gender prediction wrong crying baby 11 reasons why babies cry and what to do of chinese calendar gender prediction wrong

Foto: Orami Photo Stock

Kotoran mata pada bayi baru lahir juga bisa menjadi tanda konjungtivitis, atau mata merah.

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melindungi bagian depan mata.

Tidak seperti saluran air mata yang tersumbat, konjungtivitis sering menyebabkan bagian putih mata menjadi merah. Ini bisa jadi penyebab utama mata bayi berair.

Melansir Medical News Today, gejala konjungtivitis pada bayi baru lahir dapat mencakup:

  • drainase atau cairan yang muncul antara 1 dan 14 hari setelah lahir
  • kelopak mata bengkak dan merah
  • mata merah, iritasi

Konjungtivitis pada bayi baru lahir terkadang dapat terjadi di samping saluran air mata yang tersumbat. Namun, seorang wanita hamil juga dapat menularkan infeksi bakteri atau virus kepada bayinya saat melahirkan, yang dapat menyebabkan konjungtivitis.

Jika konjungtivitis disebabkan oleh infeksi, itu bisa serius, dan bayi yang baru lahir perlu segera menemui dokter.

Jika infeksi menyebabkan keluarnya cairan dari mata, dokter mungkin meresepkan antibiotik topikal, oral, atau intravena.

Menerapkan kain hangat ke mata yang terinfeksi dapat membantu menenangkan iritasi dan mengurangi pembengkakan.

Iritasi kimia juga dapat menyebabkan konjungtivitis pada bayi baru lahir.

Perawatan kesehatan sering memberikan obat tetes mata antibakteri kepada bayi baru lahir untuk mencegah infeksi. Obat tetes mata ini terkadang dapat menyebabkan iritasi yang dapat mengakibatkan gejala konjungtivitis.

Saluran air mata yang tersumbat terkadang dapat menyebabkan infeksi yang disebut dakriosistitis. Gejala dakriosistitis umumnya meliputi:

  • keluarnya cairan kental yang berlebihan dari mata
  • kemerahan di sudut mata
  • benjolan lunak atau bengkak di sisi hidung
  • demam

Jika bayi baru lahir memiliki gejala-gejala ini, orang tua atau pengasuh harus membawanya ke dokter agar mendapat pertolongan medis.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Cara Mengatasi Mata Bayi Berair

Perawatan mata bayi berair tentunya berbeda dengan balita yang mengalami permasalahan serupa.

Meskipun biasanya mata berair tidak perlu diobati secara khusus dan akan hilang dengan sendirinya, tapi dalam beberapa kasus mata bayi berair memerlukan penanganan dokter terlebih jika diakibatkan oleh infeksi.

Bahkan, segelintir kasus mata berair mengharuskan si kecil menjalani operasi untuk mengatasi penyumbatan saluran air yang tertahan dalam waktu lama.

Nah, berikut ini cara mengatasi mata bayi berair dari pengobatan rumahan hingga dokter.

1. Pengobatan Rumahan

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Moms bisa melakukan pengobatan rumahan apabila dokter menyarankan untuk berobat di rumah karena mata bayi berair yang dialami tidak menimbulkan iritasi.

Selain itu, saluran air mata yang tersumbat dapat sembuh dengan sendirinya dengan cara memijat area mata untuk membuka saluran tersebut.

Caranya, pijat bagian luar hidung Si Kecil. Mulailah dari mata ke sudut hidung menggunakan jari telunjuk. Pastikan untuk mencuci tangan sampai bersih dulu ya, Moms sebelum memijat. Berikat tekanan kuat selama memijat.

Moms juga bisa menggunakan kain yang sudah diberi air hangat lali tekan-tekan kain tersebut ke area mata. Hal ini dilakukan agar bayi merasa nyaman sekaligus membantu membersihkan mata.

Baca Juga: 13 Inspirasi Nama Bayi Perempuan yang Memiliki Arti Matahari

2. Perawatan Medis

mata bayi berair

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa kasus mata bayi berair membutuhkan perawatan medis karena terjadi infeksi atau robekan. Sebab, saluran air mata yang tersumbat biasanya terjadi karena infeksi dan memerlukan antibiotik untuk mengobatinya.

Obat-obatan yang diberikan harus sesuai dengan resep dokter ya, Moms. Umumnya Moms akan diberikan salep atau obat tetes mata.

Namun, jika diperlukan, dan mata bayi yang berair semakin parah, bisa jadi harus dirawat di rumah sakit.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri mungkin juga memerlukan antibiotik untuk menghilangkan gejala mata bayi berair.

Beberapa dokter akan merekomendasikan untuk membilas mata dengan larutan garam agar penumpukan kotoran di area mata hilang.

Tapi, apabila penyumbatan saluran air mata anak tidak sembuh dengan sendirinya, Si Kecil mungkin memerlukan perawatan medis yang lebih baik. Misalnya, pemeriksaan duktus nasolakrimal.

Menurut penelitian berjudul Management of childhood epiphora, duktus nasolakrimal yakni memasukkan probe kecil melalui saluran air mata ke hidung untuk membuka saluran tersebut.

Jika prosedur probing tidak membantu saluran air mata yang tersumbat, tentu akan memerlukan prosedur lain.

Baca Juga: Mata Juling pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kapan Harus Memeriksakan Bayi ke Dokter?

mata bayi berair

Foto: unsplash.com

Menurut dr. Arva Bhavnagarwala, seorang dokter anak yang bertugas di Masina Hospital, Mumbai, India, merekomendasikan waktu yang tepat untuk berobat ke dokter ketika mata bayi berair.

Menurutnya, apabila mata bayi berair namun bola matanya terlihat bening dan putih, lalu menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan, Moms bisa merawatnya di rumah.

Tapi jika Moms melihat adanya tanda-tanda berikut ini, berarti harus segera mengunjungi dokter anak.

  • Peradangan atau kemerahan di dalam atau di sekitar mata.
  • Sekresi hijau kekuningan yang membentuk kerak keras di sekitar mata.
  • Bayi terus menerus menggosok matanya atau menunjukkan ketidaknyamanan.
  • Bayi sensitif terhadap cahaya dan lebih suka menutup matanya.
  • Bentuk kelopak mata bayi tidak seperti anak pada umumnya.

Epifora adalah kondisi umum pada bayi, jadi Moms tidak perlu khawatir.

Namun, jika air mata yang dikeluarkan berlebihan, biasanya dalam hubungannya dengan gejala lain, silakan berkonsultasi dengan dokter anak yang akan melakukan pemeriksaan rinci dan menyarankan pilihan pengobatan yang sesuai.

Pastikan Moms mengikuti instruksi dokter untuk dan merawat si kecil dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Tips Mencegah Mata Bayi Berair

Moms dapat mencegah mata bayi berair dengan melakukan beberapa hal dibawah ini, seperti:

  • Mengutamakan kebersihan tangan dan mainan bayi. Siapa pun yang terkena flu harus menghindari kontak dengan bayi.
  • Tetap waspada terhadap saluran air mata yang tersumbat. Bayi dapat dilahirkan dengan saluran air mata yang tersumbat.
  • Jika Moms melihat bayi dengan mata berair sepanjang waktu selama berhari-hari atau berminggu-minggu, maka ada baiknya memeriksakan mereka untuk saluran air mata yang tersumbat. Sebagian besar kasus saluran air mata tersumbat hilang dalam waktu enam bulan. Tetapi jika bayi mengalami masalah ini selama lebih dari 6 bulan dan tanpa alasan yang jelas, maka ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.
  • Kelola alergi jika mengetahui bahwa bayi memiliki alergi, maka hindari makanan dan kondisi yang memicu alergi.
  • Mencegah terjadinya cedera pada bayi.

Baca Juga: Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

Itulah pengertian dan penjelasan mengenai mata bayi berair mulai dari penyebabnya hingga pengobatannya.

Apabila Moms mengalami hal serupa yang menimpa Si Kecil, pastikan untuk berobat ke dokter jika keluhannya berlangsung lebih dari seminggu dan membuat si kecil merasa tidak nyaman hingga menangis terus-terusan.

  • https://aapos.org/home
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470565/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4049531/
  • https://www.healthline.com/health/baby-watering-eyes#seeking-medical-help
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324571#complications
  • https://www.nhs.uk/conditions/watering-eyes/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait