Kesehatan

KESEHATAN
27 Juli 2020

Menopause Dini: Gejala dan Penyebab

Menopause dini adalah kondisi yang bisa dialami wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Berbicara tentang menopause dini, mungkin akan muncul rasa kekhawatiran di dalam diri Moms.

Menopause artinya berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang pasti dialami wanita dalam rentang usia tertentu.

Umumnya, rata-rata seorang wanita mencapai usia menopause adalah 51 tahun.

Sebelumnya, wanita akan mengalami perimenopause atau periode penurunan hormon reproduksi alami, yang dimulai pada usia 40-an, tetapi dapat juga terjadi pada pertengahan 30-an. Gejalanya, siklus menstruasi yang tidak teratur dan terjadi hot flashes.

Namun, faktanya menopause bisa terjadi lebih awal dari usia 51 tahun, yang disebut menopause dini.

Penyebab menopause dini bisa beragam, sebaiknya pahami agar bisa mengetahui cara pencegahannya.

Baca Juga: Alami Menopause Dini, Lakukan 5 Hal Ini

Penyebab Menopause Dini

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-1.jpg

Foto: romper.com

Penelitian yang dilakukan oleh Annals of Medical and Health Sciences Research menyebutkan bahwa menopause dini dialami 1% wanita di bawah usia 40 tahun.

Wanita yang mengalami menopause dini punya risiko kematian prematur, penyakit neurologi, disfungsi psikoseksual, kelainan mood, osteoporosis, dan infertilitas.

Ada banyak penyebab menopause dini yang sebaiknya Moms waspadai.

1. Genetik

Melansir dari Healthline, faktor genetik sering disebut-sebut sebagai penyebab menopause dini.

Coba cari tahu kapan ibu Moms mulai menopause, karena bila ia mengalami menopause lebih awal, berarti besar kemungkinan Moms juga akan mengalami menopause dini.

2. Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan dalam gaya hidup dapat memengaruhi waktu menopause. Merokok memiliki efek anti-estrogen yang bisa memicu menopause dini.

Penelitian dari Nature Genetics menyebutkan bahwa orang yang merokok setiap hari lebih mungkin berisiko mengalami menopause dini.

Wanita yang merokok bisa menopause 1-2 tahun lebih awal dibanding wanita yang tidak merokok.

Baca Juga: 4 Tanda Perimenopause yang Perlu Diketahui

3. Indeks Massa Tubuh

Indeks massa tubuh (BMI) yang rendah juga menjadi faktor penyebab menopause dini.

Alasannya, estrogen disimpan dalam jaringan lemak.

Nah, wanita yang sangat kurus memiliki lebih sedikit simpanan estrogen, sehingga berisiko alami menopause dini.

Pola makan vegetarian, tidak olahraga, dan jarang terekspos sinar matahari juga dapat menyebabkan menopause dini.

4. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit nyatanya juga berisiko menyebabkan menopause dini seperti penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Dalam penyakit autoimun, sistem imun mengira bagian tubuh sebagai salah satu pengganggu dan kemudian menyerangnya.

Akibatnya, ovarium bisa terserang oleh penyakit autoimun tersebut. Menopause akan dimulai saat ovarium berhenti bekerja.

5. Epilepsi

Penyakit epilepsi sering juga dikaitkan dengan menopause dini.

Studi dari Official Journal of the International League Against Epilepsy mengungkapkan gangguan kejang yang berasal dari otak ini cenderung alami kegagalan ovarium prematur, yang akhirnya menjadi penyebab menopause dini.

Baca Juga: Seks Saat Menopause Tetap Nikmat dengan 5 Cara Ini

Gejala Menopause Dini yang Perlu Dipahami

Menopause dini atau kegagalan ovarium prematur dapat dialami wanita yang berusia sebelum 40 tahun.

Kondisi ini terjadi ketika indung telur wanita berhenti bekerja sebelum berusia 40 tahun.

Meskipun jarang terjadi, menopause dini adalah hal yang ditakutkan oleh pada wanita. Bagaimana tidak, ketika wanita mengalami menopause maka artinya ia sudah tidak subur lagi.

Namun, menurut American Society of Reproductive Medicine, wanita yang mengalami menopause dini tetap dapat mengalami kemungkinan hamil dibantu dengan teknologi IVF atau bayi tabung.

Gejala dari menopause dini tidak hanya terbatas pada menstruasi yang tidak teratur dan mengalami perubahan terkait hormon. Lengkapnya, gejala menopause dini adalah:

1. Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-2.jpg

Foto: express.co.uk

“Ketika wanita mengalami penuaan ovarium, ovulasi sering terjadi lebih awal dalam siklus. Periode mulai datang sedikit lebih awal, dan siklusnya menjadi lebih pendek, serta tidak teratur,” ungkap Alan B. Copperman, direktur divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Mount Sinai Hospital.

Ketika siklus menstruasi terjadi tidak teratur memang banyak penyebabnya, sebaiknya Moms segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Seks Saat Menopause, Masihkah Terasa Nikmat?

2. Hot Flashes

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-3.jpg

Foto: aarp.org

Kondisi ini sering disebut juga semburan panas. Wanita yang alami menopause dini dapat mengalami hot flashes sekali sehari, beberapa jam sekali atau lebih sering lagi.

Untuk meringankan gejala ini, bisa dilakukan beberapa hal seperti terapi hormon atau jenis obat-obatan tertentu.

Hot flashes dapat mengganggu kenyamanan saat ingin tidur di malam hari, padahal tidur yang berkualitas dibutuhkan agar tubuh tetap sehat.

Namun, Moms sebaiknya tidak mengonsumsi obat tidur ya. “Pada beberapa kasus, wanita lebih sulit tidur ketika alami menopause dan minum obat tidur. Hal ini tidak dianjurkan karena pil tidur menghambat produksi hormon,” ungkap Dr. Pansak Sugkraroek, dokter kandungan dari Thailand.

Cobalah minum teh chamomile atau teh rempah-rempah lainnya untuk membuat tubuh lebih rileks, sehingga lebih mudah terlelap.

Moms juga bisa membuat suasana kamar tidur lebih terasa nyaman dengan lilin aromaterapi.

3. Vagina Terasa Kering

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-4.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Moms, hormon estrogen memegang peran penting dalam mempertahankan pelumasan alami di vagina.

Ketika kadar estrogen menurun saat menopause dini, maka dapat terjadi kekeringan pada vagina.

Kondisi ini bisa membuat hubungan intim dengan suami menjadi tidak nyaman, maka itu tidak ada salahnya berbicara dengan dokter tentang hal ini.

Selain gejala utama di atas, Moms bisa mengalami perubahan suasana hati saat alami menopause dini.

Moms juga mengalami tidur yang tidak nyenyak. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar memahami cara menghadapinya.

Baca Juga: 5 Cara Alami untuk Mengurangi Gejala Menopause

Artikel Terkait