Kesehatan

KESEHATAN
10 Desember 2020

Ketahui Penyebab Kaki Sering Sakit dan Pegal, dan Cara Mengobatinya

Nyeri kaki tak hanya disebabkan oleh pegal setelah olahraga saja, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Kaki menahan beban hingga 1,5 kali berat badan kita beraktivitas berjalan dan berlari. Tak heran jika kaki sangat rentan mengalami cedera.

Tapi, nyeri kaki bukan hanya karena Moms baru saja melakukan olahraga berat atau berjalan kaki jauh. Penyebab nyeri kaki sangat luas, bukan sekadar nyeri yang berasal dari otot kaki.

Terry Philbin, D.O. dari American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) memaparkan bahwa beberapa nyeri kaki bisa jadi petunjuk adanya penyakit lain di dalam tubuh, misalnya artritis, atau bahkan sakit jantung.

Itu sebabnya, jangan pernah mengabaikan nyeri kaki, terutama jika berlangsung berhari-hari dan kaki sering sakit dan pegal.

Nyeri kaki yang disebabkan oleh pegal pasca beraktivitas, seharusnya mudah hilang setelah Moms mengistirahatkannya semalaman. Ini dia beberapa penyebab nyeri kaki yang perlu Moms ketahui!

Baca Juga: Nyeri Bahu dan Cara Tepat Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

Penyebab Kaki Sering Sakit dan Pegal

Beberapa hal di bawah ini bisa jadi penyebab Moms merasakan kaki sering sakit dan pegal. Ada apa saja ya? Yuk disimak, Moms.

1. Kolesterol Tinggi

Nyeri Kaki, 7 Penyakit Ini Mungkin Penyebabnya 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab kaki sering sakit dan pegal yang pertama adalah kolesterol.

Mengutip Medical News Today, ada sebuah studi menunjukkan bahwa kadar kolesterol jahat yang sangat rendah meningkatkan risiko hemoragik, yakni stroke pada wanita di atas usia 45 tahun.

Kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah. Selain memengaruhi jantung, penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi ini juga dapat memengaruhi organ atau bagian tubuh lainnya.

Salah satunya kaki, di mana Moms mungkin akan merasakan nyeri kaki atau ketidaknyamanan akibat adanya arteri yang tersumbat.

Kurangnya pasokan darah membuat kaki Moms terasa lemas, lunglai, dan nyeri. Rasa nyeri bisa menjalar ke bokong, betis, paha, atau area lainnya di kedua kaki Moms.

2. Sakit Jantung

Nyeri di kaki atau kaki kesemutan bisa menjadi tanda penyakit jantung. Ketika terjadi penyempitan arteri, aliran darah yang menuju kaki pun menjadi berkurang.

Penyempitan arteri ini disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah tersebut.

Dan ketika ini terjadi, Moms bisa merasakan nyeri sekali di area kaki, terutama ketika berjalan kaki. Seperti Moms ketahui, penyempitan arteri adalah penyebab paling umum dari serangan jantung.

3. Skiatika

Nyeri Kaki, 7 Penyakit Ini Mungkin Penyebabnya 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Skiatika bisa menjadi penyebab kaki sering sakit dan pegal, sebab skiatika merupakan rasa nyeri yang terjadi di sepanjang jalur saraf panggul (sciatic nerve), yang letaknya berada di sepanjang belakang tulang panggul, bokong, hingga ke tungkai.

Itu sebabnya, nyeri skiatika dirasakan pada bokong dan area kaki.

Skiatika sendiri terjadi akibat adanya saraf terjepit atau atau adanya gangguan lain yang menekan saraf panggul.

Dalam WebMD, disebutkan bahwa rasa nyeri skiatika, selain menyerang panggul, juga akan juga akan menimbulkan rasa terbakar atau kesemutan di kaki, kelemahan, mati rasa, hingga kesulitan menggerakkan kaki.

Rasa nyeri kaki ini juga biasanya konstan di satu sisi bagian belakang kaki tergantung di sebelah mana saraf skiatika yang mengalami gangguan.

Baca Juga: Nyeri Punggung Saat Hamil, Bagaimana Cara Alami Mengatasinya?

4. Deep Vein Thrombosis (DVT)

Penyebab kaki sering sakit dan pegal selanjutnya adalah Deep Vein Thrombosis atau DVT.

DVT terjadi bila ada trombus atau bekuan darah berkembang dalam vena, dan kondisi ini hampir selalu terjadi pada pembuluh darah di kaki, misalnya di paha atau betis.

DVT bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan di tungkai yang dapat mengakibatkan komplikasi serius, misalnya emboli paru jika gumpalan darah masuk ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah arteri di paru-paru.

Penyebab DVT dapat terjadi akibat tiga faktor, yaitu gangguan aliran darah, kerusakan pembuluh darah, atau kondisi di mana darah mudah menggumpal.

Pada beberapa kasus, DVT dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala.

Namun, DVT juga bisa muncul dengan gejala khas, seperti tungkai terasa hangat, nyeri yang semakin memburuk saat menekuk kaki, bengkak pada salah satu tungkai terutama di betis, kram yang diawali dari betis saat malam hari, serta terjadi perubahan warna kaki menjadi pucat, merah, atau lebih gelap.

5. Asam Urat

Nyeri Kaki, 7 Penyakit Ini Mungkin Penyebabnya 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab kaki sering sakit dan pegal, terutama pada bagian telapak, kemudian disertai dengan bengkak juga bisa terjadi karena asam urat.

Bagian ibu jari kaki adalah yang paling sering terkena asam urat, kemudian diikuti dengan bagian lain seperti lutut, pergelangan, kaki, dan telapak kaki.

Tak hanya di kaki, asam urat juga bisa terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku.

Area yang mengalami serangan asam urat akan menjadi bengkak, terasa panas, berwarna kemerahan, nyeri, dan terasa kaku. Inilah yang menyebabkan rasa nyeri intens di kaki.

6. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis adalah gangguan peradangan kronis yang dapat memengaruhi kaki.

Efek samping dari rheumatoid arthritis adalah bentuk tulang yang mulai menyimpang dan membentuk sudut, ibarat bola keluar dari sendi dan terasa sangat menyakitkan.

Rheumatoid arthritis yang menjadi penyebab kaki sering sakit dan pegal harus segera ditangani oleh dokter, karena dapat menurunkan kualitas hidup.

7. Diabetes

Nyeri Kaki, 7 Penyakit Ini Mungkin Penyebabnya 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit diabetes dapat menimbulkan beberapa komplikasi, salah satunya yang disebut dengan neuropati diabetik, di mana kaki termasuk jari-jari kaki menjadi mati rasa atau kesemutan, disertai rasa nyeri seperti terbakar, terkena benda tajam, dan kesakitan (nyeri saraf diabetes).

Rasa sakit mungkin pada awalnya ringan saja, tapi bisa semakin sakit seiring berjalannya waktu dan dapat menyebar ke anggota tubuh yang lain termasuk tangan.

Baca Juga: Benarkah Mandi Malam Bisa Bikin Rematik?

Obat untuk Sakit Kaki

Moms sudah mengetahui ragam penyebab kaki sering sakit dan pegal, lalu seperti apa pengobatannya?

Mengobati sakit bisa Moms lakukan dengan beberapa cara sederhana berikut ini. Moms bisa langsung mencobanya di rumah ya!

1. Gunakan Kompres Dingin

obat sakit kaki

Foto: Orami Photo Stock

Kompres dingin akan membantu menurunkan peradangan dengan mengurangi aliran darah setelah latihan atau cedera.

Untuk menghilangkan rasa kaki sering sakit dan pegal, bungkus beberapa es batu dengan handuk dan letakkan di area yang terkena.

Lakukan setidaknya selama 10 hingga 15 menit dan ulangi beberapa kali sepanjang hari. Ini termasuk salah satu pengobatan rumahan terbaik untuk sakit kaki setelah melahirkan juga.

2. Minum Lebih Banyak Air

Dehidrasi adalah penyebab umum nyeri kaki dan kram otot, dan bisa menyebabkan kaki sering sakit dan pegal.

Moms bisa mencegahnya dengan minum lebih banyak air sepanjang hari. Minum mata air atau air mineral bahkan lebih baik karena mengandung banyak elektrolit yang bermanfaat.

Hindari kafein dan alkohol karena keduanya berkontribusi pada ketidakseimbangan elektrolit dan dengan demikian, dehidrasi.

Baca Juga: 6 Olahraga Ringan Agar Badan Tidak Pegal Selama #DiRumahAja

3. Gerakkan Kaki

penyebab kaki sakit dan pegal

Foto: Orami Photo Stock

Duduk diam di tempat kerja dan tidak melakukan apa pun tidak akan membantu masalah.

Jika Moms ingin meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kram, dan meredakan kaki sering sakit dan pegal, cobalah melakukan olahraga ringan. Ini adalah salah satu pengobatan rumah alami terbaik untuk nyeri sendi tungkai.

Peregangan betis dan hamstring adalah yang terbaik dan saat Moms melakukan rutinitas latihan kekuatan berdampak rendah, hal itu menguntungkan tulang dan sendi kita dengan meningkatkan kepadatan tulang.

4. Minumlah Cuka Apel

Cuka apel memiliki sifat analgesik yang membantu meredakan peradangan dan kaki sering sakit dan pegal.

Minumlah satu atau dua sendok makan saat perut kosong di pagi hari, atau pilih untuk mandi dengan mencampurkan larutan di air mandi kita.

Pastikan Moms memilih cuka sari apel organik mentah.

Jika Moms memilih untuk minum tetapi tidak tahan dengan rasanya, gunakan sedikit madu, untuk membuatnya rasanya lebih enak. Ini adalah salah satu pengobatan rumahan terbaik untuk kaki yang pegal.

5. Coba Olahraga Yoga

penyebab kaki sakit dan pegal

Foto: Orami Photo Stock

Olahraga yoga memanfaatkan latihan terapeutik yang menghilangkan penyumbatan di tubuh dan membuat saluran energi lebih terbuka atau reseptif.

Gerakan ini sangat bagus untuk menyembuhkan kaki sering sakit dan pegal karena latihan ini bersifat restoratif, mendetoksifikasi tubuh, dan mempercepat penyembuhan.

Selain itu, pada International Journal of Multidisciplinary diungkapkan manfaat yoga mampu melatih kekuatan otot, fleksibilitas, hingga mampu mencegah kolesterol tinggi.

Satu-satunya tujuan adalah Moms harus melakukan pose atau latihan dengan benar dan tidak melukai diri sendiri. Itulah mengapa selalu disarankan untuk mengikuti instruktur yoga agar aman.

Moms juga dapat mencoba Qi Gong selain yoga karena ini juga salah satu pengobatan rumahan untuk nyeri kaki selama kehamilan.

Baca Juga: 8 Pose Yoga Untuk Tingkatkan Kesuburan

6. Banyak Jalan Kaki

Jalan kaki adalah salah satu cara terbaik, gratis, dan alami untuk meredakan kaki sering sakit dan pegal.

Cara ini akan mengurangi peradangan, meningkatkan sirkulasi darah, dan melepaskan endorfin dalam tubuh kita. Selain meningkatkan mood, jalan kaki juga akan mengurangi rasa sakit dan pegal pada kaki.

Itulah penyebab dan obat untuk kaki sering sakit dan pegal yang Moms alami. Coba dicek, apakah salah satu penyebabnya sesuai dengan yang Moms alami?

Artikel Terkait