Kehamilan

29 Juni 2020

Penyebab Perut Kencang Selama Kehamilan Menurut Trimesternya

Ada banyak alasan mengapa perut kencang saat kehamilan, dan ini dapat bervariasi, tergantung pada trimester
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Kencangnya perut menyebabkan perasaan sesak saat hamil. Moms mungkin memiliki rasa sakit yang tajam pada sisi perut bagian bawah ketika rahim mulai tumbuh dan kulit meregang seiring perkembangan Si Kecil dalam kandungan.

Perut kencang mungkin terjadi pada interval yang tidak teratur dan membutuhkan rileksasi dalam beberapa menit. Biasanya, perut ketat saat hamil dikaitkan dengan peningkatan berat badan juga bisa diikuti oleh kontraksi palsu pada trimester kedua dan ketiga.

Jika perut kencang semakin kuat dan intensitasnya semakin lama, atau Moms memiliki kehamilan berisiko tinggi, maka harus sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter, juga berikut ini situasi yang membutuhkan bantuan medis:

  • Mengalami sesak lebih dari empat kali dalam satu jam.
  • Mengalami kesulitan bernafas bersamaan dengan pengetatan perut.
  • Memiliki rasa sakit yang hebat bersama dengan pengetatan.

Penyebab Perut Kencang Selama Kehamilan

Ada berbagai penyebab perut kencang tiap semester, yang pasti bervariasi dari satu trimester ke trimester lainnya. Nah, berikut ini pembagiannya:

Baca Juga: Sakit Perut saat Hamil? Tenang Moms, Ini Cara Meredakannya!

Trimester Pertama

Gejala hamil

Foto: Orami Photo Stocks

1. Gas atau Sembelit

Moms, pembentukan gas dan sembelit adalah masalah umum selama awal kehamilan. Menurut American Institute for Preventive Medicine, keduanya menyebabkan kram perut dan bisa menyakitkan.

2. Keguguran

Dalam beberapa kasus perut kencang selama kehamilan bisa juga mengindikasikan keguguran. North Carolina Women Hospitalmengungkapkan hal ini bisa benar adanya jika kram disertai dengan gejala keguguran yang lebih indikatif, seperti pendarahan vagina, nyeri punggung bawah, dan keputihan saat hamil

Baca Juga:5 Fakta Linea Nigra, Garis Hitam Memanjang pada Perut Ibu Hamil

Trimester Kedua

trimester kedua cover

Foto: Orami Photo Stocks

1. Peregangan

Saat rahim tumbuh, ia meregangkan otot-otot dan ligamen di perut, mengakibatkan kram perut atau rasa sakit yang tajam dan menusuk di sepanjang perut.

2. Nyeri Ligamen Bundar

Moms, kadang-kadang mungkin mengalami rasa sakit yang tiba-tiba menusuk perut bagian bawah atau pangkal paha di salah satu atau kedua sisi. Rasa sakit ini juga terasa seperti perut kencang di tiap semester dengan perubahan posisi bila Moms berdiri, duduk, atau membungkuk.

3. Kontraksi Braxton Hicks

Akhir trimester kedua, Moms mungkin mengalami yang namanya persalinan atau kontraksi palsu. Ketika kontraksi ini terjadi, Moms bisa merasakan perut kencang dan tidak nyaman. Namun, kontraksi ini berlangsung selama 30 hingga 60 detik dan tidak menyakitkan seperti kontraksi persalinan yang sebenarnya.

Trimester Ketiga

Trimester ketiga

Foto: Orami Photo Stocks

Perut kencang saat trimester ketiga ini mengindikasikan adanya tanda persalinan. Kontraksi Braxton-Hicks juga menjadi hal yang biasa ketika Moms berada di trimester ketiga. Artikel dari NIH menerangkan kontraksi sejati meningkat kekuatannya dan frekuensinya seiring bertambahnya wkatu. Sehingga, inilah waktu Moms mengunjungi kembali dokter kandungan atau bidan.

Penyebab lain perut kencang tiap semester yaitu:

1. Gerakan Janin

Saat Si Kecil dalam kandungan mendorong atau menendang mungkin terasa geli. Meskipun Moms merasa senang dengan hal itu, ada juga perasaan kencang di perut.

2. Makan Berlebih

Beberapa Moms percaya bila apa yang dikonsumsi selama kehamilan melibatkan dua perut sehingga tak jarang makan secara berlebih padahal Si Kecil dalam kandungan semakin membesar dan menyusutkan ruang di perut.

Baca Juga: Adakah Bahayanya Jika Perut Kencang di Akhir Kehamilan?

Perut kencang tiap semester sebagian besar tidak berbahaya karena hanya beberapa detik hingga beberapa menit dan timbul karena beberapa alasan kehamilan biasa. Namun, dalam beberapa kasus Moms mungkin harus mengunjungi dokter kandungan atau bidan.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait