Kesehatan Umum

7 November 2021

13 Penyebab Telinga Panas dan Merah, Bisa Jadi Tanda Infeksi Lho!

Kondisi ini bisa dijelaskan secara medis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Karla Farhana

Ada alasan medis penyebab telinga panas dan memerah.

Ketika telinga memerah, jika disentuh akan terasa hangat dan bahkan juga disertai rasa sakit.

Bukan karena malu, tetapi karena beberapa kondisi kesehatan tertentu. Ketahui apa saja yang menjadi penyebab telinga panas berikut ini, yuk Moms!

Baca Juga: Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

Penyebab Telinga Panas

Ada beberapa penyebab telinga panas dan memerah. Sebagian di antaranya memang akibat gangguan medis tertentu.

Berikut ini hal-hal yang mungkin jadi penyebab telinga panas.

1. Kondisi Emosi

penyebab telinga memerah-1

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab telinga panas yang pertama adalah kondisi emosi. Kondisi emosi yang intens saat marah, malu, atau cemas bisa menyebabkan telinga terasa panas dan memerah.

Saat sudah tenang, rasa panas dan kemerahan di telinga akan menghilang.

2. Terbakar Sinar Matahari (Sunburn)

Sama seperti kulit di bagian tubuh lain, telinga pun bisa terkena sunburn. Kondisi ini bisa menjadi penyebab telinga panas selanjutnya.

Di samping terasa panas, telinga yang terbakar matahari juga akan membuat daun telinga menjadi merah. Beberapa hari kemudian, kulit telinga akan kering dan mengelupas.

Untuk meredakan rasa panas dan perih akibat sunburn pada daun telinga, bisa dengan mengoleskan gel lidah buaya.

Namun konsultasikan dulu ke dokter agar penggunaannya lebih aman.

3. Infeksi Telinga

penyebab telinga memerah-2

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab telinga panas lainnya adalah infeksi telinga. Infeksi telinga bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dengan gejala yang berbeda.

Orang dewasa umumnya hanya mengalami:

  • Sakit telinga
  • Keluar cairan dari telinga
  • Kemampuan pendengaran yang jadi berkurang

Sementara, infeksi telinga pada anak-anak dapat memicu gejala tambahan berupa:

  • Telinga terasa panas
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Tidak nafsu makan
  • Hilangnya kemampuan keseimbangan

Infeksi telinga umumnya terjadi di telinga bagian tengah.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

4. Red Ear Syndrome

Sindrom telinga memerah atau red ear syndrome adalah suatu kondisi medis langka dengan gejala telinga terasa panas dan sakit mirip terbakar.

WebMD menulis, sindrom ini bisa muncul karena dipicu oleh aktivitas normal sehari-hari, misalnya:

  • Gerakan leher
  • Sentuhan
  • Pengerahan tenaga saat beraktivitas
  • Mencuci dan menyisir rambut
  • Stres

Sindrom langka ini bisa terjadi pada salah satu telinga saja maupun kedua telinga sekaligus. Terkadang, gejalanya disertai dengan migrain.

Red ear syndrome termasuk sulit diobati. Keluhan yang timbul bisa berupa ketidaknyaman ringan sampai rasa sakit yang parah pada telinga.

5. Eritemalgia

penyebab telinga memerah-3

Foto: Orami Photo Stock

Eritemalgia juga masuk dalam kondisi medis yang langka dan bisa menjadi penyebab telinga panas.

Kondisi ini ditandai munculnya rasa sakit seperti terbakar dan kemerahan pada anggota-anggota tubuh seperti tangan dan kaki.

Pada kasus yang lebih langka lagi, eritemalgia hanya terjadi pada bagian wajah dan telinga penderitanya. Pemicunya bisa karena aktivitas fisik dan suhu udara panas.

6. Perubahan Kondisi Hormonal

Telinga terasa panas pun bisa menjadi bagian dari keluhan-keluhan yang muncul akibat perubahan hormon saat perempuan memasuki masa menopause.

Studi NHS menunjukkan, gejala telinga terasa panas dapat menjadi bagian dari hot flash yang umumnya menjadi indikasi utama dari menopause.

Gejala ini akan menghilang sendiri setelah beberapa waktu.

Selain menopause, perubahan hormon juga bisa muncul akibat penggunaan obat. Misalnya, saat kemoterapi.

7. Infeksi Kulit

penyebab telinga memerah-4

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi pada kulit bisa pula menjadi penyebab telinga panas dan memerah. Misalnya, jenis infeksi kulit selulitis yang disebabkan oleh bakteri.

Infeksi kulit selulitis dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Telinga memerah
  • Bengkak
  • Telinga sakit bila disentuh

Sementara gejala lainnya bisa berupa demam, menggigil, dan lesu.

Baca Juga: Beda dengan Selulit, Selulitis Berupa Infeksi pada Kulit Anak

8. Eksim Seboroik

Eksim seboroik atau dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang tak jarang menyebabkan telinga terasa panas dan memerah.

Gejala-gejala eksim seboroik umumnya adalah bercak-bercak kemerahan yang kering di beberapa bagian kulit kepala, wajah, telinga, dan punggung atas.

Selain kulit memerah, gatal-gatal serta kulit bersisik pun bisa menyertai. Tidak diketahui pasti penyebab dari sakit kulit ini.

Tapi ada dugaan bahwa pemicunya adalah faktor genetik dan proses interaksi sistem kekebalan tubuh dengan organisme-organisme yang hidup di permukaan kulit.

9. Polikondritis Kambuhan

penyebab telinga memerah-5

Foto: Orami Photo Stock

Polikondritis kambuhan adalah penyakit langka yang menyebabkan peradangan dan kemerahan pada tulang rawan yang ada di tubuh.

Dilansir Harvard Health Education, kondisi ini dapat menjadi penyebab telinga panas.

Disebut 'kambuhan' karena penyakit ini sering bolak-balik muncul setelah gejalanya reda.

Telinga merupakan bagian tubuh yang paling terdampak penyakit polikondritis.

Selain itu, hidung, mata, tulang rusuk, persendian, dan saluran napas juga bisa terkena peradangan akibat polikondritis.

Tak hanya menyebabkan telinga terasa panas dan mengalami peradangan, polikondritis juga bisa menimbulkan beberapa gejala khas, yaitu:

  • Telinga yang bengkak
  • Telinga sakit
  • Kemampuan pendengaran dan keseimbangan yang terganggu

Penanganan dan pengobatan keluhan telinga terasa panas tentu saja mesti berdasarkan penyebabnya.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter bila kondisi telinga terasa sakit dan tidak nyaman. Jangan biarkan gejala telinga terasa panas yang terus berlangsung.

Pasalnya, kondisi ini bisa menandakan penyakit yang lebih parah dan kemampuan pendengaran bisa saja terpengaruh.

Baca Juga: Anak Tidak Suka Aktivitas Fisik? Ketahui Alasannya dan Tips Membuat Si Kecil Lebih Aktif

10. Perubahan Suhu

Berada di suhu yang sangat dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi, yang mengurangi aliran darah ke permukaan tubuh kita.

Pipi, hidung, dan telinga kita semuanya bisa mengalami vasokonstriksi.

Misalnya jika Moms sedang berliburan di tempat yang bisa bermain ski, snowboard, dan melakukan aktivitas luar ruangan lainnya mungkin mengalami telinga merah.

Ini karena tubuh menyesuaikan dengan suhu dan berusaha mengatur sendiri aliran darahnya.

11. Reaksi Alergi

penyebab telinga merah dan panas

Foto: belmarrahealth.com

Sensasi terbakar di telinga bisa jadi merupakan reaksi alergi terhadap hal-hal berikut:

  • Makanan tertentu
  • Kosmetik, pewarna atau deterjen
  • Bahan kimia industri, seperti yang ditemukan pada elastis, lateks atau karet
  • Gigitan atau sengatan serangga
  • Logam, terutama pada perhiasan
  • Poison ivy atau oak

12. Infeksi Bakteri

Infeksi kulit seperti selulitis atau erisipelas dapat menyebabkan telinga merah.

Moms mungkin juga mengalami telinga yang terasa hangat, bengkak, dan iritasi. Erisipelas mungkin termasuk lepuh atau batas menonjol di sekitar area yang teriritasi.

Gejala di luar kulit termasuk:

  • Demam
  • Menggigil,
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Kondisi ini disebabkan bakteri yang masuk ke kulit saat ada sesuatu yang merusaknya, seperti:

  • Cedera
  • Gigitan serangga
  • Tindik telinga
  • Kondisi medis lainnya

Baca Juga: 5 Jenis Infeksi Kulit Akibat Bakteri yang Harus Moms Tahu

13. Otitis Media

penyebab telinga panas dan merah

Foto: besthealthmag.ca

Dikutip dari Mayo Clinic, sensasi terbakar telinga sering dikaitkan dengan otitis media dengan efusi, di mana tuba Eustachius di telinga tengah tersumbat oleh cairan dan terinfeksi.

Tabung Eustachius menghubungkan telinga ke tenggorokan dan memungkinkan drainase cairan dari telinga tengah.

Jika cairan menumpuk, dapat menyebabkan telinga tengah terinfeksi bakteri atau virus, menyebabkan nyeri dan bengkak.

Sumber sensasi terbakar lainnya adalah otitis eksterna, umumnya dikenal sebagai telinga perenang.

Kondisi ini, yang sering kali diakibatkan oleh air yang masuk ke saluran telinga luar, biasanya disertai dengan rasa terbakar, bengkak, dan gatal.

Air yang tertinggal di telinga menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap yang mendorong pertumbuhan bakteri, seperti Pseudomonas.

Penyebab lain dapat menyebabkan otitis eksterna, termasuk infeksi tulang di dasar tengkorak, benda asing bersarang di telinga, dan iritasi akibat gatal atau pembersihan telinga.

Adapun penyebab gejala telinga perenang adalah:

  • Alergi terhadap anting
  • Kondisi kulit, seperti eksim

Rasa terbakar yang disertai kemerahan di sekitar telinga luar dan kulit di sekitar telinga Moms bisa menjadi indikasi infeksi serius yang harus segera menghubungi dokter.

Jika Moms mengalami nyeri di tulang belakang telinga, disertai rasa sakit dan bengkak, Moms bisa mengalami mastoiditis (infeksi tulang mastoid) atau infeksi kelenjar getah bening.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri Pada Balita

Penanganan Telinga Panas dan Merah

telinga-caplang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Telinga panas dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, sehingga pandangannya bervariasi berdasarkan kondisi yang memicunya.

Beberapa kondisi, seperti infeksi telinga dan sengatan matahari, memang cukup umum dan mudah diobati.

Namun karena perawatan untuk telinga yang panas dan gatal tergantung pada penyebabnya, dokter perlu menentukan kondisi sebab yang mendasarinya.

Jika Moms tidak yakin dengan penyebab telinga panas, dan jika hal itu memengaruhi kehidupan sehari-hari kita, carilah panduan dari dokter.

Meskipun beberapa penyebab memiliki pengobatan yang sama, penyebab lainnya dapat menjadi lebih buruk jika ditangani dengan cara yang salah.

Misalnya, meskipun es dan perendaman umumnya bermanfaat, namun dapat berbahaya bila digunakan untuk mengobati eritermalgia.

Karena suhu dingin yang ekstrem mungkin tidak masuk ke bagian tubuh yang terkena.

Baca Juga: 5+ Cara Membersihkan Telinga Bayi, Jangan Pakai Cotton Bud!

Itu dia Moms pembahasan tentang telinga panas dan memerah. Jika ada keluahan dengan gejala di atas, segera ke dokter, ya!

  • https://www.health.harvard.edu/a_to_z/polychondritis-a-to-z
  • https://www.webmd.com/migraines-headaches/red-ear-syndrome
  • https://www.nhs.uk/conditions/menopause/hot-flushes/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait