Program Hamil

PROGRAM HAMIL
6 April 2019

Bukan Keputihan, Ini Penyebab Vagina Basah Saat Hamil

Hamil artinya berkali-kali ganti celana dalam dalam sehari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Meski tak dialami oleh semua ibu hamil, peningkatan kelembapan vagina umum terjadi selama kehamilan. Itu sebabnya, Moms mungkin merasa vagina selalu basah dan perlu sering-sering mengganti celana dalam.

Menurut Dr. Vasiliki Moragianni, ahli endokrinologi reproduksi di Colorado Center for Reproductive Medicine di Northern Virginia, hal tersebut adalah gejala kehamilan yang umum terjadi dan normal.

Mari kita simak lebih lanjut apa penyebab vagina basah saat hamil dan cara mengatasinya!

Apa Penyebab Vagina Basah Saat Hamil?

Perubahan yang dialami tubuh selama kehamilan, termasuk fluktuasi hormon, peningkatan aliran darah ke organ reproduksi, dan perubahan pH vagina, semuanya dapat berkontribusi pada peningkatan kelembapan vagina.

Beberapa Moms mungkin bertanya-tanya apakah celana dalam yang basah ini mengindikasikan air ketuban bocor atau rembes.

Meski mungkin saja terjadi, tapi paling besar kemungkinannya jika terjadi kebocoran adalah urine. Ya, urine bisa saja sesekali bocor, seperti ketika Moms batuk, bersin, atau tertawa.

Kebocoran urine adalah normal selama kehamilan, dan itu terjadi karena tekanan rahim yang tumbuh menekan kandung kemih.

Lakukan latihan kegel untuk membantu mengendalikan kandung kemih, dan jangan pernah menunda buang air kecil.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Miss V Jadi Kendur Setelah Melahirkan, Ini 4 Cara Kencangkan Kembali Vagina

Apa yang Harus Dilakukan Saat Vagina Basah?

Aaron Styer, ahli endokrinologi reproduksi dari Colorado Center for Reproductive Medicine di Boston, menyarankan Moms untuk memilih celana dalam katun yang menyerap keringat.

Jika Moms ingin menggunakan panty liners, pilihlah yang tipis dan pastikan bebas pengharum untuk menghindari iritasi. Jangan lupa, panty liners harus sering diganti setiap 2-3 jam sekali, ya.

Baca Juga: Vagina Kering, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Kapan Harus Waspada?

Menurut Dr. Moragianni, selama cairan yang keluar tidak berbau atau berbau ringan, Moms tak perlu khawatir.

Tetapi ia mengatakan agar waspada jika terdapat tanda-tanda berikut, yaitu cairan dengan bau yang kuat, gatal, berwarna selain putih susu, terdapat bercak atau perdarahan, dibarengi dengan nyeri panggul atau perut, serta mengalami demam.

Dan jika Moms merasakan cairan yang mengalir deras di kaki, segeralah ke rumah sakit. Ini bisa jadi adalah cairan ketuban yang pecah.

(VAN/INT)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait