Fashion & Beauty

16 Mei 2021

Mengenal Perbedaan AHA dan BHA, Mana yang Lebih Tepat untuk Kulit Moms?

Produk dengan kandungan AHA dan BHA harus menjadi pertimbangan Moms
placeholder

Foto: Freepik.com/lookstudio

placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika Moms biasa menggunakan produk skincare atau perawatan kulit terutama produk skincare dari luar negeri, Moms pasti juga sudah tidak asing lagi dengan istilah kandungan AHA dan BHA. Keduanya adalah zat asam kimiawi yang memiliki peran penting dalam proses perawatan kulit seseorang.

Jika Moms ingin kulit tampak sehat dan bercahaya, produk yang berfungsi untuk pengelupasan sel kulit mati harus ada dalam daftar perawatan kulit. Sebenarnya, kulit seseorang akan secara alami mengelupas sel-sel kulit mati setiap hari. Akan tetapi seiring waktu, terutama akibat usia dan paparan sinar matahari yang tidak terlindungi, proses pelepasan ini melambat dan mungkin berhenti secara total.

Hal ini menyebabkan kulit kusam, kering atau bersisik, memiliki pori-pori tersumbat dan membesar, berjerawat, memiliki kerutan, kendor, dan warna kulit tidak merata.

Namun, menghilangkan sel kulit mati tidak hanya mengacu pada formula kasar yang biasa dilakukan. Faktanya, ada dua bentuk asam pengelupas sel kulit mati yang dapat membantu proses perawatan kulit ini atau biasa disebut AHA dan BHA.

Baca Juga: 4 Produk Skincare yang Sebaiknya Tidak Digunakan Saat Hamil

Pengertian AHA dan BHA

aha dan bha

Foto: lifestyleonthego.com

Pengelupas kimiawi AHA (asam alfa hidroksi) atau BHA (asam beta hidroksi) adalah zat asam hidroksi yang membantu proses pengelupas sel kulit mati secara lembut. Moms dapat menemukan AHA dan BHA dalam berbagai pilihan produk perawatan kulit wajah, seperti:

  • Pembersih
  • Toner
  • Pelembab
  • Scrub
  • Peels
  • Mask

Seperti sudah disebutkan sebeluknya, tujuan dari AHA dan BHA adalah untuk mengelupas kulit. Tergantung pada konsentrasinya, produk terkait dapat mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit, atau dapat menghilangkan seluruh lapisan terluar.

Namun, tidak ada jenis asam hidroksi yang 'lebih baik' dari yang lain. Penggunaan AHA dan BHA adalah metode pengelupasan dari dalam yang sangat efektif di mana perbedaannya terletak pada penggunaannya.

Pengertian AHA

aha

Foto: irvinelasercenter.com

AHA adalah singkatan dari alpha-hydroxy acid atau sejenis asam yang berasal dari tebu, susu atau buah. Sebagai exfoliator kimiawi, AHA bekerja dengan mengupas sel kulit mati di permukaan kulit dan menampakkan sel kulit baru yang segar di bawahnya.

Menurut sebuah studi tahun 1999, AHA membantu proses pengelupasan kulit dengan mengurangi konsentrasi ion kalsium di dalam epidermis dan 'perekat' di antara sel-sel kulit yang memungkinkannya terkelupas. Akan tetapi, studi yang lebih baru telah menunjukan fakta bahwa AHA dapat menyebabkan jenis kematian sel yang dikenal sebagai apoptosis.

Berikut adalah berbagai jenis AHA yang akan Moms lihat pada produk perawatan kulit:

  • Glycolic acid: AHA paling umum dan berasal dari tebu. Glycolid juga merupakan AHA yang terkuat, karena ukuran molekulnya yang kecil.
  • Lactic acid: AHA paling umum kedua yang berasal dari susu. Asam laktat ini adalah alternatif yang lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif.
  • Mandelic acid: AHA ringan yang berasal dari almond pahit karena lebih lemah dari asam laktat dan biasanya dikombinasikan dengan asam lain. Namun, ada studi yang menganggap asam mandelic sebagai racun untuk saraf.
  • Malic acid: AHA ringan yang berasal dari apel. Seperti asam mandelic, asam mandelat tidak akan cukup bekerja dengan sendirinya jadi Moms biasanya akan melihatnya dalam kombinasi dengan AHA yang lebih kuat.
  • Tartaric acid: AHA ini adalah asam yang berasal dari anggur. Alih-alih bertindak sebagai pengelupas, AHA ini lebih sering digunakan untuk menstabilkan tingkat pH asam lainnya.
  • Citric acid: AHA yang berasal dari buah jeruk dan mirip dengan asam tartarat karena mengatur pH serta digunakan sebagai pengawet.

Baca Juga: Mengenal Rangkaian Produk ULTIMA II Collagen Revolution untuk Perawatan Kulit di Usia 20, 30, dan 40 Tahun

Pengertian BHA

1200px-Structural_formula_of_3-hydroxypropionic_acid.svg.png

Foto: wikipedia.org

BHA adalah singkatan dari beta-hydroxy acid, sejenis asam yang ditemukan di kulit pohon willow, daun musim dingin atau kulit kayu manis. BHA adalah eksfoliator kimiawi yang melembutkan dan melarutkan keratin atau protein yang membentuk bagian dari struktur kulit. BHA membantu mengendurkan sel kulit mati, sehingga mudah terkelupas.

BHA juga bekerja di dalam pori-pori, di mana mereka tidak hanya melarutkan sumbat keratin, tetapi juga membantu mengatur keratinisasi (pergantian dan pelepasan sel). Misalnya, kondisi seperti jerawat dikaitkan dengan hiperkeratinisasi, artinya tubuh melepaskan sel kulit terlalu cepat.

BHA memperlambat proses ini sehingga sel berfungsi lebih lama sebelum mengelupas atau artinya mereka cenderung tidak menyumbat pori-pori. Eksfolian BHA yang bisa Moms lihat di produk pada umumnya, yaitu:

  • Salicylic acid: BHA paling umum dan juga BHA terkuat. Namun, asam salisilat tidak mengiritasi seperti asam glikolat (AHA terkuat) karena memiliki ukuran molekul yang besar, serta sifat anti-inflamasi.
  • Betaine salicylate: BHA yang berasal dari bit gula dan alternatif yang lebih lembut untuk asam salisila, dan menurut sebuah studi oleh produk pabrikan, memiliki efektifitas yang sama. Empat persen betaine salicylate dikatakan setara dengan dua persen asam salisilat.
  • Ekstrak kulit kayu willow atau Salix alba: Ini adalah BHA alami yang diekstrak dari tumbuhan. Meskipun kandungan salisin diubah menjadi asam salisilat, asam ini jauh lebih lemah atau tidak akan memberi pengguna hasil yang sebanding untuk pengelupasan kulit atau mengatasi jerawat.

Baca Juga: Mengenal Nummular Dermatitis, Peradangan Kulit Berbentuk seperti Koin

Manfaat AHA dan BHA

Manfaat aha dan bha.jpeg

Foto: theskincareedit.com

AHA memiliki sejumlah manfaat dan yang utama adalah targetnya untuk digunakan untuk semua area kulit. Kenneth Howe, dokter kulit bersertifikat di Wexler Dermatology, mengatakan bahwa AHA memberikan manfaat baik ke lapisan luar kulit (epidermis) dan lapisan dalam (dermis).

"Di epidermis, AHA memiliki efek eksfoliatif dimana mampu meningkatkan pelepasan sel kulit mati yang tertahan di permukaan. Mereka melakukan ini dengan secara lembut membelah ikatan yang tertahan di antara sel-sel kulit mati. Setelah terlepas, sel-sel tersebut kemudian bisa lepas, atau terkelupas," katanya seperti dikutip dari Byrdie.

AHA juga membantu merangsang produksi kolase, dimana ini membuatnya ideal bagi mereka yang ingin mengurangi munculnya garis-garis halus. "AHA melakukan fungsi tersebut dengan baik dimana mampu meningkatkan sintesis kolagen oleh fibroblast atau sel penghasil kolagen di kulit dan mengurangi degradasi matriks dermal yang ada".

Orit Markowitz, dokter kulit bersertifikat di New York, setuju dan menambahkan bahwa AHA telah terbukti efektif dalam mengurangi tanda-tanda kerusakan dan kerutan akibat sinar matahari, meskipun AHA tidak menggantikan tabir surya.

Tidak jauh berbeda dengan AHA, pengguna BHA akan menuai khasiat asam yang menenangkan kulit serta mendapat poin bonus karena BHA cukup lembut untuk jenis kulit sensitif, termasuk yang rentan terhadap kemerahan atau rosacea. Ini berlaku untuk jenis BHA yang paling dikenal seperti asam salisilat.

"Asam salisilat (SA) larut dalam lemak, jadi baik untuk kulit berminyak dan meningkatkan kemampuan menembus pori-pori. Fitur ini menjelaskan mengapa SA digunakan di banyak produk jerawat OTC," jelas Howe.

Dia juga mengatakan asam salisilat dikenal untuk melawan bakteri dan dapat digunakan untuk mengobati kapalan dan area kulit kering lainnya. Dalam konsentrasi tertinggi, asam salisilat digunakan untuk mengobati kutil.

Baca Juga: Manfaat Skin Care Untuk Para Wanita Usia 20-an

Persamaan AHA dan BHA

Persamaan AHA dan BHA.jpeg

Foto: shoppingtema.com

Moms mungkin pernah mendengar bahwa AHA paling baik untuk pengelupasan kulit, mencerahkan dan anti penuaan. Sedangkan BHA, hanya cocok untuk orang yang berjerawat. Sayangnya, hal tersebut tidak benar karena AHA dan BHA memiliki kesamaan yaitu:

1. Pengelupasan dan Penghalusan

Meskipun memiliki mekanisme yang berbeda, AHA dan BHA keduanya efektif dalam menghilangkan penumpukan sel kulit mati dan menghaluskan kulit. Jadi, meskipun Moms tidak benar-benar melihat kulit Moma terkelupas, Moms akan segera melihat dan merasakan kulit yang lebih halus dan tampak lebih muda.

2. Mencerahkan

AHA dan BHA mengurangi ketebalan stratum korneum lapisan atas kulit yang terdiri dari sel-sel kulit mati. Artinya kulit akan memantulkan cahaya lebih banyak dan tampak lebih cerah.

3. Memudarkan Pigmentasi

Karena keduanya mendorong pengelupasan sel kulit mati tua yang berubah warna, AHA dan BHA dapat membantu memudarkan noda hitam dan meratakan warna kulit.

4. Mengencangkan dan Mengurangi Kerutan

AHA dan BHA telah terbukti meningkatkan kepadatan kolagen di dermis, yang berarti dapat membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan serta meningkatkan kekencangan kulit dari waktu ke waktu.

5. Menghidrasi

AHA dan BHA keduanya merupakan humektan atau bahan yang menarik air dan membantu kulit Anda mempertahankan kelembapan.

6. Membersihkan dan Mencegah Jerawat Ringan

AHA dan BHA keduanya membantu mengatasi jerawat dengan mengelupas kulit mati yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.

Baca Juga: 5 Manfaat dan Efek Samping Lanolin pada Skincare

Perbedaan AHA dan BHA

Perbedaan AHA dan BHA.jpeg

Foto: byrdie.com

Meskipun kerap memiliki banyak kesamaan, AHA dan BHA juga memiliki perbedaan yang cukup berarti, yaitu:

1. Kelarutan

AHA larut dalam air jadi hanya bekerja di permukaan kulit, sehingga umumnya lebih disukai untuk kulit normal hingga kering, kulit rusak akibat sinar matahari, karena kemampuannya untuk meningkatkan faktor pelembab alami di dalam kulit. Sementara BHA juga menghidrasi, tetapi menghidrasi kulit dengan cara yang berbeda dari AHA.

2. Area Kerja

AHA bekerja di lapisan atas kulit, tetapi BHA bekerja di permukaan kulit dan di dalam pori-pori.

3. Konsentrasi

Menurut Dr. Albert Kligman, Profesor Dermatologi di University of Pennsylvania School of Medicine, AHA perlu digunakan dalam konsentrasi minimal 8 persen agar efektif. Sedangkan BHA, hanya membutuhkan konsentrasi sekitar 2 persen dan saat ini, BHA dapat ditemukan dalam dosis serendah 0,5 persen.

4. Penurunan Produksi Minyak

AHA tidak berpengaruh pada sebum dan BHA dapat mengurangi minyak berlebih dengan memperlambat produksi sebum.

5. Membersihkan dan Mencegah Jerawat, Komedo dan Pori-pori yang Tersumbat

Meskipun kedua asam dapat membantu mengatasi jerawat ringan dengan mengelupas sel kulit mati, BHA juga bekerja pada tingkat yang lebih dalam untuk membersihkan sebum yang terperangkap di pori-pori dan mencegah pembentukan penyumbatan baru. Mereka juga memperlambat sekresi minyak dan melonggarkan komedo, serta membuatnya lebih mudah diekstraksi.

6. Pori-pori yang 'Mengecil'

Secara teknis, seseorang tidak dapat mengubah ukuran pori-pori seseorang. Akan tetapi, pori-pori tersebut bisa terlihat lebih besar ketika dipenuhi dengan kotoran yang membuatnya meregang. Meskipun AHA tidak memengaruhi pori-pori, BHA dapat membantu pori-pori terlihat lebih kecil dengan menjaganya tetap bersih.

7. Iritasi

Asam apapun dapat mengeringkan dan mengiritasi jika seseorang menggunakannya pada konsentrasi atau pH yang salah atau jika seseorang mengaplikasikannya terlalu sering pada kulit. Namun, AHA lebih sering dikaitkan dengan iritasi, kemerahan dan peradangan.

BHA cenderung tidak terlalu menyebabkan iritasi, berkat ukuran molekulnya yang lebih besar, tidak hanya itu, BHA juga memiliki sifat anti-inflamasi.

8. Fotosensitifitas

AHA meningkatkan kepekaan kulit seseorang terhadap matahari dan membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan penuaan dini. Meskipun tabir surya selalu penting, BHA sebenarnya memiliki beberapa efek fotoprotektif.

9. Melukai Kulit

AHA adalah agen yang melukai kulit karena AHA mendorong sel untuk merusak diri sendiri melalui apoptosis atau ematian sel terprogram. BHA adalah bahan yang tidak melukai, karena hanya melonggarkan ikatan antar sel kulit atau proses yang lebih fisiologis.

Apakah apoptosis atau kematian sel adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan? Maka jawabannya mungkin, jika seseorang menggunakan AHA yang kuat secara teratur. Apoptosis juga diinduksi oleh racun seperti estrogen, asam lemak tak jenuh dan radiasi.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Merk Skincare dan Makeup Halal

Memilih Antara AHA dan BHA

Memilih aha dan bha.jpeg

Foto: beautywithhollie.com

Saat memilih antara AHA dan BHA, maka itu tergantung pada kebutuhan setiap orang. Jika masalah kulit ini cukup berat, seperti jerawat kistik atau hanya jerawat pada umumnya, maka seseorang sebaiknya menggunakan BHA atau kombinasi AHA dan BHA.

Untuk masalah seperti kulit kering, AHA adalah pilihan terbaik. Kombinasi AHA dan BHA mungkin berhasil tergantung pada jenis kulit setiap orang, tetapi jika tujuannya adalah mengelupas lapisan atas kulit saja, maka Moms harus menggunakan AHA.

Markowitz menjelaskan bahwa AHA dan BHA serta kekuatannya bergantung pada mode dan formula. "Misalnya, tindakan pengelupasan yang dilakukan oleh dokter dapat berdampak besar pada kulit dengan waktu henti yang terkait. Sementara krim yang dijual bebas yang mengandung bahan-bahan ini akan memberikan efek yang lebih terbatas atau membutuhkan waktu untuk mencapai hasil yang diinginkan," katanya.

Ada baiknya, sebelum memutuskan memilih antara AHA dan BHA Moms konsultasikan dulu dengan dokter agar bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait