Kesehatan

KESEHATAN
29 Maret 2020

Termasuk ke dalam Penyakit Tiroid, Ini Perbedaan Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme

Hipotiroidisme dan hipertiroidisme merupakan penyakit tiroid yang memiliki efek berbeda pada tubuh
placeholder

Foto: shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Tiroid adalah kelenjar kecil yang terletak di tengah leher bagian bawah. Fungsi utamanya dilansir oleh clevelandclinic.org, untuk mengontrol metabolisme tubuh, yakni tingkat di mana sel melakukan tugas-tugas pentingnya.

Tiroid yang berfungsi dengan baik akan mempertahankan jumlah hormon yang tepat untuk menjaga metabolisme tubuh.

Jumlah hormon tiroid dalam aliran darah dipantau dan dikendalikan oleh kelenjar hipofisis. Ketika kelenjar hipofisis terletak di tengah tengkorak merasakan kekurangan hormon tiroid, maka kelenjar ini akan menyesuaikan hormonnya sendiri.

Ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon, maka tubuh akan menggunakan energi lebih cepat dari seharusnya. Kondisi inilah yang disebut hipertiroidisme.

Sedangkan tiroid yang tidak menghasilkan hormon cukup, maka tubuh akan menggunakan energi lebih lambat. Kondisi inilah yang disebut hipotiroidisme.

Baca Juga: Yuk Ketahui Pentingnya Skrining Hipotiroid Untuk Bayi Baru Lahir

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup. Menurut American Thyroid Association dilansir oleh healthline.com, belum ada obat untuk mengatasi hipotiroidisme.

Biasanya, obat diresepkan untuk meningkatakn fungsi tiroid tubuh, mengembalikan kadar hormon dan membuat seseorang hidup normal.

Tiroiditis hashimoto merupaka penyebab paling umum dari hipotiroidisme. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh akan menyerang sistem kekebalannya sendiri.

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika tubuh terlalu banyak hormon tiroid. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami detak jantung cepat, nafsu makan meningkat, kecemasan, lebih peka terhadap panas dan penurunan berat badan mendadak.

Perbedaan Hipotiroidisme dan Hipertiroidisme

hipertiroidisme vs hipotiroidisme 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Perbedaan paling umum antara kedua penyakit ini berkaitan dengan kadar hormon. Hipotiroidisme menyebabkan penurunan hormon. Sedangkan, hipertiroidisme menyebabkan peningkatan produksi hormon.

Di Amerika Serikat, hipotiroidisme lebih umum daripada hipertiroidisme. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, tiroid bisa terlalu aktif lalu menjadi kurang aktif. Karena itu, penting untuk menemui seorang ahli untuk merencanakan pengobatan.

Baca Juga: 5 Fakta Penyakit Tiroid, dari Faktor Pemicu hingga Orang Paling Berisiko

Faktor Risiko Hipotiroid dan Hipertiroid

hipertiroidisme vs hipotiroidisme 2.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktor genetika salah satu yang memengaruhi hipotiroidisme dan hipertiroidisme. National Institute of Health melaporkan orang yang hamil 6 bulan dan pernah memiliki diabetes tipe 1 atau anemia penisiosa lebih berisiko menderita penyakit tiroid keduanya.

Beberapa faktor risiko hipertiroidisme vs hipotiroidisme dapat bervariasi. Hipertiroidisme dapat dipicu oleh konsumsi yodium yang tinggi, seperti rumput laut, ikan kod dan produk susu. Sedangkan, hipotiroidisme dapat disebabkan oleh masalah tiroid lainnya, seperti gondok atau radiasi ke kelenjar.

Cara Mendiagnosis Hipotiroid dan Hipertiroid

hipertiroidisme vs hipotiroidisme 3.jpg

Foto: shutterstock.com

Langkah pertama dilansir oleh everydayhealth.com, diagnosis hipotiroidisme dan hipertiroidisme adalah tes darah sederhana. Dokter mungkin akan meminta untuk berpuasa agar mendapatkan hasil yang paling akurat. Artinya, Moms tidak bisa mengonsumsi makanan apapun setelah tengah malam.

Tes darah akan mengukur tiga jenis hormon. Pertama, hormon perangsang tiroid, yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis di otak. Hasil yang rendah artinya seseorang mendapatkan jumlah hormon tiroid abnormal dalam darah dan ini mengindikasikan hipertiroidisme.

Dua hormon lainnya yang diperiksa, yakni tiroksin bebas (T4) dan triiodothyronine total (T3). Dokter akan memeriksa kadar Free-T4, yang merupakan ukuran T4 sebelum disimpan di berbagai jaringan di seluruh tubuh.

Kadar hormon yang rendah akan mengindikasikan hipotiroidisme, sedangkan kadar yang tinggi menunjuk pada hipertiroidisme.

Tes diagnostik selanjutnya tergantung pada temuan dokter dalam pemeriksaan awal. Kelenjar tiroid yang membesar mungkin membutuhkan USG untuk mendiagnosisnya. (SA)

Baca Juga: Thalita Latief Ungkap Penyakit Tumor Tiroidnya yang Sempat Dirahasiakan dari Publik

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait