Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Oct 23, 2018

Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri Pada Anak, Ini Bedanya!

Bagikan


Sudah lebih dari seminggu batuk, pilek, dan demam Si Kecil tidak sembuh juga?

Padahal, Moms sudah memberikan paracetamol dan obat flu seperti biasanya tapi Si Kecil tidak kunjung sembuh. Jangan-jangan, Si Kecil terkena infeksi bakteri!

Lho, memang apa bedanya infeksi bakteri dan virus? Dikutip dari Healthdirect.gov.au, kedua infeksi ini sama-sama bisa menimbulkan masalah kesehatan ringan hingga serius.

Namun, keduanya punya perbedaan yang kadang tidak dipahami orang awam.

Penting untuk diketahui bahwa infeksi bakteri dan virus berbeda meskipun punya gejala yang sama.

Infeksi bakteri misalnya meliputi batuk rejan, radang tenggorokan, infeksi telinga, dan infeksi saluran kemih (ISK).

Sedangkan infeksi virus misalnya meliputi demam, flu, batuk, bronchitis, cacar air, dan HIV/AIDS.

Cukup sulit membedakan sakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi virus karena memang gejalanya mirip.

Batuk dan batuk rejan punya gejala yang oleh orang awam terlihat sama. Begitu juga dengan flu dan radang tenggorokan yang sama-sama membuat tenggorokan sakit.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Atasi Demam Anak Setelah Imunisasi

Cara Mengetahui Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus

Lalu, bagaimana bisa tahu apakah anak sakit karena infeksi bakteri atau virus?

Untuk mengetahuinya, dokter mungkin membutuhkan pemeriksaan urine atau darah. Hasilnya akan menentukan cara penanganan penyakitnya.

Untuk menangani penyakit karena infeksi bakteri, dokter biasanya meresepkan antibiotik.

Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri atau menghentikan perkembangbiakannya.

Namun, karena munculnya kasus resistensi antibiotik, kebanyakan dokter hanya akan memberikan antibiotik jika penyakit infeksi bakterinya cukup serius. Jika tidak, dokter tidak akan meresepkan antibiotik.

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Penyakit yang Mungkin Menular Pada Anak di Sekolah

Penanganan Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus

Berbeda dengan penanganan infeksi bakteri, penanganan infeksi virus tidak menggunakan antibiotik.

Penanganan infeksi virus bisa dibilang lebih mudah ketimbang infeksi bakteri.

Batuk karena infeksi virus bisa ditangani dengan madu dan hidrasi oral bisa ditangani dengan hidangan kuah hangat seperti sup ayam.

Untuk meredakan demam, paracetamol bisa digunakan. Sedangkan untuk menghentikan reproduksi virus, dokter biasanya meresepkan obat antivirus tertentu tergantung penyakitnya.

Infeksi virus juga bisa dicegah dengan vaksin. Untuk mencegah penyakit flu, Moms bisa memberikan anak vaksin flu. Sedangkan untuk mencegah penyakit hepatitis, Moms bisa memberikan Si Kecil vaksin hepatitis.

Pada kasus anak batuk, pilek, dan demam selama lebih dari seminggu dan tidak juga sembuh meskipun sudah diberikan paracetamol dan obat flu, bisa jadi karena penyakitnya bukan disebabkan oleh virus influenza yang menyebabkan flu, melainkan karena infeksi bakteri.

Itulah perbedaan infeksi bakteri dan virus serta cara penanganan yang tepat. Selanjutnya, Moms bisa lebih teliti lagi dan tidak sembarangan memberikan obat ya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.