Kesehatan

15 Februari 2021

Apa Sih Perbedaan Rematik dan Asam Urat? Cek Faktanya di Sini!

Meski sama-sama bikin sendi sakit, ada perbedaan mendasar antara dua penyakit ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Mungkin bagi orang awam, penyakit asam urat atau gout dan rheumatoid arthritis atau rematik tidak jauh berbeda.

Keduanya menyebabkan nyeri, bengkak, dan kaku pada persendian yang dapat membatasi rentang gerak seseorang.

Namun, ada perbedaan rematik dan asam urat yang sangat mendasar dan itu terletak pada penyebabnya yang jauh berbeda.

Perbedaan rematik dan asam urat biasanya dapat dilihat dari beberapa aspek.

Rematik adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh sendiri menyerang persendian, sementara penyakit asam urat disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah.

Namun terlepas dari beberapa kemiripan gejala, ahli reumatologi biasanya tidak kesulitan membedakan kedua kondisi tersebut.

Kelly A. Portnoff, MD, seorang ahli reumatologi di The Portland Clinic di Portland, Oregon menyebutkan bahwa kasus asam urat sering kali jelas karena kilasan nyeri yang dialami pasien selama kambuh begitu dramatis, seperti ada sesuatu yang panas di sendi mereka.

Sementara jika mengidap rematik, rasa sakit yang dialami seakan merayap ke area tubuh di sekitarnya.

Jika Moms ingin tahu perbedaan rematik dan asam urat lainnya, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Wajib Dihindari, Ini Makanan Penyebab Penyakit Asam Urat!

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Ada beberapa aspek yang bisa dijelaskan untuk mengurai sehingga Moms memahami lebih dalam mengenai perbedaan rematik dan asam urat. Berikut perbedaannya:

1. Perbedaan Gejala

Perbedaan Gejala Asam Urat dan Rematik

Foto: Orami Photo Stock

Jika dilihat dari gejala, memang tampaknya perbedaan rematik dan asam urat tidak jauh.

Keduanya dapat menyebabkan kecacatan serius dan mengganggu kualitas hidup pengidapnya.

Namun, melihat dari dekat tanda-tanda awal dan sendi mana yang terlibat akan dengan jelas membedakan kedua penyakit ini. Tanda-tanda khusus antara perbedaan rematik dan asam urat:

Gejala Rematik:

  • Nyeri bisa ringan, sedang, atau berat dan biasanya berhubungan dengan kekakuan
  • Dapat memengaruhi sendi mana saja dan biasanya simetris di kedua sisi tubuh.
  • Paling sering terjadi pada persendian kecil tangan, pergelangan tangan, dan kaki.
  • Persendian bisa menjadi nyeri, merah, dan bengkak.

Rematik dapat menyebabkan komplikasi progresif dan jangka panjang, bahkan jika sudah diberi obat-obatan untuk mencegah gejalanya kambuh. Efek jangka panjang rematik, antara lain:

  • Kehilangan kepadatan tulang
  • Kerusakan pada persendian
  • Perubahan penampilan dan mobilitas tangan dan kaki
  • Penyakit jantung prematur
  • Jaringan parut dan peradangan di mata

Sementara pada asam urat, nyeri biasanya terjadi di kaki, paling sering di pangkal jempol kaki. Mereka juga bisa sebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri hebat

Usia juga memberikan petunjuk terhadap perbedaan rematik dan asam urat.

Meskipun rheumatoid arthritis atau rematik dapat menyerang hampir semua orang, penyakit ini paling sering muncul pertama kali pada wanita di tahun-tahun reproduksi mereka.

Sementara asam urat cenderung muncul di salah satu dari dua tahap kehidupan: akhir dua puluhan hingga awal tiga puluhan atau tujuh puluhan dan delapan puluhan.

Baca Juga: Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat?

2. Penyebab Asam Urat dan Rematik

Penyebab Asam Urat dan Rematik

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan rematik dan asam urat juga ada pada penyebabnya.

Para ahli hingga kini masih belum mengetahui apa yang menyebabkan rematik.

Para ilmuwan berpendapat bahwa sebagian dari itu ada hubungannya dengan susunan genetik seseorang dan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh sesuatu di lingkungan, seperti virus.

Sementara untuk asam urat, makanan dan minuman yang mengandung purin dapat menyebabkan asam urat. Senyawa kimia ini ditemukan pada makanan tertentu.

Makanan kaya purin termasuk sebagian besar daging (terutama jeroan), sebagian besar ikan dan kerang, dan bahkan beberapa sayuran.

Roti dan sereal gandum utuh juga mengandung purin sehingga konsumsinya juga perlu dibatasi.

Mengutip American College of Rheumatology, tubuh akan mengubah purin menjadi asam urat dan asam urat dapat terjadi setiap kali ada terlalu banyak asam urat dalam darah.

Asam urat biasanya dikeluarkan melalui urin, tetapi kadarnya yang tinggi dapat membentuk kristal tajam di persendian dan menyebabkan peradangan dan nyeri hebat.

Ketika asam urat menyerang pada usia muda, sering kali hal itu disebabkan oleh faktor gaya hidup yang mendorong asam urat tingkat tinggi, seperti pola makan buruk.

Namun jika asam urat muncul di usia lanjut, ini kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan ginjal atau kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko asam urat, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Jadi perbedaan rematik dan asam urat harus dilihat dari penyebabnya dulu ya, Moms.

Baca Juga: Benarkah Mandi Malam Bisa Bikin Rematik

3. Langkah Diagnosis

Langkah Diagnosis Asam Urat dan Rematik

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahui dan memastikan apakah seseorang mengidap rematik atau asam urat, maka ia perlu mendapatkan diagnosis yang benar. Beberapa tes yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tes Darah

Dengan tidak adanya tes darah definitif yang tersedia untuk rematik, dokter umumnya akan mencari antibodi tertentu dalam darah yang menunjukkan keberadaannya, seperti antibodi antinuklear, faktor rheumatoid, dan antibodi anti-siklik citrullinated peptide (anti-CCP).

Ahli reumatologi juga akan meminta pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui apakah Moms menderita anemia, yang umum terjadi pada penderita rematik.

Rematik lebih sulit untuk diidentifikasi daripada gout karena mengukur jumlah asam urat dalam darah dianggap sebagai tes pasti untuk asam urat.

Namun, kadar asam urat sebenarnya lebih rendah selama serangan asam urat, jadi dokter akan mengulangi tes saat gejala mereda.

  • Tes Pencitraan

Baik rematik dan asam urat dapat menyebabkan erosi sendi, jadi ahli reumatologi akan memesan sinar-X untuk mencarinya.

Sinar-X juga dapat mendeteksi awal mula tophi, tetapi sinar-X bukanlah bagian penting dari proses diagnosis asam urat karena riwayat klinis pasien, pemeriksaan fisik, dan pengujian asam urat akan mengidentifikasi asam urat dengan lebih pasti.

Baca Juga: Mengenal Osteomielitis, Infeksi Pasca Caesar yang Menyerang Tulang dan Sumsum

4. Perbedaan Pengobatan dan Perawatan

perawatan untuk rematik dan asam urat

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan rematik dan asam urat juga ada di penanganannya.

Mengutip Mayo Clinic, hingga kini rematik tidak bisa disembuhkan dan perawatan berfokus pada pengendalian peradangan sendi, meredakan gejala, dan mengurangi kerusakan pada sendi.

Dokter akan bekerja dengan pengidapnya untuk membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan.

Rematik yang aktif dan parah biasanya diobati dengan obat antirematik yang memodifikasi penyakit (DMARDs) atau obat biologis yang kuat.

Yang terakhir adalah senyawa hasil rekayasa genetika yang dirancang untuk menyerang sel atau bahan kimia tertentu yang terlibat dalam proses kekebalan.

Mereka bekerja untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan dapat meredakan peradangan dan nyeri.

Rematik ringan hingga sedang diobati dengan DMARD nonbiologis. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) juga bisa digunakan untuk mengobati nyeri dan pembengkakan, seringkali selain DMARD.

Untuk asam urat, selain obat-obatan, dokter juga mungkin merekomendasikan perubahan pola makan. Obat yang mengobati asam urat antara lain:

  • NSAID, seperti indometasin atau naproxen.
  • Kortikosteroid, seperti prednison.
  • Colchicine (Colcrys), diberikan bersama NSAID untuk mengobati serangan akut atau mencegah serangan di masa mendatang.
  • Obat-obatan yang menghalangi produksi kristal asam urat.

Sementara pola makan juga harus diubah dengan mengurangi makanan yang tinggi purin.

Itulah perbedaan rematik dan asam urat yang wajib Moms ketahui.

Dua penyakit ini akan sangat mengganggu Moms saat beraktivitas, jadi pastikan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat agar risiko berkurang.

Pastikan untuk memilih makanan sehat, membatasi alkohol, dan menyeimbangkannya dengan olahraga teratur juga

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait