Kehamilan

25 Juni 2020

Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Lalu apa yang terjadi pada kehamilan Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie
Disunting oleh Dina Vionetta

Seks kehamilan memiliki sejumlah manfaat, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga meningkatkan keintiman dalam hubungan Moms dan Dads.

bagaimana terjadi perdarahan setelah seks saat hamil?

Kepanikan tentunya akan terjadi dan timbul banyak pertanyaan, apa yang terjadi? Apakah saya menyakiti bayinya? Mungkinkah saya keguguran?

Menurut Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine, sebelum Moms bergegas ke rumah sakit, penting untuk menyadari bahwa perdarahan setelah berhubungan seks saat hamil bisa normal.

American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) menegaskan, faktanya, 15-25% wanita mengalami pendarahan vagina pada trimester pertama, dan bercak darah coklat atau merah biasanya tidak berbahaya.

Baca Juga: 9 Posisi Seks Aman Saat Hamil, Mulai dari Trimester Awal Hingga Akhir

Penyebab Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil

Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil.jpg

Foto: mirror.co.uk

Penyebab paling umum dari perdarahan terkait dengan hormon kehamilan.

Kadar progesteron naik sepanjang kehamilan, dan ini cenderung membuat pembuluh darah membesar dan menjadi lebih rapuh (mudah trauma).

Hubungan seksual dapat menyebabkan pembuluh darah di leher rahim terluka dan mulai berdarah, terutama jika leher rahim bersentuhan dengan penis pasangan.

Pada dasarnya, kondisi ini tidak akan memengaruhi atau membahayakan kehamilan Moms selama perdarahan masih terbilang wajar dan tidak menimbulkan nyeri berlebih.

Moms bisa mengganti posisi seks yang nyaman dan aman selama kehamilan untuk menghindari perdarahan setelah seks saat hamil.

Cobalah posisi seks dari pinggir, posisi masuk belakang, atau duduk di atas pasangan.

Penyebab perdarahan yang tidak mengkhawatirkan lainnya selama hubungan seks kehamilan termasuk kekeringan pada vagina atau polip serviks.

Terlebih lagi, pendarahan implantasi kadang-kadang terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim, kondisi ini biasanya terjadi 10 sampai 14 hari setelah pembuahan.

Pendarahan implantasi muncul tidak konsisten selama berjam-jam atau berhari-hari, dan biasanya berwarna merah muda atau cokelat.

Baca Juga: Apa Sebenarnya Squirting pada Wanita Saat Rangsangan dan Hubungan Seksual?

Risiko Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil

Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil 2.jpg

Foto: momjunction.com

Dalam beberapa kasus, perdarahan setelah berhubungan seks saat hamil dapat menandakan masalah, terutama jika itu terjadi selama trimester kedua atau ketiga.

Plasenta previa (suatu kondisi di mana plasenta sepenuhnya atau sebagian menutupi serviks) dan solusio plasenta (ketika plasenta terpisah dari rahim) kadang-kadang menyebabkan perdarahan.

Penyebab lainnya termasuk keguguran, kehamilan ektopik, atau persalinan dini.

Penting untuk dicatat bahwa seks kehamilan tidak menyebabkan keguguran, plasenta previa, atau kondisi berbahaya lainnya.

Jika Moms melihat bercak atau aliran yang sangat ringan, jangan masukkan tampon. Sebagai gantinya, kenakan pembalut.

Apabila perdarahan berlebihan atau tidak berhenti mengalir, atau disertai dengan kram sedang, parah, tekanan punggung dan panggul, atau kontraksi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.

Apabila penyebabnya dikarenakan hubungan seks, maka Moms bisa menghindari sementara hubungan seks hingga kondisi kehamilan Moms dinyatakan kuat, hal ini tentunya untuk kesehatan Si Kecil dalam perut kita.

Itulah penyebab perdarahan setelah seks saat hamil. Sekarang, Moms lebih mengerti, ya?

Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Hubungan Seks Sakit Saat Hamil, Moms Perlu Tahu!

https://www.healthline.com/health/pregnancy/bleeding-after-sex-during-pregnancy#typical-cau

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait