Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Rupa-rupa | Sep 20, 2018

Perempuan Ini Bisa Punya Bayi Setelah Menopause di Usia 11 Tahun

Bagikan


Umumnya menopause akan terjadi pada perempuan berusia lanjut. Pada tahap ini seorang perempuan bisa dikatakan tak bisa lagi bereproduksi untuk memiliki keturunan. Sebuah kejadian langka terjadi pada Amanda Lewis, asal Nuneaton, Inggris yang mengalami menopause di usia 11 tahun.

Amanda berhenti menstruasi dan mengalami pertambahan berat badan di usia remaja. Asalnya, ia menyangka bahwa itu hanyalah perubahan hormon, tapi dokter mendiagnosis ia mengalami menopause prematur.

Kebanyakan perempuan memulai menopause antara usia 45 dan 55 tahun, tetapi dalam kasus yang jarang dapat terjadi secara dini tanpa penjelasan.

Baca Juga: Pada Usia Berapakah Wanita Mengalami Menopause?

Berhasil Hamil dengan Program IVF

foto: thebabywebsite.com

Moms tentu berpikir ia tak mungkin untuk memiliki keturunan. Namun, seperti ada keajaiban yang dialaminya. Amanda yang kini berusia 30 tahun mampu melahirkan seorang bayi bernama Lorraine yang kini berusia empat minggu setelah menjalani perawatan IVF menggunakan telur donor dan sperma pasangannya.

Amanda dan pasangannya, Tom bahkan mengaku tidak percaya bahwa upaya yang mereka lakukan rupanya berhasil. Ia menjelaskan bahwa dirinya berada pada dosis HRT yang tinggi untuk mengentalkan lapisan rahimnya, yang karena menopause ketebalannya hanya 2 mm dan untuk bereproduksi perlu setidaknya 8 mm.

Amanda berada dalam masa perawatan selama empat minggu sebelum rahimnya cukup menebal dan ia siap untuk penanaman embrio. Amanda hamil pada percobaan pertamanya, tetapi terus mengambil hormon selama 13 minggu pertama kehamilannya untuk membantu janinnya tumbuh.

Baca Juga: Hamil Tapi Sudah Menopause, Apakah Bisa Terjadi?

Berjuang Saat Proses Persalinan

foto: thebabywebsite.com

Saat melahirkan juga bukan perkara mudah, “Saya diinduksi kemudian mencoba melakukan persalinan normal. Selama empat jam saya mencoba untuk mendorong tetapi kepalanya mendorong tulang belakang saya, jadi pada akhirnya dilakukan C-section darurat,” jelas Amanda.

Dari hasil percobaan kehamilannya, rupanya masih ada tiga embrio yang tersisa. Hal ini membuat mereka merasa seperti masih ada bayi lain yang siap berkembang dalam rahimnya.

“Kami punya tiga embrio yang tersisa yang dibuat pada hari yang sama dengannya sehingga mereka hampir seperti kembar. Kami sudah memikirkannya untuk kembali melakukan kehamilan, tapi untuk saat ini kami sudah merasa begitu bahagia dengan kehadiran Lorraine,” ujarnya.

Pasangan ini berencana untuk memiliki bayi lagi dalam beberapa tahun ke depan dengan menggunakan embrio yang tersisa, yang akan lebih murah daripada IVF karena mereka hanya harus membayar untuk mendapatkan implan.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.