Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Aug 8, 2018

Perhatikan Aturan Ini saat Menyimpan ASI Perah

Bagikan



Sebagian ibu mungkin belum memahami aturan menyimpan ASI perah yang benar. Ada saja yang menyimpan ASI perah secara asal-asalan sehingga kualitas dari ASI perah tersebut menurun. ASI perah menjadi lebih cepat basi sehingga tidak bisa diberikan kepada Si Kecil, padahal itu merupakan kebutuhan utama Si Kecil.

Agar hal itu terjadi, penting bagi Moms untuk mengetahui “Dos and Don’ts” menyimpan ASI perah. Dikutip dari Mayoclinic.org, ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari oleh Moms saat menyimpan ASI perah.

Cari tahu yuks agar Moms tidak salah lagi! Berikut penjelasannya.

Baca Juga : 7 Teknik Memperbanyak Jumlah ASI Perah

Hal yang Harus Dilakukan Saat Menyimpan ASI Perah

hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan asi perah, asi perah

1. Pilih wadah penyimpanan BPA free atau kantong khusus ASI

2. Selalu labeli setiap wadah dengan nama Si Kecil, tanggal, dan waktu perah. Membubuhkan nama penting dilakukan agar ASIP Moms tidak tertukar dengan ASIP lainnya jika ditaruh di lemari es umum di kantor. Sedangkan membubuhkan tanggal dan waktu perah dilakukan agar Moms mengetahui kapan ASI tersebut diperah.

3. Simpan dalam lemari es di bagian freezer atau cooler bag berisi ice gel jika Moms sedang bepergian. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang umur ASI.

4. Selalu tempatkan ASI per porsi dalam wadah. ASI yang sudah dicairkan dan ternyata tidak habis tidak bisa lagi dibekukan untuk dikonsumsi lain waktu Moms. ASI sisa itu harus dihabiskan atau dibuang dalam kurun waktu 24 jam.

5. Moms boleh mencampur ASI dalam wadah yang sama jika ASI tersebut diperah di hari yang sama. Namun, Moms juga harus memperhatikan suhu saat melakukan pencampuran. Suhu ASI yang ditambahkan harus sama dengan suhu ASI yang berada dalam wadah. Jika tidak, percampuran tidak akan sempurna.

6. Saat hendak menggunakan ASI perah, selalu gunakan yang lebih dahulu diperah. Istilahnya first in first out (FIFO) atau yang lebih dulu masuk lemari es harus lebih dulu keluar.

7. Sebelum menghangatkan ASI beku dari freezer, Moms harus terlebih dahulu mencairkannya di lemari es bagian bawah.

Baca Juga : Ketahui Bagaimana Manajemen ASI Perah Untuk Ibu Bekerja

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menyimpan ASI Perah

hal yang tidak boleh dilakukan saat menyimpan asi perah

1. Jangan tempatkan ASI dalam botol atau kantong plastik biasa karena risiko terkontaminasinya lebih besar.

2. Jangan pernah mencairkan ASI beku langsung dengan microwave atau di kompor. Cairkan ASI beku di lemari es bagian bawah, lalu hangatkan dengan penghangat ASI atau rendam di air hangat. Mencairkan ASI beku langsung dengan microwave atau di kompor akan membuat kualitas, antibodi, dan nutrisi ASI menurun. Selain itu, ASI yang terlalu panas juga akan membakar lidah Si Kecil.

3. Jangan menambahkan ASI yang baru diperah ke ASI dingin beku dalam wadah. Samakan dulu suhunya baru boleh dicampurkan. Perbedaan suhu saat mencampur membuat ASI tidak tercampur dengan baik.

4. Jangan membekukan kembali ASI yang telah dicairkan. ASI yang telah dicairkan punya risiko yang lebih besar untuk terpapar bakteri. Jika dibekukan kembali dan kemudian dicairkan lagi, risikonya akan semakin tinggi. Kualitas ASI pun akan semakin menurun.

5. Jangan menaruh ASI bersama dengan makanan lainnya dalam freezer atau lemari es untuk menghindari kontaminasi.

Itulah hal-hal yang boleh dan tidak boleh Moms lakukan saat menyimpan ASIP. Jangan sampai salah ya Moms!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.