3-12 bulan

14 April 2021

7+ Perilaku Bayi Down Syndrome yang Perlu Moms Ketahui, Catat!

Sebenarnya, perilaku bayi down syndrome sama seperti bayi lainnya mereka memiliki emosi serta suasana hati yang sama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam banyak hal penting, perilaku bayi down syndrome sangat mirip dengan anak-anak lainnya. Mereka memiliki suasana hati dan emosi yang sama, mereka suka mempelajari hal-hal yang baru, bermain dan menikmati hidup.

Moms dan Dads lah yang membantu bayi berkembang dengan memberikan sebanyak mungkin kesempatan baginya untuk melakukan hal-hal ini. Menurut Center for Disease Control and Prevention, down syndrome adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kromosom ekstra.

Kromosom adalah "paket" kecil gen di dalam tubuh. Mereka menentukan bagaimana bentuk tubuh bayi selama kehamilan dan bagaimana fungsi tubuh bayi saat tumbuh di dalam rahim dan setelah lahir.

Biasanya, seorang bayi lahir dengan 46 kromosom. Bayi dengan down syndrome memiliki salinan ekstra dari salah satu kromosom ini, kromosom 21. Istilah medis untuk memiliki salinan ekstra dari sebuah kromosom adalah 'trisomi.' Sindrom Down juga disebut sebagai Trisomi 21.

Salinan tambahan ini mengubah cara kerja bayi maupun perilaku bayi down syndome. Tubuh dan otak berkembang, yang dapat menyebabkan tantangan mental dan fisik bagi bayi.

Perilaku Bayi Down Syndrome

Kesulitan mengendalikan impuls merupakan perilaku bayi down syndrome

Foto: Freepik.com

Down syndrome adalah kondisi seumur hidup. Penanganan di awal kehidupan sering kali akan membantu bayi dan anak-anak dengan down syndrome untuk meningkatkan kemampuan fisik dan intelektual mereka. Lalu, perilaku bayi down syndrome seperti apa yang Moms dan Dads harus perhatikan?

1. Kesulitan saat Menyusui

Belajar menyusui atau mengisap botol mungkin membutuhkan waktu lebih lama bagi bayi untuk belajar. Menyusui baik untuk semua bayi, termasuk bayi yang mengalami sindrom Down. Dokter, perawat, terapis menyusui, atau ibu lain yang memiliki bayi dengan down syndrome dapat memberikan tip dan pelatihan khusus.

Dilansir dari WebMD, Saat lahir, bayi dengan down syndrome seringkali berukuran sama dengan bayi lain, tetapi mereka cenderung tumbuh lebih lambat. Karena mereka sering kali memiliki otot yang lebih sedikit, mereka mungkin tampak lemas dan kesulitan mengangkat kepala, tetapi ini biasanya menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.

Otot yang rendah juga bisa berarti bayi mengalami kesulitan mengisap dan menyusu, yang dapat memengaruhi berat badannya.

2. Kesulitan Mengendalikan Impuls

Gangguan kognitif, masalah dalam berpikir dan belajar, umum terjadi pada bayi maupun anak down syndrome dan biasanya berkisar dari ringan hingga sedang. Sindrom Down jarang dikaitkan dengan gangguan kognitif yang parah

Masalah kognitif dan perilaku umum lainnya mungkin termasuk kesulitan mengendalikan impuls. Dilansir dari Behavior and Down Syndrome : A practical guide for parents dari Children Hospital Boston, perilaku bayi dengan down syndrome sering kali tidak memerhatikan apabila Moms dan Dads memberitahu “tanda Berhenti” ketika mereka berperilaku yang tidak seharusnya.

3. Perkembangan Fisik Terlambat

Perkembangan fisik pada anak-anak dengan sindrom Down seringkali lebih lambat daripada perkembangan anak-anak tanpa sindrom Down. Misalnya, karena tonus otot yang buruk, anak dengan down syndrome mungkin lambat belajar membalik, duduk, berdiri, dan berjalan.

Terlepas dari penundaan ini, perilaku bayi down syndrome dapat tetap belajar serta belajar berpartisipasi dalam aktivitas latihan fisik seperti anak-anak lainnya.

Mungkin dibutuhkan waktu lebih lama bagi bayi down syndrome dibandingkan anak-anak lain untuk mencapai tonggak perkembangan, tetapi pada akhirnya mereka akan memenuhi banyak pencapaian ini.

Baca Juga: Penyebab Down Syndrome dan Cara Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan

4. Kesulitan Berkomunikasi

Ketika orang tidak dapat mengeksperesikan diri merek sendiri atau memahamai orang lain dengan mudah, mereka menjadi frustasi. Akibatnya, berimbas pada perilaku bayi down syndrome yang seringkali mengalami kesulitan ini.

Pertimbangkan apa yang bayi coba komunikasikan kepada Moms dan Dads melalui perilakunya. Ajari mereka cara berkomunikasi yang lebih baik misal isyarat atau tanda lainnya, cara-cara yang tidak terlalu agresif untuk menunjukkan kemarahan dan lainnya.

Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, menjelaskan sebagian besar bayi down syndrome mengembangkan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan, meskipun mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukannya dibandingkan dengan anak-anak lain. Intervensi pidato dan bahasa awal dan berkelanjutan untuk mendorong bahasa ekspresif dan meningkatkan kemampuan berbicara sangat membantu.

5. Lebih Banyak Kesulitan dengan Keseimbangan dan Kekuatan

Sejumlah penelitian seperti dari International Journal of Disability, Development and Education menunjukkan bahwa keseimbangan adalah kesulitan tertentu dan terus menjadi kelemahan di masa remaja.

Ini mungkin menjelaskan mengapa banyak anak muda dengan down syndrome merasa mengendarai sepeda sulit untuk dikuasai. Beberapa anak memang menjadi kompeten di roda dua tetapi banyak yang tidak mencapai ini, meskipun mereka mungkin sangat kompeten di atas sepeda roda tiga.

Kekuatan juga terus menurun bahkan jika dibandingkan dengan orang muda dengan kemampuan mental umum yang serupa. Penjelasan untuk ini tidak jelas. Setiap orang meningkatkan kekuatan otot mereka melalui gerakan aktif dan bisa jadi individu dengan down syndrome terlibat dalam gerakan yang kurang aktif, meskipun tidak ada bukti langsung mengenai hal ini.

Perilaku bayi down syndrome kemudian, balita dan anak-anak yang dilihat secara teratur di layanan prasekolah dan sekolah tampaknya cukup aktif. Bisa jadi anak-anak dengan down syndrome membutuhkan lebih banyak olahraga untuk mencapai tingkat kekuatan yang sama.

6. Waktu Reaksi Lebih Lambat

Ketika remaja dan orang dewasa dengan down syndrome diminta untuk melakukan tugas motorik dalam situasi eksperimental, seperti mengetuk tombol kanan saat lampu merah menyala atau mengetuk tombol kiri saat tombol hijau menyala, waktu reaksi mereka lebih lambat dibandingkan dengan usia mental.

7. Waktu Pergerakan Lebih Lambat

Hampir semua bayi yang lahir dengan down syndrome adalah penyandang disabilitas intelektual, tetapi tingkat gangguannya bisa sangat bervariasi. Meskipun cacat, kebanyakan bayi dengan down syndrome dapat mempelajari tugas-tugas dasar, mereka hanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan bayi lain untuk melakukannya.

Beberapa penelitian juga melaporkan waktu yang lebih lambat (dibandingkan dengan kontrol usia mental yang cocok) untuk komponen gerakan tugas serta waktu reaksi. Waktu pergerakan akan menjadi waktu yang dibutuhkan dari memulai gerakan untuk mencapai titik akhir gerakan misalnya, waktu yang dibutuhkan dari memulai gerakan hingga menyelesaikan ketukan dalam tugas waktu reaksi.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebabnya Anak Down Syndrome Memiliki Wajah yang Mirip

8. Kesulitan Mengelola Frustasi

Banyak bayi dan anak down syndrome bisa bersosialisasi serta penuh kasih sayang. Tapi seringkali, mereka mungkin tidak tahu cara bermain secara efisien dengan teman sebaya. Ini bisa sangat mengganggu perilaku bayi down syndromw dan dapat menyebabkan perilaku buruk seperti kesulitan mengelola frustasi.

Selain itu, banyak juga yang kesulitan menenangkan diri dan merasakan lebih baik ketika frustrasi muncul. Ini dapat memperburuk masalah perilaku bayi down syndrome.

Sama seperti bayi lainnya, bayi yang mengalami down syndrome terkadang akan rewel. Temperamen bayi dengan down syndrome biasanya tidak berbeda dengan temperamen bayi lainnya.

Tips Mengatasi Perilaku Bayi Down Syndrome

Kesulitan Berkomunikasi bagi bayi dengan down syndrome

Foto: Freepik.com

Berikut beberapa tip praktis untuk membantu Moms dan Dads mendukung perilaku bayi down syndrome lebih baik menurut Down Syndrome Association:

  • Miliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak dan harapkan mereka berperilaku baik.
  • Tetapkan batasan sejak tahap awal kehidupan. Beri bayi down syndrome rutinitas yang jelas, misal atur waktu tidur dan waktu makan, untuk membantu mereka memahami apa yang diharapkan.
  • Jadilah panutan yang baik dan teladan perilaku yang kalian harapkan dari anak Anda.
  • Identifikasi apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Perilaku bayi down syndrome bisa tak terduga sepanjang waktu, tetapi mungkin ada penyebab mendasar yang memicunya, misal. situasi yang tidak biasa atau saat anak Anda merasa cemas atau frustrasi.
  • Menulis 'buku harian perilaku' adalah cara yang baik untuk mundur dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi.
  • Pikirkan tentang bagaimana Moms serta Dads dan orang lain di sekitar anak bereaksi terhadap perilaku yang tidak Anda inginkan. Cara Moms bereaksi segera setelah perilaku dapat memperkuat dan mendorong perilaku tersebut. Bereaksi dengan cara senetral mungkin, mis. tanpa kontak mata, mengatakan tidak, dan lain-lain dapat mencegah perilaku diperkuat secara tidak sengaja.
  • Pikirkan tentang bagaimana orang-orang di sekitar anak Anda bertindak dan merasa. Anak-anak dengan sindrom Down bisa sangat sensitif terhadap perasaan orang lain, dan jika orang-orang di sekitar mereka merasa marah atau cemas, mereka mungkin menangkap perasaan ini.

Terakhir, perilaku bayi down syndrome memang tak bisa diduga tapi tetaplah puji anak setiap kali mereka berperilaku baik dan abaikan perilaku apa pun yang tidak Anda harapkan. Penguatan positif yang konsisten dapat membantu Si Kecil berperilaku lebih baik.

  • https://www.downs-syndrome.org.uk/for-families-and-carers/growing-up/behaviour-2/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2270255/
  • https://www.kennedykrieger.org/patient-care/conditions/down-syndrome
  • https://www.ndss.org/resources/mental-health-issues-syndrome/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/down-syndrome/symptoms-causes/syc-20355977
  • https://www.ds-int.org/myths-and-facts
  • https://cdss.ca/down-syndrome-answers/are-babies-with-down-syndrome-fussy/
  • https://www.uptodate.com/contents/down-syndrome-beyond-the-basics/print
  • https://medlineplus.gov/downsyndrome.html
  • https://www.nichd.nih.gov/health/topics/down/conditioninfo/symptoms
  • https://library.down-syndrome.org/en-us/news-update/02/4/movement-abilities-down-syndrome/#:~:text=Many%20babies%20and%20young%20children,particularly%20slow%20in%20achieving%20them.
  • https://www.ndss.org/resources/early-intervention/
  • https://www.dsastx.org/wp-content/uploads/2018/09/DS-Developmental-Milestones.pdf
  • https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/developmental-disabilities/conditions/down-syndrome.aspx
  • https://www.webmd.com/children/understanding-down-syndrome-symptoms
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17818-down-syndrome
  • https://www.parents.com/baby/health/birth-defects/caring-for-a-baby-with-down-syndrome/
  • https://familydoctor.org/caring-for-a-baby-who-has-down-syndrome/
  • https://dsagsl.org/wp-content/uploads/2014/04/Behavior-Guide-for-Down-Syndrome.pdf
  • https://www.healthline.com/health/down-syndrome#outlook
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/downsyndrome.html
  • https://potads.or.id/berita/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait