Di atas 5 tahun

14 Juli 2021

4 Tahapan Perkembangan Motorik Anak SD, Catat!

Kemampuan motorik apa saja yang harus dikuasai anak SD?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Walau terlihat sudah besar dan lebih mandiri, perkembangan motorik anak SD tetap perlu dipantau oleh orang tua. Terutama untuk memastikan pertumbuhannya berjalan normal sesuai usia tanpa gangguan apapun.

"Perkembangan motorik atau perkembangan gerak itu secara umum adalah kemampuan bayi, anak, atau orang dewasa untuk menggerakkan sistem otot dan tulang berdasarkan koordinasi otak untuk bisa melakukan tugas-tugas tertentu dan umumnya sifatnya voluntary (berdasarkan keinginan dan tujuan dari diri)," jelas dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang - Pediatri Sosial, RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Secara umum, kemampuan motorik atau kemampuan gerak itu dibagi menjadi dua yang pertama gerak kasar (gross motor) dan gerak halus (fine motor).

"Gross motor mencakup gerak yang tujuannya berubah posisi, berpindah tempat, sesuai dengan keinginannya. Dengan melibatkan gerakan kelompok otot yang lebih besar, seperti lengan dan kaki. Sementara fine motor biasanya merupakan gerak yang menyangkut kelompok otot lebih kecil yang biasanya dikerjakan oleh anggota gerak atas, butuh koordinasi lebih rumit yang tujuannya memanipulasi gerak atau benda di sekitarnya, dan menyelesaikan tugas-tugas," jelas dr. Catharine Mayung.

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Usianya

Perkembangan Motorik Anak SD

Setiap anak memang memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda, tapi biasanya ada kemampuan motorik yang sudah dicapai seorang anak pada rentang usia 6 sampai 12 tahun.

Yuk Moms, perhatikan dulu tonggak perkembangan motorik pada anak SD berikut ini.

1. Kelas 1 (6-7 Tahun)

Tonggak Perkembangan Motorik Anak SD (usia 6-12 tahun) 1.jpg

Foto: Primroseschools.com

Selama tahun pertamanya sekolah, Si Kecil akan memperlihatkan peningkatan dalam stamina dan kemampuan koordinasi tubuh.

Pada masa ini, otot besar di lengan dan kakinya lebih cepat dari otot kecil sehingga kemampuan motorik kasarnya akan terlihat lebih menonjol daripada kemampuan motorik halus.

Di akhir kelas 1, umumnya Si Kecil sudah memiliki kemampuan motorik seperti berikut ini:

  • Koordinasi mata dan tangan yang semakin baik, sehingga sudah cukup lancar mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju sendiri.
  • Bisa menari selaras dengan irama musik, juga melakukan gerakan seperti berputar di satu tempat.
  • Melempar dan menangkap bola, dengan satu atau dua tangan.
  • Meniru bentuk dan angka, juga menulis lebih rapih dan lebih terbaca.
  • Sudah bisa menggunakan sendok dan garpu dengan baik.
  • Bisa melakukan tugas rumah tangga sederhana seperti menyapu dan membereskan tempat tidur.

Baca Juga: 4 Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak SD, Wajib Tahu!

2. Kelas 2 dan 3 (7-9 tahun)

Tonggak Perkembangan Motorik Anak SD (usia 6-12 tahun) 2.jpg

Foto: Kids101.com

Setelah naik ke kelas dua dan tiga, Si Kecil sudah semakin terbiasa dengan rutinitas dan aktivitas sekolah. Pada usia ini perkembangan motorik kasar Si Kecil sudah hampir berkembang sempurna.

Kemampuan motorik halus anak juga umumnya terlihat sudah semakin terasah, sehingga terlihat lebih berhati-hati dan mandiri. Di akhir kelas 3, umumnya anak sudah bisa melakukan berbagai hal berikut:

  • Memakai baju dan sepatu sendiri tanpa dibantu.
  • Mengendarai sepeda tanpa roda bantu.
  • Bergerak dan beraktivitas dengan lebih mulus dan awas.
  • Mengejar dan melakukan olahraga kelompok.
  • Bisa menggunakan perkakas, seperti palu atau obeng dengan pengawasan orang dewasa.
  • Memegang alat tulis lebih mantap dan menulis lebih rapi.

Baca Juga: 5 Tahap Penting Perkembangan Motorik Bayi, Apa Sudah Sesuai?

3. Kelas 4 dan 5 (9-11 tahun)

Tonggak Perkembangan Motorik Anak SD (usia 6-12 tahun) 3.jpg

Foto: Counterculturemom.com

Memasuki kelas 4 dan 5, secara umum hampir semua anak akan mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak perempuan umumnya lebih matang secara fisik dan beberapa diantaranya mulai memasuki masa puber.

Perkembangan motorik anak SD kelas empat dan lima bisa terlihat dari frekuensi aktivitas fisik yang lebih intens, lebih mahir melakukan gerakan olahraga dan membuat prakarya, juga bisa menggunakan perkakas dan peralatan yang lebih sulit.

Baca Juga: 3 Cara Membuat Origami Kupu-kupu, Baik untuk Melatih Motorik Anak

4. Kelas 6 (11-12 Tahun)

Tonggak Perkembangan Motorik Anak SD (usia 6-12 tahun) 4.jpg

Foto: Freepik.com

Perkembangan motorik anak SD kelas enam bisa dikatakan sudah sempurna dan menyeluruh. Di usia ini, Moms mungkin akan melihat anak mulai lebih banyak makan, bicara, dan beraktivitas fisik untuk menyalurkan energi dan staminanya yang semakin tinggi.

Secara fisik, mulai tampak perubahan jelas antara anak laki-laki dan perempuan.

Si Kecil juga sudah bisa melakukan tugas rumah tangga yang lebih rumit, seperti memasak hidangan sederhana, mencuci piring, membersihkan mobil/jendela, membersihkan kamar mandi, juga mencuci dan melipat baju sendiri.

Baca Juga: Moms, Waspada 5 Tanda Gangguan Perkembangan Motorik Balita

Bagaimana Jika Perkembangan Motorik Anak Tak Sesuai Usia?

perkembangan motorik anak tak sesuai dengan usia

Foto: Orami Photo Stock

Menurut sebuah studi yang dilansir BioMed Research International, memantau perkembangan motorik anak SD juga penting supaya bisa segera dilakukan intervensi dini jika terlihat ada hambatan atau keterlambatan.

"Jadi, kalau ada gangguan atau keterlambatan, harus intervensi atau dikejar supaya gak ketinggalan dengan temannya yang sudah memiliki kemapuan sesuai usianya," tegas dr. Catharine Mayung.

Umumnya, gangguan atau keterlambatan perkembangan motorik ditangani dengan cara fisioterapi.

"Tapi tidak harus selalu fisioterapi karena fisioterapi biasanya untuk menangani gangguan atau keterlambatan gerak (motorik) kasar. Kalau gerak (motorik) halus masih ada cara lain, tergantung pada gangguan atau keterlambatan anaknya itu di bidang apa," tambahnya.

Namun yang jelas, setiap orang tua harus memberikan stimulasi secara rutin sesuai usia anak agar perkembangan motoriknya berjalan sesuai usia.

Baca Juga: Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus

Pentingnya Stimulasi untuk Perkembangan Motorik

pentingnya stimulasi

Foto: Orami Photo Stock

"Stimulasi harus dibiasakan atau rutin dikerjakan di rumah dan sekolah agar bisa perkembangannya berjalan terus sesuai umur. Stimulasi baiknya selalu dilakukan jangan nunggu terlambat," tambahnya.

Stimulasi yang baik diberikan sesuai usia dan diulang terus-menerus. Stimulasi yang paling bagus adalah yang sifatnya gembira dan penuh kasih sayang sehingga anak lebih siap belajar hal baru.

Dengan mengulang-ulang pembelajaran atau stimulasi, kemampuan motorik anak akan semakin bagus nantinya, Moms.

Untuk mengetahui apa saja stimulasi yang tepat dan apakah tumbuh kembang Si Kecil telah sesuai, Moms bisa melihat panduan yang sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI, yakni melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau aplikasi PrimaKu yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kemenkes juga menyarankan para orang tua untuk memantau perkembangan anak-anak sesuai umurnya, yaitu setiap 3 bulan sejak lahir sampai usia 2 tahun, setiap 6 bulan dari usia 2 sampai 6 tahun, dan minimal 1 tahun sekali pada anak usia sekolah dan remaja.

"Ketika di jadwal pemeriksaan ada tanda keterlambatan atau kekhawatiran tertentu, periksa ke dokter, cari penyebab, dan intervensi," kata dr. Catharine Mayung.

Baca Juga: Ketahui 3 Tantangan Orang Tua Saat Melatih Stimulasi Motorik Anak

Bagaimana Moms, apakah Si Kecil sudah menunjukkan perkembangan motorik yang sesuai dengan usianya?

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5745693/
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/middle2.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait