Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Anak | Sep 9, 2018

Perlukah Anak Minum Obat Cacing?

Bagikan


 

Sebagai orangtua, tentu kesehatan anak menjadi prioritas utama. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak-anak adalah infeksi cacing pita. Di Indonesia sendiri infeksi cacing pita lebih dikenal dengan sebutan cacingan.

Moms mungkin dianjurkan untuk memberikan obat cacing setiap 6 bulan sekali guna mencegah cacingan pada anak. Akan tetapi, perlukan anak minum minum obat cacing meskipun tidak menunjukkan gejala-gejala cacingan? Ini dia jawabannya.

Buat Apa Minum Obat Cacing?

Obat cacing diracik khusus untuk menghentikan pertumbuhan dan infeksi yang disebabkan oleh cacing pita. Cacing ini tinggal di usus anak dan bisa bertelur serta berkembang biak di dalam tubuh. Oleh sebab itu, perawatan rumahan saja tidak cukup untuk untuk memberantas cacing-cacing dalam perut anak.

Akan tetapi, kadang sulit untuk mengenali gejala-gejala anak cacingan. Beberapa anak mungkin mengalami diare, mual, sakit perut, kehilangan nafsu makan, dan berat badan menurun. Namun, biasanya penyakit cacingan tidak diketahui sampai gejalanya jadi parah. Maka, dokter pun menganjurkan anak-anak untuk minum obat cacing, hanya untuk berjaga-jaga.

Perlukah Anak Minum Obat Cacing?

Banyak orangtua kemudian jadi salah sangka, mengira bahwa obat cacing itu seperti multivitamin atau suplemen. Padahal, obat cacing mengandung berbagai bahan kimia keras seperti obat flu atau obat infeksi lainnya. Ada efek samping yang mungkin muncul, tergantung pada produk obat cacing yang Moms pilih.

Selain itu, obat cacing juga akan menyerap gula dari tubuh anak. Ini karena gula menjadi makanan cacing yang bersarang di tubuh. Akibatnya, anak yang tidak cacingan bisa saja mengalami gula darah rendah.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, seorang ahli penyakit lambung dan pencernaan dari RSCM, anak yang tidak berisiko tinggi kena cacingan bisa minum obat cacing sekali saja dalam satu tahun.

Jika menurut Moms lingkungan main anak sudah bersih, makanan dan minuman yang dikonsumsi anak cukup aman, dan si kecil tidak menunjukkan gejala cacingan, tak perlu minum obat cacing.

Sementara untuk anak yang berisiko cacingan, misalnya karena teman-teman di sekolahnya banyak yang juga cacingan, Moms boleh memberikan obat cacing dua kali setahun. 

Cara Mencegah Cacingan

Tidak minum obat cacing bukan berarti Moms dan si kecil bebas membiarkan anak makan atau main sembarangan. Berikut ini adalah cara terbaik mencegah cacingan yang perlu Moms terapkan.

  • Memasak daging sapi, kambing, ayam, atau ikan sampai benar-benar matang.
  • Mencuci bersih sayur dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.
  • Hati-hati ketika jajan di luar, pastikan alat-alat makannya sudah dicuci bersih.
  • Rajin potong kuku.
  • Membiasakan cuci tangan dan kaki, terutama setelah bermain di luar.
  • Rutin periksa kesehatan ke dokter anak, apalagi kalau anak menunjukkan gejala cacingan.

Itu dia serba-serba obat cacing yang perlu Moms pertimbangkan. Apakah si kecil pernah cacingan? Obat cacing apa yang paling manjur buat si kecil? Bagikan pengalaman Moms di bagian komentar, ya!

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.