Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Jan 18, 2018

Perlukah Buang Air Kecil Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks?

Bagikan


Perlukah Buang Air Kecil Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks?

Pernahkah terlintas di pikiran Moms tentang adanya keinginan untuk buang air kecil sebelum atau setelah berhubungan seks dengan suami?

Beberapa pakar menyebutkan saran buang air kecil alias pipis sebelum maupun setelah berhubungan seks sebenarnya berkorelasi dengan penyakit infeksi saluran kencing pada wanita.

Dikutip dari SheKnows, Profesor kebidanan dan ginekologi dari Columbia University College of Physicians and Surgeons, Dr Hilda Hutcherson, mengatakan sebaiknya wanita perlu buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seks.

Namun, hal berbeda dijelaskan David Kaufman, seorang ahli urologi asal New York. Menurutnya pipis sebelum berhubungan seks menjadi pemicu infeksi saluran kencing karena bakteri rentan menempel pada lapisan uretra. Dan hal ini terjadi saat berhubungan seks.

Infeksi saluran kencing adalah ketika saluran kencing terkontaminasi bakteri yang menyebabkan infeksi dan jika dibiarkan akan mengalami dampak yang fatal.

Penyakit ini disebabkan paparan bakteri yang masuk ke tubuh manusia melalui saluran kencing dimana terjadi saat berhubungan intim.

Organ intim atau kemaluan wanita dan area anus rentan dipenuhi bakteri yang bisa menjalar ke saluran kencing. Sumbernya bisa berasal dari penis, kondom, jari pasangan, pakaian dalam juga sex toys.

Untuk itu, disarankan bagi wanita untuk buang air kecil atau pipis setelah berhubungan seks agar dapat mendorong keluar bakteri-bakteri tersebut dari saluran kencing.

Baca Juga : Sering Anyang-anyangan Setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya!

Selain infeksi saluran kencing, ada juga penyakit yang disebut sistitis yaitu infeksi kandung kencing. Risiko ini rentan terjadi pada pasangan yang baru menikah dan mulai sering melakukan hubungan seksual.

Penderita sistitis bisa merasakan nyeri saat ingin uang air kecil, anyang-anyangan, bahkan urin menjadi merah dan saat mengeluarkan urine terasa panas.

Jika Moms pernah merasa selalu ingin buang air kecil, tetapi air seni yang dikeluarkan sedikit dan terasa sakit di perut bagian bawah, sebaiknya waspada.

Karena gejala infeksi terebut bisa menjalar ke organ yang vital seperti ginjal yang akan mengakibatkan adanya infeksi ginjal dengan level akut.

Maka sangat penting bagi kita untuk pipis setelah berhubungan seks. Jika keinginan tersebut belum muncul, cobalah banyak minum air putih.

Baca Juga : 4 Tips Membiasakan Diri Rutin Minum Air Putih

Sekali lagi, pipis setelah berhubungan seks amat berguna untuk membasuh kotoran dan bakteri yang menempel di kemaluan Moms.

Pencegahan lainnya, jagalah selalu kebersihan organ kewanitaan Moms dengan cara berikut:

  1. Gunakan produk pembersih kewanitaan yang aman dan cocok untuk pH organ intim. Hindari pembersih yang memiliki wangi mencolok untuk meminimalisir resiko alergi atau iritasi pada kulit.
  2. Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang. Jangan sebaliknya, agar bakteri atau kuman dari anus tidak hinggap di area kemaluan.
  3. Untuk mencegah dehidrasi dan berkemih dengan lancar, banyaklah minum air putih
  4. Rutinlah mengganti celana dalam jika terasa lembap
  5. Terapkan kebiasaan baik yakni mencuci terlebih dulu kemaluan sebelum berhubungan seks. Dan segera berkemih setelahnya.
  6. Stop menahan pipis, segera lah ketoilet jika keinginan buang air kecil timbul

Apakah Mama sering melewatkan kebiasaan ini?

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.