Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perlukah Menguruskan Badan Sebelum Hamil?

Bagikan


Perlukah Menguruskan Badan Sebelum Hamil?

Mungkin Moms sempat berpikir bahwa menurunkan berat badan sebelum hamil adalah hal yang sia-sia.

Ya, untuk apa mencapai berat badan ideal, kalau toh kemudian berat badan akan naik lagi saat hamil?

Komentar seperti itu mungkin benar adanya. Namun, jika Moms mengalami obesitas, justru sangat dianjurkan untuk mengurangi berat badan sebelum hamil.

Baca Juga : Benarkah Terlalu Kurus Jadi Sulit Hamil?

Seseorang dinyatakan obesitas jika indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 24,9. Cara menghitung IMT adalah berat badan (kilogram)/ tinggi badan kuadrat (m2).

Moms, mungkin pernah mendengar ungkapan big is beautiful. Dengan anggapan bahwa cantik tidak harus kurus, beberapa orang yang obesitas memilih untuk tidak diet dan menerima tubuh mereka apa adanya.

Walaupun memiliki pesan positif, perlu diingat bahwa ada banyak alasan untuk diet selain demi terlihat cantik. Untuk yang sedang merencanakan kehamilan, diet akan membuat Moms dan calon bayi jauh lebih sehat.

“Obesitas dapat memengaruhi kesuburan, kehamilan, proses persalinan, pemulihan paska persalinan, dan kesehatan bayi,” ujar Dr. Raul Artak dari American College of Obsferrician and Gynecologist, seperti dikutip dari Chicagotribune.com.

Baca Juga : Waspada Mommyrexia, Tren Tetap Langsing Saat Hamil yang Justru Bahayakan Janin

Salah satu masalah kesuburan yang sering dialami wanita obesitas asalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang membuat ovulasi berantakan.

Setelah berhasil hamil, wanita obesitas juga lebih berisiko menghadapi komplikasi seperti diabetes gestasional, hipertensi, preeklampsia, waktu persalinan yang panjang, keguguran, dan hal lainnya.

Obesitas juga berpengaruh pada janin yang berisiko mengalami macrosomia, kondisi dimana ukuran bayi terlalu besar untuk dapat dilahirkan secara normal. Sehingga harus dilahirkan dengan proses caesar.

Baca Juga : Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

Setelah persalinan, ibu yang obesitas berisiko lebih tinggi mengalami pendarahan.

Sementara itu, bayi yang dilahirkan oleh ibu obesitas, ternyata memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami obesitas juga.

Hal ini merupakan temuan yang cukup baru, mengingat dulu para ahli beranggapan bahwa obesitas menurun karena gaya hidup. 

“Janin dalam tubuh obesitas, bak dimandikan dalam hormon leptin dan insulin, 2 jenis hormon yang mengontrol berat badan. Otak janin terprogram untuk memiliki nafsu makan yang berbeda nantinya, ia akan memiliki nafsu makan besar yang memicu obesitas,” jelas Dr. Lisa Neff, dokter endokrinologi di Noetwestern Medicine, Chicago.

Keselamatan janin juga terancam pada kehamilan dengan obesitas.

Pada trimester pertama, janin berisiko mengalami cacat jantung atau meninggal dalam kandungan. Risiko lahir prematur juga menjadi lebih tinggi bagi ibu obesitas.

Baca Juga : Tips Perut Kembali Rata Pasca Melahirkan

Tips Mencegah Hamil dengan Obesitas

Membaca penjelasan di atas, rupanya cukup banyak komplikasi yang dapat terjadi ya, Moms?

Kabar baiknya adalah diet sebelum hamil dapat mencegah semua itu.

Jika Moms memiliki berat badan normal sebelum hamil, maka akan mengalami kenaikan berat badan normal dan lebih mudah turun lagi setelah melahirkan nanti.

Sebaiknya Moms mengurangi berat badan hingga ke titik ideal. Jangan khawatir jika hanya berhasil turun beberapa kilogram, karena hal tersebut tetap memberikan efek positif pada tubuh.

"Jika target Anda turun 20 kg dan Anda berhasil turun 10 kg, itu sudah cukup bagus," jelas Alison Cahill, MD., dokter kandungan di St. Louis, Amerika.

Wanita normal mengalami kenaikan berat badan 12-17 kg. sementara wanita dengan obesitas disarankan naik 5,5 – 10 kg.

Ketika berusaha hamil, cobalah menghindari minuman dan makanan manis layaknya Moms menghindari alkohol dan sushi.

Setelah hamil, Moms tetap harus berolahraga ringan dan menjaga makanan.

Baca Juga: Obesitas dan Menunda Kehamilan, Penyebab Susah Hamil?

Ingatlah bahwa hamil bukan berarti bebas makan apa saja. Moms tetap harus mengonsumsi makanan yang sehat.

Minta suami untuk mengikuti pola makan Moms dan menemani berolahraga, agar makin semangat lagi. 

Diet sebelum hamil bukan lagi untuk cantik, langsing, atau agar lebih mudah menyingkirkan baby weight.

Mengurangi berat badan adalah untuk kesehatan Moms dan calon janin.

(HIL)

Sumber: Webmd.com, chicagoribune.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.