Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perlukah Tes Pemeriksaan Kesehatan Selama Hamil?

Bagikan


 

Merawat diri selama kehamilan adalah hal yang paling penting untuk memiliki bayi yang sehat dan mencegah kehamilan abnormal, demikian menurut E. Charles Lampley, MD, asisten profesor di Chicago Medical School dan dokter di Rumah Sakit Mount Sinai di Chicago.

Tes pemeriksaan kesehatan selama kehamilan dilakukan untuk mengetahui wanita yang berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan. Ini berarti mereka bisa mendapatkan perawatan lebih dini yang berpotensi lebih efektif, atau mengambil keputusan yang tepat terkait dengan kesehatan mereka.

Apakah Tes Prenatal?

Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan sejak dini yang merupakan kombinasi antara ultrasonografi (USG) janin dan tes darah ibu yang dilakukan selama trimester pertama kehamilan.

Proses tes prenatal ini dapat membantu menentukan risiko janin mengalami cacat lahir tertentu atau kehamilan abnormal lainnya. Tes prenatal dapat dilakukan secara terpisah atau dikombinasikan dengan tes lainnya.

Baca Juga: 12 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Jenis Pemeriksaan Kesehatan Selama Kehamilan

Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan selama kehamilan yang perlu Moms lakukan:

1. Tes darah lengkap

Salah satu tes pertama yang Moms butuhkan saat hamil adalah tes darah lengkap untuk mengukur berbagai faktor dalam darah, seperti jumlah sel darah putih dan merah.

2. Penyakit menular seksual (PMS)

Selain memeriksa komposisi sel darah selama tahap awal kehamilan, dokter juga akan memeriksa sampel darah untuk penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS, sifilis, herpes dan hepatitis B dan C.

Selain itu, pengujian serviks akan digunakan untuk memeriksa gonore dan klamidia. PMS dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi bayi termasuk penularan penyakit itu sendiri, persalinan prematur, infeksi mata (akibat gonore dan klamidia), atau konsekuensi yang lebih parah seperti keguguran atau kelahiran mati (akibat sifilis).

3. Tes Faktor Rh

Tes lain yang dilakukan pada darah wanita hamil (dan kadang-kadang juga darah ayah) di awal kehamilan, tes faktor Rh (atau Rhesus) mencari jenis protein yang ditemukan di permukaan sel darah merah. Jika Moms kekurangan protein (Rh negatif) dan sang ayah memilikinya, komplikasi bisa terjadi.

4. Tes Urine

Tes urine merupakan salah satu cara untuk mengetahui kesehatan ibu terutama jumlah gula dalam darah. Dokter juga akan mencari protein dalam urine, yang bisa mengindikasikan infeksi ginjal; bakteri, yang akan menunjukkan infeksi saluran kemih; dan keton yang terjadi saat tubuh menggunakan lemak bukan karbohidrat untuk energi dan bisa berarti Moms mengalami dehidrasi atau kurang gizi.

5. Tekanan darah

Dokter juga akan mencari tanda-tanda kondisi preeklampsia dalam darah dan urine. Dalam darah, ini bisa dinyatakan dengan jumlah trombosit rendah dan adanya protein dalam urine. Preeklamsia adalah kenaikan tekanan darah akibat kehamilan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi ibu dan anak.

6. USG janin

Selain memeriksa detak jantung bayi atau mengetahui jenis kelamin anak, dokter melakukan ultrasonografi janin untuk menemukan usia bayi dalam kandungan yang membantu merencanakan perawatan pra-kelahiran dan memprediksi tanggal persalinan. USG janin juga membantu mengetahui posisi janin, kehamilan ektopik atau kelainan janin lainnya.

7. Multiple Marker Screening

Tes ini dilakukan kira-kira pada minggu kehamilan ke-15 sampai ke-20 dan digabungkan dengan faktor-faktor seperti usia ibu, berat badan dan etnis untuk mengetahui tanda-tanda cacat tabung saraf atau tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan Down syndrome.

8. Uji Toleransi Glukosa

Sekitar 24 sampai 28 minggu kehamilan, dokter mungkin akan merekomendasikan tes ini untuk memeriksa tanda-tanda diabetes gestasional, suatu kondisi sementara di mana insulin gagal memecah cukup glukosa dalam darah.

9. Memonitor denyut jantung janin

Selama persalinan, dokter akan memantau denyut jantung bayi. Karena kontraksi, yang untuk sementara membatasi aliran oksigen ke janin, detak jantung bayi akan berubah secara alami selama kelahiran.

Apa sajakah pemeriksaan kesehatan yang Mom lakukan selama hamil?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.