Di atas 5 tahun

4 Juli 2021

11 Rekomendasi Permainan Anak yang Mendidik, Yuk Ajak Si Kecil Main!

Salah satu contoh permainan anak yang mendidik adalah dengan memainkan teka-teki bersama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Permainan anak yang mendidik menjadi alternatif yang bagus untuk Si Kecil yang tidak belajar dengan baik melalui instruksi pensil dan kertas.

Menurut EDUCAUSE, semakin banyak penelitian menunjukkan platform pembelajaran berbasis game dapat menciptakan dinamika yang menarik yang menginspirasi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan saat mereka fokus pada aktivitas game.

Terlepas dari subjeknya, apakah anak Anda membenci atau menyukainya, permainan anak yang mendidik dapat membantu Moms menanamkan kecintaan belajar pada dirinya sendiri.

Permainan Anak yang Mendidik

Permainan anak yang mendidik juga bisa sangat menghibur, Si Kecil bahkan mungkin tidak menyadari betapa mendidiknya kegiatan tersebut. Terlebih, permainan anak yang mendidik juga bisa jadi minim persiapan, mudah dibersihkan serta sebagian melibatkan barang-barang yang mudah ditemukan di sekitar rumah, berikut contohnya:

1. Menanamkan Kreativitas Lewat Gambar

Kegiatan mewarnai si kecil

Foto: Orami Photo Stock

Dorong anak untuk menggambar pemandangan untuk menjelaskan pikirannya. Kita membutuhkan keterampilan berpikir kritis untuk menggambarkan pikiran kita ke dalam gambar sebagai permainan anak yang mendidik.

Itulah alasan mengapa seni dihargai. Ini bukan tugas yang mudah. Untuk anak yang lebih besar, mainkan permainan seperti Pictionary dan minta mereka untuk membenarkan apa yang mereka warnai.

2. Mainkan Game Menyortir

Ilustrasi mainan sortir

Foto: Orami Photo Stock

Keterampilan klasifikasi dan penyortiran sangat bagus untuk penalaran logis. Minta anak untuk mengurutkan daftar hewan atau benda yang sama menggunakan atribut yang berbeda seperti ukuran, warna, geometri, bentuk, dan lainnya. Kelompokkan hewan ke dalam kategori berdasarkan habitat, kebiasaan makan, struktur tubuh, mekanisme reproduksi dan lain-lain.

Kegiatan memilah ini membantu anak-anak melihat perbedaan dan persamaan di berbagai kelompok, sehingga meningkatkan pemahaman mereka serta juga sebagai sarana permaianan anak yang mendidik.

Semisal, Anak-anak tertarik untuk mempelajari warna mereka sejak usia dini. Caranya, dengan satu pak pom-pom warna-warni, Anda akan menempatkan mereka di jalur untuk mengidentifikasi warna, belajar cara menghitung, dan mulai menyortir, yang juga mendorong keterampilan motorik kasar. Pada saat yang sama, Anda membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik halus mereka dengan membiarkan mereka mengambil benda-benda kecil menurut 2011 IEEE International Conference on Rehabilitation Robotics.

Baca Juga: 4 Ide Permainan Konstruktif dan Manfaatnya untuk Balita

3. Pecahkan Teka-teki dan Asah Otak Bersama

Ilustrasi permainan puzzle

Foto: Orami Photo Stock

Permainan anak yang mendidik selanjutnya adalah pecahkan teka-teki serta asah otak bersama. Seperti jig-saw, tic-tac-toe, teka-teki, labirin, atau apa pun yang disukai Si Kecil.

Memecahkan teka-teki dan permainan asah otak bersama membantu anak-anak belajar dari Moms atau Dads dan merumuskan strategi mereka sendiri.

Meskipun melakukan aktivitas ini sendirian mungkin membuat anak-anak frustasi, orang tua yang menyenangkan dan penuh semangat dapat membuat perbedaan besar dalam permainan anak yang mendidik ini.

4. Skenario Nyata dalam Play Pretend

Permainan play pretend

Foto: Orami Photo Stock

Bawa masalah dunia nyata seperti kelangkaan air untuk play pretend dan minta mereka memikirkan solusi. Pretend play membantu anak-anak belajar tentang lingkungan dan sekitarnya.

Ini juga membantu mereka untuk memahami tantangan yang dihadapi di dunia nyata. Motivasi mereka tidak hanya untuk memikirkan solusi tetapi juga untuk menerapkan di tingkat mereka.

Contohnya seperti bagaimana menggunakan sedotan baja dapat mengurangi limbah yang dihasilkan oleh sedotan dan menyelamatkan begitu banyak kehidupan laut. Untuk kantong plastik, Moms dan Dads melakukan brainstorming dan membuat tas kain yang dapat digunakan kembali dari t-shirt lama.

Baca Juga: Bermain Peran sambil Belajar dengan 5 Mainan Miniatur

5. Kreatif dengan Bangun Blok

Permaian blok

Foto: Orami Photo Stock

Bangun blok sangat bagus dalam membangun keterampilan logis serta permainan anak yang mendidik juga. Mereka membantu anak-anak memberikan rasa imajinasi mereka.

Setiap kali Moms dan Dads mendorong anak TK untuk menggunakan kembali balok-balok lama menjadi permainan baru, neuron-neuron menyala di otaknya.

6. Menginspirasi Berpikir

Berbincang dengan anak

Foto: Orami Photo Stock

Mintalah mereka untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri. Membantu proses sampai pada jawaban daripada memberikan jawaban.

Setelah mereka sampai pada penjelasan yang memungkinkan, mintalah mereka untuk bernalar dengan jawaban mereka sendiri.

Proses berpikir tentang berpikir ini adalah Metakognisi, yang akan membantu mereka menemukan kekurangan (atau dukungan) dalam argumen mereka sendiri dan menyempurnakan pendapat mereka. Sehingga, menjadikan mereka pemikir kritis yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Manfaat Permainan Trampolin yang Seru untuk Anak dan Dewasa

7. Ajarkan Sebab dan Akibat

Mengajak permainan sebab dan akibat

Foto: Orami Photo Stock

Biarkan Si Kecil menjelajahi dan menguji secara mandiri di lingkungan yang aman. Banyak penemuan dibuat dengan eksplorasi sederhana. Ekspedisi semacam itu sering kali memberikan pelajaran yang baik tentang sebab dan akibat juga sebagai permainan anak yang mendidik. Sebuah permainan yang bagus untuk mengajarkan sebab dan akibat adalah kelereng klasik lama.

8. Biarkan Mereka Berhipotesis

Mengajarkan anak berpikir

Foto: Orami Photo Stock

Saat membaca sebuah cerita, berhentilah di tengah jalan dan tanyakan kepada mereka apa yang menurut Si Kecil akan terjadi, bagaimana akhir ceritanya?

Pertanyaan terbuka seperti ini menyalakan sel-sel abu-abu dan memaksa mereka untuk memikirkan hasil yang logis dan kreatif. Beri mereka waktu untuk berpikir dan memberikan jawaban yang terperinci.

Moms dan Dads bahkan dapat menggunakan situasi kehidupan nyata untuk mengajukan pertanyaan terbuka seperti, ketika mengalami kemacetan lalu lintas, meminta mereka untuk memikirkan solusi yang dapat membantu mengurangi kemacetan.

9. Mainkan Game Menebak

Permainan menebak

Foto: Orami Photo Stock

Permainan menebak sangat baik dalam membangun keterampilan penalaran. Favorit kami adalah 'Tebak Hewan Siapa'. Berikan petunjuk yang menjelaskan hewan tersebut dan biarkan anak Anda menebaknya sebagai permainan anak yang mendidik.

10. Teka-teki

Ilustrasi bermain teka-teki

Foto: Orami Photo Stock

Teka-teki adalah cara yang bagus untuk menyalakan neuron dan membuat anak Anda berpikir logis dan kritis. Dan bagian terbaiknya teka-teki itu super menyenangkan sebagai permaiann anak yang mendidik.

Si Kecil bahkan tidak akan tahu bahwa Moms serta Dads diam-diam melatih keterampilan berpikir kritis mereka.

11. Membuat Website

Bermain membangun website

Foto: Orami Photo Stock

Kotak ajaib di meja Moms dan Dads yaitu laptop adalah pintu terbuka untuk belajar. Nyalakan komputer dan buat situs web bersama. Anak-anak prasekolah mungkin bukan perancang situs web terbaik, tetapi mereka tidak terlalu muda untuk memiliki situs web sendiri.

Dengan bantuan kalian, mereka dapat mengambil gambar untuk situs mereka, memberi tahu Anda apa yang ingin mereka katakan di blog mereka, dan mempelajari apa yang diperlukan untuk membuat situs web berjalan dengan lancar. Ketika mereka lebih tua, kalian dapat mendesain ulang situs bersama-sama dan menyerahkan kunci tanpa harus melakukan banyak hal untuk mereka berdasarkan. Permainan anak yang mendidik seperti membuat website ini pun memiliki banyak manfaat seperti yang tertera di Early Childhood Education Journal.

Anak-anak usia sekolah siap untuk mengelola sebagian besar situs mereka sendiri, yang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis dan berpikir mereka. Kalian juga dapat menggunakan situs web mereka untuk mengajari mereka cara tetap aman saat online.

Baca Juga: Menumbuhkan Jiwa Seni Pada Anak Sejak Dini

Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk kegiatan belajar. Saat anak di rumah, Moms dan Dads adalah gurunya. Tapi semuanya tidak harus terasa seperti pelajaran di kelas. Buat anak-anak Anda bersemangat menemukan sesuatu yang baru dengan menyamarkan kegiatan belajar sebagai waktu yang menyenangkan. Cobalah beberapa ide permainan anak yang mendidik di atas untuk waktu bersama kalian.

  • https://www.goodhousekeeping.com/life/parenting/g32627077/learning-activities-for-kids/
  • https://www.verywellfamily.com/fun-learning-activities-kids-at-home-3128960
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s10643-011-0447-z _early childhood
  • http://www.eukidsonline.net/
  • https://ieeexplore.ieee.org/document/5975458
  • https://www.parents.com/fun/games/educational/get-smart-fun-learning-activities/?slide=slide_30e1e671-105b-4dc4-8bdd-1462fa7cd441#slide_30e1e671-105b-4dc4-8bdd-1462fa7cd441
  • https://www.jumpstart.com/parents/activities
  • https://www.unicef.org/northmacedonia/10-more-play-based-learning-activities-children
  • https://www.commonsense.org/education/top-picks/games-for-building-critical-thinking-skills
  • https://www.lightlyfrayed.com/critical-thinking-games-kids/
  • https://parenting.firstcry.com/articles/top-20-activities-for-your-7-year-old-kids/
  • https://planbee.com/blogs/news/fun-home-learning-activities-for-parents-of-primary-children
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait