Pernikahan & Seks

Pernikahan Adat Sunda, Begini Prosesi dan Baju yang Dikenakan Pengantin

Sarat akan makna dan tujuannya penuh kebaikan lho, Moms
placeholder

Foto: instagram.com/citraciki

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pernikahan adat Sunda merupakan proses pernikahan yang diselenggarakan berdasarkan adat dari wilayah Jawa Barat, Indonesia.

Pernikahan adat Sunda juga termasuk prosesi nikah yang paling populer. Tak hanya dalam masyarakat umum, tetapi pada kalangan selebriti tanah air.

Salah satu publik figur yang menggunakan pernikahan adat Sunda dalam mengikat janji sucinya ialah Citra Kirana dan Rezky Aditya. Keduanya menikah di Padalarang pada 1 Desember 2019 silam.

Lalu, bagaimanakah sebenarnya proses pernikahan adat Sunda dan seperti apa pakaian yang digunakan? Simak penjelasannya berikut, Moms.

Baca Juga: Inilah 9 Ujian Pernikahan di 5 Tahun Pertama Pernikahan, Hadapi Bukan Hindari!

Prosesi Pernikahan Adat Sunda

pernikahan-adat-sunda.jpg

Foto: happywedding.in.th

Sama seperti pernikahan pada umumnya, pernikahan adat Sunda memiliki serangkaian prosesi tersendiri yang tentu saja penuh makna. Berikut prosesi pernikahan adat ala Sunda.

1. Pengajian

Menurut Lady Luna Rose, pengajian adalah waktu dimana keluarga, teman, dan tetangga calon pengantin berkumpul untuk membaca Al-Qur'an/Yasin dengan tujuan mendoakan kedua mempelai dan sebagai bentuk pujian kepada Nabi Muhammad melalui sholawat.

Sebenarnya, pengajian tidak termasuk kewajiban, tapi tetap baik untuk masa depan calon pengantin sehingga Tuhan memberkati pernikahan yang bahagia.

Pengajian dalam pernikahan adat Sunda biasanya dilakukan secara terpisah oleh pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Dimana pengantin laki-laki mengadakan pengajian untuk kerabat laki-laki, dan pengantin perempuan untuk kerabat perempuan.

Meski pada beberapa kasus, pengajian dapat diadakan bersama dan yang terpenting, niatnya baik untuk calon pengantin.

Baca Juga: Kisah Romantis Nabi Muhammad dan Siti Aisyah: Panutan Keluarga Harmonis

2. Siraman

Siraman artinya menuangkan air. Dalam pernikahan adat Sunda, siraman diadakan secara terpisah.

Baik pengantin pria maupun pengantin wanita, akan melakukan siraman dengan cara 'dimandikan' oleh orang tua atau kerabat lebih tua yang telah berhasil mengatur kehidupan pernikahan mereka.

Arti siraman adalah agar kedua mempelai ingat bagaimana dahulu dimandikan oleh orang tua mereka.

Air siraman ini tak hanya berisikan air, tetapi juga terdiri dari campuran tujuh macam bunga (kembang tujuh rupa).

Kembang tujuh rupa yang dimakud, yaitu kelopak mawar putih dan merah, michelia champaca (cempaka), magnolia × alba (cempaka putih/kantil), cananga odorata (kenanga/ylang-ylang), melati, polianthes tuberosa (sedap malam), dan jasminum officinale (melati gambir/melati biasa).

Baca Juga: Skincare dengan Ekstrak Bunga, Ini Manfaatnya

3. Sungkeman

Sungkeman memang menjadi salah satu prosesi yang dilalui semua pasangan pengantin dalam adat istiadat Indonesia, tidak terkecuali pernikahan adat Sunda.

Setelah akad nikah, kedua mempelai akan sungkem kepada kedua orang tuanya.

Sungkeman berarti kedua pengantin harus menundukkan badan dan kepala di depan para lansia dan meminta maaf. Para orang tua pun diharapkan memberikan restu mereka kepada keduanya.

Baca Juga: Pas Untuk Berbuka, Ini 10 Minuman Segar Tradisional Indonesia

4. Saweran

Pada prosesi pernikahan adat Sunda ini, kedua mempelai akan dihujani dengan koin, permen, serta nasi.

Koin artinya kekayaan, beras artinya kemakmuran, permen artinya manisnya hidup. Para tamu yang hadir pun akan mencoba menangkap koin dan permen tersebut.

Selain itu, kedua mempelai diberi beberapa nasihat oleh para lansia tentang bagaimana menjalani hidup bersama sebagai pasangan.

Baca Juga: 5 Potret Acara Pernikahan Kevin Aprilio dan Vicy Melanie, Mesra dengan Adat Sunda

5. Nincak Endog

Nincak Endog akan dilakukan setelah kedua mempelai melakukan akad nikah.

Nincak Endog berarti menginjak telur. Proses pernikahan adat Sunda ini melambangkan bahwa pengantin wanita masih seorang gadis dan menggambarkan kemampuan mempelai laki-laki untuk memberikan keturunan bagi generasi keluarga.

Setelah pengantin laki-laki menginjak telur, pengantin wanita kemudian membasuh kaki suaminya sebagai lambang pengabdian.

Baca Juga: Gurih Nan Lezat, Ketahui 6 Manfaat Telur Asin untuk Kesehatan Berikut

6. Meuleum Haruput

Pada prosesi ini, kedua pengantin menyalakan dan mematikan api secara bergantian. Meuleum Haruput dilakukan dengan cara membakar lidi (tulang rusuk daun kelapa). Ada tujuh buah lidi dengan panjang masing-masing 20 cm.

Saat pengantin wanita yang menyalakan api, maka sang suamilah yang meniup, dan begitu pun sebaliknya.

Prosesi ini sarat makna, karena melambangkan saling mengisi. Ketika pengantin wanita tengah dilanda kemarahan, maka tugas pengantin pria ialah memadamkannya, hal ini berlaku sebaliknya.

Proses pernikahan adat Sunda ini juga melambangkan setiap masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin dan bersama-sama.

Baca Juga: Ini Dia 14 Arti Mimpi Kebakaran

7. Ngalepaskeun Japati

Pada proses pernikahan adat Sunda ini berarti membebaskan merpati. Ibu dari calon pengantin pria dan wanita akan menyerahkan merpati dan melepaskan merpati tersebut bersama.

Ngalepaskeun Japati melambangkan bahwa tanggung jawab mereka sebagai ibu kedua pengantin telah berakhir di sini. Selanjutnya, pengantin hidup sebagai suami dan istri dengan tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga: Ini Panggilan Suami Istri dalam Islam yang Diperbolehkan dan Tidak, Catat!

8. Huap Lingkung

Selanjutnya, pengantin laki-laki dan perempuan akan diberi makan oleh orang tua mereka.

Proses pernikahan adat Sunda tersebut melambangkan bahwa ini adalah kali terakhir orang tua akan mengasuh anak-anaknya. Selanjutnya, pengantin pria dan wanita saling memberi makan yang artinya akan mengarungi bahtera rumah tangga berdua sebagai suami dan istri.

Baca Juga: Jane Shalimar Menikah dengan Arsya Wijaya, Syahdu dengan Adat Sunda

9. Pabetot Bakakak

Dalam Pabetot Bakakak, pengantin pria dan wanita akan menarik ayam panggang. Bagi yang mendapat bagian ayam terbesar, harus membagikannya kepada pasangannya.

Proses pernikahan adat Sunda ini melambangkan bahwa setiap hal yang mereka peroleh sebagai suami istri harus dibagikan dengan adil.

Baca Juga: Resep Karedok Sunda, Menu Praktis yang Sehat

Baju Pernikahan Adat Sunda

Sunda_Wedding_0023.jpg

Foto: thebridedept.com

Setelah mengetahui seperti apa prosesi pernikahan adat Sunda, kini saatnya mengetahui tentang apa baju pernikahan adat Sunda yang biasa dikenakan oleh mempelai pria dan wanita.

Mengutip Facts of Indonesia, kedua mempelai pria dan wanita sunda akan mengenakan pakaian khusus yang disebut dengan Penganten Pengantin Sukapura saat pernikahan adat Sunda digelar.

Busana pengantin pria berupa mantel, topi putih dengan ikat pinggang putih, kain batik untuk bagian bawah, penutup kepala, dan selop yang berwarna putih.

Pengantin pria juga akan mengenakan hiasan, berupa kalung panjang melati dan keris yang dipakai sebagai senjata tradisional

Sedangkan untuk mempelai wanita, bagian atasnya berupa kebaya putih, sementara bagian bawah berupa kain, ikat pinggang emas, dan sandal putih.

Pengantin wanita akan mengenakan perhiasan mencolok di bagian bahu, kalung panjang, gelang, bros, anting, dan cincin.

Baca Juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Lampung dan Maknanya

Itulah penjelasan terkait prosesi dan baju dalam pernikahan adat Sunda yang bisa diketahui.

Bagi Moms yang telah menikah menggunakan adat tradisional Sunda ini, mungkin sudah tidak asing dengan segala rangkaian pernikahan dan baju adat Sunda, bukan?

  • https://ladylunarose.wordpress.com/2011/08/14/sundanese-wedding-ceremony/
  • https://factsofindonesia.com/culture-of-sundanese
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait